Renungan

Renungan Joger, Senin, 30 November 2020

Renungan Joger, Senin, 30 November 2020.

Bagaimana mau bangkit dan maju membangun kesejahteraan bersama yang benar-benar berkeadilan, kalau  pemimpin maupun penguasa yang kita pilih dan percaya untuk mengatur malah melanggar peraturan? Mereka yang kita percaya untuk jadi penegak hukum malah melanggar hukum? Mereka yang kita percaya untuk menjadi pagar malah makan tanaman yang kita tanam, rawat, pupuk, dan tumbuh-kembangkan? Tetapi, walaupun bagaimana tetaplah sadar, sabar, dan kritis secara wajar!

Renungan Joger, Minggu, 29 November 2020

Salah satu kelemahan “penguasa” (orang-orang yang suka memperebutkan kekuasaan), adalah sangat rentan atau rapuh menghadapi godaan untuk tidak menyalahgunakan “kekuasaan” yang sedang dipercayakan kepada mereka. Inilah yang disebut “dilema”. Untuk mengatur, kita butuh pengatur yang kita percaya untuk mengatur, tapi ketika pengatur yg kita percaya untuk mengatur, justru merekalah yang melanggar aturan? Quo vadis NKRI? Quo vadis KPK? Quo vadis keadilan? Kapan dan bagaimana caranya mau dan maju?

Renugan Joger, Sabtu, 28 November 2020.

Manfaatkanlah sebagian besar dari waktu, tenaga, maupun pikiran kita untuk berpikir positif, bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja sama, berbagi tugas, maupun berbagi rezeki secara benar-benar baik, jujur, adil, beradab, rajin, hemat, bertanggungjawab, tekun, dan berkesinambungan, jangan-jangan kita juga bisa dan boleh mencapai kesuksesan, kemakmuran, maupun kebahagiaan seperti mereka yg selama ini sudah kita curigai macam-macam karena kita sudah iri dan dengki.

Renungan Joger, Jumat, 27 November 2020

Renungan Joger, Jumat, 27 November 2020

Ekstremis-ekstremis pongah yang suka mentang-mentang itu jumlahnya sebenarnya sangat sedikit, tetapi mereka sangat banyak punya waktu luang untuk mendemonstrasikan maupun meneriakkan ide-ide mereka yang tidak logis dan destruktif, dan yang lebih repot lagi, ternyata di NKRI ini banyak juga manusia-manusia heteronomi yang tidak jelas niat dan sikapnya malah sok bijaksana membela para ekstremis yang sedikit itu dengan berbagai alasan yang tidak benar-benar solutif. Tolong jangan impor masalah dari negara-negara yang suka perang. Oke?

Renungan Joger, Kamis, 26 November 2020

Renungan Joger, Kamis, 26 November 2020.

Untuk membangun NKRI ini kita memang tidak butuh diktator bertangan besi, tetapi kita butuh tangan-tangan yang lebih tegas dan lebih keras daripada suara-suara maupun sikap-sikap keras para provokator, para pengacau, para perencana makar, para koruptor, para ekstremis, para pendukung negara agama, maupun para penumpang gelap yang berpotensi menggerus semangat persatuan NKRI yang berdasarkan Pancasila yang benar-benar beriktikad. Setuju?

Renungan Joger, Rabu, 25 November 2020

Renungan Joger, Rabu, 25 November 2020.

Untuk bisa “beribadah ritual secara baik” maupun untuk bisa sering-sering melakukan kerja bakti menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup kita bersama, sudah selayaknyalah kita mau, mampu, dan rajin berkarya kreatif, bekerja nyata, maupun bekerja sama secara benar-benar baik, jujur, adil, beradab, dan bertanggung-jawab agar makin banyak orang suka berurusan dengan kita! Kurangilah omong kosong! > Terima kasih!

Renungan Joger, Selasa, 24 November 2020

Renungan Joger, Selasa, 24 November 2020.

Salah satu (bukan satu-satunya) kebaikan yang dianjurkan maupun diajarkan oleh para pemuka agama apapun juga maupun oleh kelima sila dalam Pancasila kita bersama, adalah jangan mentang-mentang dalam berniat maupun bersikap di kehidupan kita bersama di dunia yang fana dan penuh misteri ini. Marilah kita hidup bersama secara wajar-wajar saja! Jangan kurang ajar! Karena keadilan adalah kewajaran! Setuju?

Renungan Joger, Senin, 23 November 2020

Renungan Joger, Senin, 23 November 2020.

Kalau memang benar-benar ingin NKRI ini tetap punya makin banyak koruptor, preman, provokator, teroris, maupun penentang Pancasila, sudah selayaknyalah partai-partai besar maupun kecil yang masih eksis di NKRI ini tetap ngotot mencalonkan calon-calon anggota legislatif yang punya track record yang jahat, keji, kejam, kotor, radikal, provokatif, dan/atau terutama anti-Pancasila, he..he..he.

Renungan Joger, Minggu, 22 November 2020.

Masalah klasik manusia sejak zaman purba, adalah sangat suka mengatur, tetapi sangat tidak suka diatur. Sangat suka mengatur, tetapi sangat amat tidak suka dan juga sangat amat tidak mampu mengatur dirinya sendiri secara benar-benar baik, jujur, adil, beradab, dan sportif. Makanya, kalau saja semua orang sudah benar-benar mau, mampu, sempat, ikhlas, dan mantap mengatur dirinya masing-masing, tentu saja dunia ini akan sangat baik, aman, dan damai. Tetapi itu, kan kalau saja, he..he. Salam hangat dari Joger, Balinesia.

Renungan Joger, Sabtu, 21 November 2020.

Pada dasarnya hampir semua orang biasa (bukan orang luar biasa) biasanya pasti suka hidup secara benar2 baik, jujur, dan bahagia, tetapi sayang selalu ada saja orang2 luar biasa yang beranggapan dan/atau bahkan percaya bahwa kebahagiaan hidup bisa dicapai dengan cara2 yang tidak baik dan tidak jujur. Makanya, kalau bisa, marilah kita rembukkan dan pastikan apa, sih yg benar2 baik bagi kemaslahatan, keselamatan, dan kebahagiaan kita bersama sebagai bangsa Indonesia?

Renungan Joger, Jumat, 20 November 2020

Renungan Joger, Jumat, 20 November 2020.

Kalau bisa, janganlah sampai benar-benar meremehkan apa atau siapa pun secara berlebih-lebihan! Tetapi sebaliknya, janganlah sampai benar-benar terlalu memuja-muja, memuji-muji, dan/atau apalagi sampai terlalu mencintai seseorang maupun sesuatu secara berlebih-lebihan. Marilah kita buka lebar-lebar mata, telinga, hati, tangan, maupun hidung kita untuk meneliti segala sesuatu maupun semua orang secara wajar sebelum benar-benar bersikap. Kalau belanja, telitilah sebelum benar-benar membeli. Oke?

Renungan Joger, Kamis, 19 November 2020

Renungan Joger, Kamis, 19 November 2020.

PAKAR bukanlah orang pintar yang hanya pandai dan gemar mengolah, mengelola, maupun mengutak-atik hal-hal yang sederhana dan mudah menjadi rumit dan sukar, tetapi sebaliknya malah benar-benar mau, mampu, dan sangat suka menyederhanakan dan memudahkan hal-hal yang rumit-rumit dan sukar-sukar. Untuk membangun NKRI kita tercinta ini kita sangat butuh banyak pakar yang benar-benar (tidak seolah-olah saja) punya sikap hidup yang benar-benar baik, jujur, ramah, rajin, bertanggungjawab, berimajinasi, berinisiatif, berani, bersyukur, bermanfaat, tekun, dan tahu diri. * Salam hangat dari Joger, Kuta, Bali.

Renungan Joger, Rabu, 18 November 2020

Renungan Joger, Rabu, 18 November 2020.

Orang yang 100% benar-benar suci itu sebenarnya belum pernah benar-benar ada, tetapi itu bukan berarti bahwa orang yang secara beramai-ramai dianggap suci benar-benar tidak ada. Pada dasarnya hanya “bayi yang masih berada di kandungan ibunyalah” yang bisa benar-benar 99% suci dan murni. Makanya, kalau bisa dan jika memang ingin mensucikan atau mengidolakan seseorang, janganlah terlalu terburu nafsu, tetapi bukalah mata, telinga, otak, maupun hati kita lebar-lebar untuk menelitinya terlebih dahulu.

Renungan Joger, Selasa, 17 November 2020

Renungan Joger, Selasa, 17 November 2020.

MANUSIA yang benar-benar MANUSIA, biasanya pasti sangat mendambakan kedamaian hidup yang benar-benar berkeadilan. Tetapi sebaliknya “binatang berbentuk manusia”, biasanya malah sangat suka pada kekacauan yang biadab untuk memancing di air yang keruh. Jangan takut, tetapi marilah kita waspadai para penumpang gelap yang menginginkan NKRI kita ini kacau dan hancur. Marilah kita waspadai segala bentuk ekstremisme maupun segala bentuk kementang-mentangan yang justru sangat pandai, licik, dan munafik!

Renungan Joger, Senin, 16 November 2020

Renungan Joger, Senin, 16 November 2020.

Kalau memang ingin jadi pemimpin mafia, belajar dan berusaha lah agar kita benar-benar tetap punya serta menjalankan sifat-sifat dan sikap-sikap jahat, kejam, dan keji yang lebih jahat, lebih kejam, dan lebih keji dari mereka yang ingin tetap kita pimpin, tetapi kalau memang ingin jadi pemimpin orang baik-baik yang produktif, belajar dan berusahalah agar kita tetap punya sifat-sifat dan sikap-sikap yang benar-benar lebih baik dan lebih rajin dari mereka yang ingin tetap kita pimpin. Marilah kita hormati, hargai, serta cintai NKRI kita tercinta ini secara optimal! OK?

Renungan Joger, Minggu, 15 November 2020.

Kalau kita pikir kita ini susah, cobalah lihat ke kiri, ke kanan, maupun ke bawah, ternyata banyak sekali sesama kita yang (jauh) lebih susah, tetapi kalau kita pikir kita ini senang, bersyukurlah dan janganlah malah hanya menyibukkan diri kita untuk melihat ke atas saja, karena di atas sana banyak sesama kita yg kelihatannya (jauh) lebih enak, walaupun belum tentu mereka benar-benar lebih bahagia daripada kita yg benar-benar bersyukur secara benar-benar wajar. Kalimat kuncinya: Syukurilah kenyataan hidup kita sendiri secara benar-benar wajar! Oke? Terima kasih!

Renungan Joger, Sabtu, 14 November 2020

Salah satu (bukan satu-satunya) kelemahan kita sebagai sebuah bangsa besar yg punya lebih dari 265 juta rakyat yg heterogen, adalah hampir selalu terlalu lambat bermusyawarah dalam menyepakati hal-hal yg benar-benar baik dan bermanfaat untuk mewujudkan kesejahteraan yg benar-benar berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Mudah-mudahan tidak terlalu berlarut-larut terus. Merdeka!

Renungan Joger, Jumat, 13 November 2020

Renungan Joger, Jumat, 13 November 2020.

Awas 1001 awas! Kalau bisa, janganlah percaya begitu saja dan/tetapi juga janganlah tidak percaya begitu saja pada apapun yang kita dengar, baca, maupun lihat! Marilah kita jaga kebaikan, kejujuran, kesehatan, kewaspadaan, maupun kekritisan kita dalam menanggapi apapun juga! Tetapi itu bukan berarti kita boleh terus-terusan menunda-nunda pelaksanaan iktikad atau niat baik kita yang sudah benar-benar (tidak seolah-olah saja) baik.

Renungan Joger, Kamis, 12 November 2020

Renungan Joger, Kamis, 12 November 2020

Menurut hemat saya (Mr/Pak Joger yang belum dan tidak akan pernah benar-benar mau bersikap terlalu hemat maupun terlalu tidak hemat ini) semua umat agama pasti berkeyakinan bahwa Tuhan (kita bersama) di samping Maha Esa pasti juga Mahabaik, Mahaadil, Mahakuasa, Mahabijaksana, Mahapemaham, Mahapemaaf, Mahapengasih, Mahapenyayang, Mahapengampun, Mahapengizin, dan Mahadamai. Semoga saja Tuhan tidak bosan mengampuni kita yang sering mohon ampun dari Beliau.

Renungan Joger, Rabu, 11 November 2020

Renungan Joger, Rabu, 11 November 2020

Di negeri yang benar-benar beradab, jangankan sesama manusia, bahkan binatang peliharaan pun diperlakukan secara baik, beradab, dan penuh kasih sayang layaknya mengasihi sesama manusia, tapi di negeri yang belum benar-benar beradab, jangankan binatang, bahkan sesama manusia pun diperlakukan secara biadab. Marilah kita bangun NKRI yang benar-benar baik, adil, dan beradab! Oke? Terima kasih! Matur Suks’ma!

Renungan Joger, Selasa, 10 November 2020

Renungan Joger, Selasa, 10 November 2020.

Seharusnya “masalah-masalah” kita yang terjadi di dalam negeri kita sendiri lah yang kita sadari, pelajari, evaluasi, pahami, dan ramai-ramai kompak atasi bersama, bukan malah repot-repot mencari-cari atau mengadopsi, mengundang, dan/atau mengimpor masalah dari luar negeri. Suhu udara boleh saja kotor dan panas maupun dingin, tetapi kepala dan hati kita seharusnyalah tetap bersih dan sejuk. Oke? Terima kasih! Matur Suksema!

Renungan Joger, Senin, 09 November 2020

Renungan Joger, Senin, 09 November 2020.

Kadang-kadang, saya benar-benar heran dan bingung melihat makin banyak saja rakyat atau warga negara Indonesia yang tidak jelas apa sebenarnya pekerjaan mereka, sehingga mereka bisa setiap saat ikut hadir melakukan berbagai protes maupun menghujat pemerintah kita yang sah? Atau mungkin mereka memang sudah benar-benar berprofesi sebagai pengunjuk berbagai rasa sesuai dengan pesanan orang-orang berduit yang sudah, sedang, dan akan tetap saja mau kecewa terhadap keadaan?

Renungan Joger, Sabtu, 07 November 2020.

Kalau bisa, didik dan dewasakan lah anak atau anak-anak kita, justru dengan tidak memberikan semua yang mereka minta atau inginkan, tetapi siapkan dan berikan lah apa-apa yang benar-benar mereka butuhkan secara benar-benar wajar, optimal, dan/atau bijaksana. Teladanilah mereka hidup secara benar-benar baik, jujur, dan bersahaja, justru agar dia atau mereka tidak hanya kaya raya harta dunia saja, tetapi juga kaya raya harta akhirat. Setuju? Terima kasih! Matur Suksema!

Renungan Joger, Jumat, 06 November 2020

Renungan Joger, Jumat, 06 November 2020.

Kalau bisa, janganlah sampai benar-benar menyakiti jiwa, raga, pikiran, perasaan, maupun kantong sesama tanpa alasan yang benar-benar adil, beradab, dan/atau benar-benar masuk akal sehat kita bersama! Alasan adil, beradab, dan/atau masuk akal sehat yang bagaimana, sih yang bisa dan boleh kita pakai sebagai landasan untuk “menyakiti” jiwa, raga, pikiran, perasaan, maupun kantong sesama? Jawabannya: Alasan nagih utang sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati bersama.

Renungan Joger, Kamis, 05 November 2020

Renungan Joger, Kamis, 05 November 2020.

Ketika sedang senang, minimal ajaklah orang lain di sekitar kita untuk ikut senang! Ketika sedang susah, minimal janganlah ajak orang lain di sekitar kita ikut susah! Sebaik apapun ajaran agama kita, janganlah paksa orang lain untuk ikut ajaran agama kita, karena ketika kita sendiri tidak suka dipaksa, janganlah memaksa orang lain! Tidak ada agama yang benar-benar agama yang mengajar umatnya untuk memaksakan kehendak! Terima kasih!

Renungan Joger, Rabu, 04 November 2020

Renungan Joger, Rabu, 04 November 2020.

Jangan takut, tetapi tetaplah baik, jujur, adil, beradab, kritis, cerdas, bijaksana, dan waspada pada bahaya nyata maupun bahaya laten segala bentuk arogansi atau kementang-mentangan yang merongrong maupun menggerus semangat kerja kita untuk membangun, merawat, maupun menumbuhkembangkan kemaslahatan, kesehatan, kebahagiaan, maupun kesejahteraan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang heterogen, otonom, maupun heteronomi ini. Jangan takut, tapi tetaplah waspada!

Renungan Joger, Selasa, 03 November 2020

Renungan Joger, Selasa, 03 November 2020.

Jangan takut, tetapi tetaplah baik, jujur, adil, beradab, kritis, cerdas, bijaksana, dan waspada pada bahaya nyata maupun bahaya laten segala bentuk pembohongan publik maupun pembodohan publik yang dilakukan oleh para maling yang sangat amat rajin teriak maling maupun yang dilakukan oleh para ayam berbulu musang dan/atau apalagi oleh para musang berbulu ayam. Waspada!

Renungan Joger, Senin, 02 November 2020

Renungan Joger, Senin, 02 November 2020.

Orang yang benar-benar merdeka adalah orang yang benar-benar beriktikad dalam arti benar-benar punya dan benar-benar menjalankan niat baiknya yang benar-benar baik, lebih baik, maupun terbaik, tetapi tidak punya dan tidak mau menjalankan niat baiknya yang terlalu baik dan/atau apalagi yang terlalu tidak baik dalam rangka mewujudkan, merawat, maupun menumbuhkembangkan kesejahteraan bersama yang benar-benar baik dan berkeadilan. Salam benar2 merdeka dari Joger, Kuta, Balinesia.

Renungan Joger, Minggu, 01 November 2020

Apa gunanya kaya harta dunia, banyak kuasa dunia, dan hidup bermewah-mewah, kalau ternyata hidup kita tidak bahagia? Tetapi mungkin lebih tidak berguna lagi, kalau sudah miskin, tidak berkuasa, dan hidup sangat amat sederhana, tetapi ternyata hidup kita tidak bahagia juga? Makanya, dengan berbekal iktikad marilah kita hidup secara benar-benar (tidak seolah-olah saja) baik, jujur, adil, beradab, dan/atau secara wajar-wajar saja! Wajar itu optimal. Optimal itu cara kerja Joger, Kuta, Bali.

Renungan Joger, Sabtu, 31 Oktober 2020

Apa gunanya berniat benar-benar baik, kalau tidak benar-benar mau, mampu, sempat, ikhlas, dan mantap kita wujudkan atau implementasikan dalam bentuk positif dalam berpikir, positif dalam bertindak, positif dalam bersikap, positif dalam bicara, khusyuk dalam berdoa, rajin dalam bekerja nyata, bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja kreatif, bijaksana dalam bekerja sama, berbagi peran, berbagi rezeki, bayar pajak, maupun dalam berkarya bakti menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup kita bersama yang sama dan yang satu ini? Salam merdeka dari Joger, Kuta, Balinesia.