Renungan

Renungan Joger, Selasa, 28 April 2015

Tahukah Anda, apa sebabnya korupsi makin sulit dikontrol? Karena yang kita percaya dan berwenang untuk mengontrol pun sudah tidak bisa dikontrol!

Renungan Joger, Senin, 27 April 2015

DILARANG MAKAN SABUN, LEBIH BAIK MAKAN NASI GORENG! Artinya: Janganlah melakukan sesuatu yg tidak wajar, apalagi merugikan diri sendiri dan tidak menguntungkan SIAPA2!!!

Renungan Joger, Minggu, 26 April 2015

Awas 1001 awas! Hati-hatilah menentukan sikap, tetapi kalau bisa, janganlah sampai terlalu berhati-hati! Marilah kita tunggu, awasi, dan/atau kawal berbagai kebijakan Bapak Jokowi dan Bapak JK yang sudah secara demokratis dan dengan biaya mahal kita pilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden NKRI, bukan sebagai (maaf) ‘petugas partai’. Setuju?

Renungan Joger, Sabtu, 25 April 2015

Partai-partai maupun para relawan/wati memang berhak mendukung Pak Jokowi sampai menjadi Presiden RI untuk berdoa, belajar, berhemat, bekerja, dan berkarya untuk kemaslahatan seluruh rakyat NKRI secara wajar alias secara baik, jujur, adil, beradab, dan bertanggung jawab, bukan untuk memenuhi keinginan oknum-oknum pemimpin partai tertentu saja! Setuju?

Renungan Joger, Jumat, 24 April 2015

Menyebut sesosok oknum yang memang benar2 jahat dan korup sebagai penjahat dan koruptor, ternyata jauh lebih banyak risiko & ruginya daripada menyebut orang yg benar2 baik dan suka memaafkan sebagai bajingan. Hati2lah menuduh oknum sebagai bajingan tanpa bukti maupun dengan bukti, he..he. Hidup di NKRI tercinta ini ternyata memang sangat mengerikan!

Renungan Joger, Kamis, 23 April 2015

Perdebatan, persaingan, pertikaian, perkelahian, maupun pertempuran antara para pendukung kejahatan dengan para pendukung kebaikan sudah sejak zaman purba sudah ada dan akan selalu ada, makanya, semuanya adalah sangat tergantung pada kita masing2, mau memihak yang mana, boleh saja, tapi tentu dengan konsekuensi-nya sendiri-sendiri. Hati2lah memilih! Oke?

Renungan Joger, Rabu, 22 April 2015

Jika memang bukan orang sembarangan, janganlah buang sampah sembarangan! Kalau memang bukan domba, janganlah mau diadu domba! Kalau memang bukan wakil tukang pukul, karena apa wakil rakyat kita, kok ada yang sampai benar-benar main pukul? Astaga!

Renungan Joger, Selasa, 21 April 2015

Maaf 1001 maaf! Dengan ini kami tegaskan kembali, bahwa Joger ini sama sekali bukan ‘Toko atau Pusat Oleh-Oleh Khas Bali’, melainkan ‘Pabrik Kata-Kata ke III di dunia’ atau ‘Pusat Tolah-Toleh’ yang hanya mau ada di Bali saja. Semoga jangan terus-terusan salah kaprah. menilai Joger yang jelek, tapi baik ini. Terima kasih.

Renungan Joger, Senin, 20 April 2015

Justru karena sudah makmur dan sudah hidup enak lah seharusnya kita tidak sampai menunjukan kekayaan dan keenakan hidup kita, apalagi jika sampai kelihatan seenaknya. Karena kalau hal tersebut kita lakukan atau perlihatkan, banyak orang, terutama orang2 yang hidupnya masih miskin dan susah, bukan hanya cenderung iri, tapi juga bisa jengkel melihatnya. Setuju?

Renungan Joger, Minggu, 19 April 2015

Yang namanya hidup yang damai, tenteram dan bahagia tidak mungkin kita nikmati, kalau tidak kita dasari dan isi dengan pikiran, perkataan, dan perbuatan yang menimbulkan rasa nyaman, tentram, dan bersyukur. Makanya Hati-hatilah berpikir, berkata dan berbuat! Semuanya diamati dan dicatat oleh Tuhan Yang Maha Pengamat! *Hati2!!

Renungan Joger, Sabtu, 18 April 2015

10 ancaman pokok NKRI: 1). Terorisme. 2). Premanisme. 3). KKN. 4). Pungli. 5). Tidak jelas regulasi. 6). Makin banyaknya politikus bermental tikus. 7). Lambatnya pelayanan publik. 8). Makin banyaknya calo. 9). Makin banyaknya pengusaha yang ‘profit oriented’. 10). Makin lunturnya penghayatan dan pelaksanaan Pancasila secara benar-benar Pancasilais. Marilah kita kurangi!?!?!

Renungan Joger, Jumat, 17 April 2015

Jangan remehkan ‘kata-kata’? Karena Joger yang berniat baik, kreatif dan produktif malah sudah dan akan tetap menjadi Pabrik Kata-Kata ketiga di dunia dalam rangka mencari nafkah halal dan legal, bayar pajak, menghibur, berbagi, dan menyejahterakan banyak orang secara wajar dan/atau tidak kurang ajar. Jangan remehkan kata-kata!

Renungan Joger, Kamis, 16 April 2015

Ada banyak pihak sudah mendirikan bangunan tanpa memiliki IMB (Izin Mendirikan Bangunan), tapi sebagai warga Badung yg ‘agak baik & tertib’, kami/Joger tidak mau membangun tanpa IMB, dan dari sebab itulah sejak tahun lalu, kami sudah memohon IMB-nya secara baik, benar, jujur, bersih, dan tanpa perantara/calo. Tertib itu baik, jujur, dan bersih!

Renungan Joger, Senin, 13 April 2015

Sebagai warga Badung yang ingin patuh dan tertib, sejak tahun lalu kami sudah mengajukan permohonan untuk memperoleh IMB (Izin Mendirikan Bangunan) secara baik, benar, jujur, bersih, dan tanpa calo. Mudah2an IMB kami bisa cepat selesai, sehingga kami pun bisa mulai membangun dengan tempat parkir yang lebih luas. Marilah kita tunggu IMB-nya!

Renungan Joger, Jumat, 10 April 2015

Tampaknya ‘kurs dolar yang makin meroket’ sudah & akan tetap menjadi penyebab terpecahbelahnya rakyat NKRI (minimum) menjadi tiga kelompok besar: 1). Kelompok yang senang. 2). Kelompok yang tidak senang. 3). Kelompok yang tidak peduli. Perlu kita waspadai!

Renungan Joger, Rabu, 8 April 2015

Tampaknya daya beli maupun semangat berbelanja masyarakat kita makin lama makin tergerus dengan naiknya harga berbagai macam barang maupun jasa, belum lagi degan adanya kegaduhan politik yang tumpang tindih membuat para pengusaha maupun para produsen merasa cemas dan kurang mantap dalam bekerja maupun berkarya. Bahaya!

Renungan Joger, Sabtu, 4 April 2015

Sebagai manusia yang sudah diberi hati nurani dan kebebasan berkehendak, kita bebas melakukan apa saja yang kita mau dan mampu lakukan, tapi semuanya pasti ada buahnya.

Renungan Joger, Kamis, 2 April 2015

Logika sederhana dari Mr.Joger, Kuta, Bali. Wah, kalau semua hal ditentukan dengan apa yang termuat di koran-koran saja, berarti hanya orang-orang yang keluarganya kaya dan mampu bayar iklan duka cita di koran-koran sajalah yang sudah meninggal dunia, sedangkan yg tidak mampu dan tidak pernah dimuat di koran-koran, tetap saja diaanggap belum pernah meninggal.

Renungan Joger, Rabu, 01 April 2015

Ketika melihat maupun mendengar betapa mudahnya petinggi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dikriminalisasi, walaupun tetap berharap, tapi saya (Mr.Joger) benar-benar cemas dan/atau bahkan pesimis KKKN (Korupsi, Kolusi, Koncoisme, dan Nepotisme) bisa cepat berkurang di NKRI yang konon sama-sama sangat amat kita cintai ini. Menyedihkan!

Renungan Joger, Minggu, 29 Maret 2015

Jangan pernah mimpi untuk mendapat kehidupan yang baik, sejahtera, damai, tenteram, dan bahagia lahir batin dunia akhirat dengan memperoleh kekayaan maupun kekuasaan dengan melakukan hal-hal yang tidak baik, tidak legal, dan tidak bermoral, seperti korupsi, kolusi, koncoisme, nepotisme, premanisme (meneror, memeras, mencuri, mencopet, maupun merampok). Oke?

Renungan Joger, Sabtu, 28 Maret 2015

Bunuh diri karena putus asa atau ulah pati, adalah dosa besar, tapi orang-orang terlalu serakah yang melakukan tindakan korupsi, kolusi, koncoisme, nepotisme, premanisme, maupun terorisme yang menyebabkan makin banyak sesama kita hidup susah, miskin, sengsara, dan putus asa, adalah perbuatan yg jauh lebih besar lagi dosanya. Oke?

Renungan Joger, Jumat, 27 Maret 2015

Alangkah indahnya hidup di NKRI yg indah, kaya, luas, subur, berdasarkan Pancasila, dan konon sama-sama sangat amat kita cintai ini, kalau saja Tuhan Yang Mahakuasa berkenan mengirim beberapa malaikat untuk memimpin KPK kita, POLRI, Kejaksaan kita, Kehakiman kita, Pertanian kita, Perdagangan kita, Parlemen kita, DLLLLnya.

Renungan Joger, Kamis, 26 Maret 2015

Bagaimana mau melarang saudara-saudari kita yang sudah menginvestasikan begitu banyak uang mereka pada waktu kampanye atau ber-money politics untuk mencari atau mengejar rente atau reinvesment mereka sebanyak-banyaknya dan secepat-cepatnya? Bibit yang tidak baik biasanya menghasilkan buah yg tidak baik.

Renungan Joger, Selasa, 24 Maret 2015

Kalau belum mampu membantu, minimal janganlah mengganggu! Jika sudah tidak miskin, janganlah ikut rebutan membeli beras yang khusus dijual dengan harga murah untuk sesama kita yang masih miskin! Marilah kita tingkatkan kecemburuan berbuat sosial yang positif, justru untuk mengurangi kecemburuan sosial (iri maupun dengki) yg negatif! Ingat hukum karmapala!

Renungan Joger, Senin, 23 Maret 2015

Kami (keluarga Joger) adalah orang2 biasa yg tidak mendukung hukuman mati. Kami juga memahami karena apa pemerintah yg warganya akan dieksekusi mati protes keras, tapi kami juga memahami dan menghargai niat baik pemerintah kita untuk mencegah makin rusaknya bangsa ini akibat maraknya penyalahgunaan narkoba! Bersatu, bangkit, dan jayalah NKRI!

Renungan Joger, Kamis, 19 Maret 2015

Hidup di dunia yg fana dan penuh misteri ini, adalah sederetan kesempatan maupun kesempitan untuk melakukan hal-hal yg pantas, perlu, mampu, sempat, dan mau kita lakukan, tapi juga kesempatan untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak pantas, tidak perlu, tidak mampu, tidak sempat, dan tidak mau kita lakukan. Begitulah kata Joger.

Renungan Joger, Rabu, 18 Maret 2015

Kalau saja tidak makin banyak saja orang-orang yg terlalu serakah, tentu saja kita semua bisa & boleh serakah secara baik, jujur, ramah, rajin, dan wajar. Serakah itu sebenarnya baik, asalkan jangan terlalu serakah maupun terlalu tidak serakah. Pendapat ‘aneh’ ini sudah saya (Mr.Joger) mulai sebarluaskan sejak tahun 2000. Selamat merenungkan secara baik & wajar!

Renungan Joger, Senin, 16 Maret 2015

Kalau bisa, marilah kita saling mengasihi dan menyayangi! Tapi kalau memang benar-benar (tidak hanya berpura-pura saja) belum mampu untuk saling mengasihi dan menyayangi, mungkin minimal jangankan saja terlebih dahulu. Setuju?

Renungan Joger, Minggu, 15 Maret 2015

Kalau saja seluruh rakyat kita sudah benar2 (tidak hanya se-olah2 saja) sejahtera & bahagia karena sudah dan tetap mau, mampu, sempat, ikhlas dan mantap berdoa, bekerja, berkarya, bergaul, maupun berbagi secara benar2 baik, jujur, ramah, rajin, bertanggung jawab, dan bersyukur, jangankan KPK, bahkan polisipun kita tidak perlu punya tapi sayang, ternyata kita masih perlu KPK.

Renungan Joger, Jumat, 13 Maret 2015

Daripada repot2 dan jauh2 bertransmigrasi ke luar pulau atau keluar banyak biaya untuk jadi ‘pahlawan devisa’ ke luar negri, mungkin lebih baik dan lebih dekat bergabung jadi ‘anggota keluarga’ Joger di Kuta, Badung atau di Luwus, Tabanan. Dijamin tidak dimanja maupun disiksa! Tapi janganlah percaya begitu saja!