Renungan

Renungan Joger, Senin 04 Januari 2015.

Sebentar lagi (tanggal 19 Januari 2016) Joger baru akan genap berusia 35 tahun. Sudah banyak asam garam kehidupan yang sudah sama-sama kami jalankan sebagai sebuah keluarga yang makin hari makin banyak anggotanya. Dengan ini kami sekeluarga mohon dukungan doa, restu, saran, maupun keritik Anda! Terima kasih! Merdeka!

Renungan Joger, Minggu 03 Januari 2015

Seringkali kami merasa heran campur sedih melihat bagaimana politik uang (money politics) sudah sangat amat jauh merusak nilai-nilai moral, etika, kejujuran, kebijaksanaan, maupun kesantunan para memimpin rakyat, penyambung lidah rakyat, pengayom rakyat, pembela rakyat, pelayan rakyat, pendidik rakyat, maupun para wakil rakyat yang mabuk kepayang dan jatuh cinta pada harumnya uang haram. Quo vadis reformasi?

Renungan Joger Sabtu 2 Januari 2015.

Sebaik dan sehebat apa pun buah pikiran, ide, paradigma, keyakinan, filsafat, maupun ajaran agama kita, janganlah sebarluaskan atau tularkan secara paksa, tapi pakailah cara2 yg benar2 baik, jujur, ramah, adil, rajin, dan beradab saja! Jauhilah pemaksaan! Terima kasih!

Renungan Joger Kamis, 31 Desember 2015

Sebaik dan sehebat apa pun buah pikiran, ide, paradigma, keyakinan, filsafat, maupun ajaran agama kita, janganlah sebarluaskan atau tularkan secara paksa, tapi pakailah cara2 yang benar2 baik, jujur, ramah, adil, rajin, dan beradab saja! Jauhilah pemaksaan! Terima kasih!

Renungan Joger Rabu, 30 Desember 2015.

Setelah IMB (Izin Mendirikan Bangunan) benar2 kami terima, berarti tidak berapa lama lagi (keluarga Joger) akan segera mengadakan revolusi fisik dengan mengorbankan halaman maupun rumah tinggal kami yang terletak tepat di belakang Pabrik Kata-Kata Joger, Jl. Raya Kuta, antara lain untuk menambah ruang parkir demi mengurangi kemacetan lalu lintas umum. Selamat tahun baru 2016.

Renungan Joger, Senin 28 Desember 2015

Jika niat atau tujuan kita memang ingin ribut atau memang ingin bentrok melampiaskan emosi dan kekecewaan, ada banyak sekali alasan yang walaupun tidak boleh, tapi bisa saja kita jadikan alasan untuk ribut maupun bentrok, tapi kalau ingin damai, ada lebih banyak lagi alasan untuk damai. Pada dasarnya semuanya sangat amat tergantung pada keinginan atau niat kita saja! Setuju?

Renungan Joger, Minggu, 27 Desember 2015.

Kalau bisa, jauhilah kebiasaan buruk mengkonsumsi obat keras maupun minuman keras yang cenderung mengeraskan hati dan kepala kita! Marilah kita jaga keamanan dan ketenteraman pulau bali kita tercinta ini dengan hati maupun kepala yang tidak keras! Hentikanlah kekerasan! Marilah kita cintai Bali secara wajar!
 

 

Renungan Joger, Sabtu 26 Desember 2015

Selamat Hari Natal dan Tahun Baru (25 Desember 2015 dan 1 Januari 2016). Semoga damai & kasih yg dipancarkan oleh Tuhan Yang Mahadamai benar2 kita undang masuk ke dalam otak dan hati kita, sehingga niat dan keinginan untuk menang sendiri maupun keinginan untuk memaksakan kehendak pun tidak mendapat tempat di dalam otak & hati kita! Baik, jujur, adil, damai, dan sehat!

Renungan joger, Rabu 23 Desember 2015.

Bersedia berdamai setelah bentrok memang baik & bermanfaat bagi kebaikan kita bersama, tapi bersedia mengendalikan diri untuk tidak bersikap mentang2 dan tidak memakai kekerasan untuk memaksakan kehendak, mungkin bisa jauh lebih baik dan lebih bermanfaat bagi kebaikan dan kesejahteraan kita bersama. Preventif lebih baik dari pada kuratif! Mari kita cintai Bali secara adil dan beradab!

Renungan Joger Selasa, 22 Desember 2015

Tampaknya, dunia ini sudah makin tua dan makin pelupa, sehingga banyak orang yang dulu ketika masih kuliah dan/atau masih belum menjadi politikus, begitu hebat melakukan berbagai demonstrasi protes ini protes itu, setelah jadi pejabat publik dan punya kedudukan, eh malah balik didemo maupun diprotes karena sangat amat patut diduga melakukan hal-hal yang tidak baik dan tidak jujur. Quo vadis reformasi?

Renungan joger, minggu 20 Desember 2015.

Lebih baik ribut berdebat maupun saling bongkar kebusukan untuk kemudian sepakat melakukan berbagai perubahan ke arah yang baik, lebih baik, lebih jujur, lebih adil, lebih maju, dan lebih banyak menyejahterakan rakyat banyak, bukan malah dalam rangka berkolusi menggendutkan pundi-pundi segelintir pemburu rente pongah di atas sana. Dukung yang baik, hukum yg korup! Setuju?

Renungan Joger, Sabtu 19 Desember 2015.

Sebagian besar warga negara/rakyat Amerika memang beragama Kristen maupun Katolik, tapi sebagian besar warga negara/rakyat Amerika sangat amat tidak setuju pada pendapat gila berbau diskriminasi primordial destruktif yg dilontarkan Donald Trump! Begitu pula kami (segenap anggota keluarga Joger dan pendukung Garing).

Renungan Joger, Jumat 18 Desember 2015

Jadi presiden saja sudah harus sangat hati2, apalagi jadi wakil presiden! Jadi direktur saja sudah harus sangat hati2, apalagi jadi wakil direktur! Jadi rakyat saja sudah harus sangat hati2, apalagi jadi wakil rakyat! jangan Panik! Jangan takut! Tapi tetaplah hati2 dan waspada! Hidup didunia yang fana & penuh misteri ini memang hampir selalu harus hati2.

Renungan joger, Kamis 10 Desember 2015

Kenaikan upah dan tarif listrik membuat para pengusaha industri tekstil, sepatu, maupun sandal menjerit, berarti tak berapa lama lagi Joger pasti akan pantas dan perlu menjerit juga, tapi kalau memang masih bisa, tentu saja kami tidak akan langsung menjerit keras-keras, tapi pelan-pelan dan samar-samar sajalah. Marilah kita bersatu membangun NKRI secara wajar dan/atau merdeka! Oke??

Renungan Joger, Selasa 8 Desember 2015

Kalau Bisa, marilah kita adakan berbagai upaya untuk menghentikan penipuan yang memakai kalimat maupun konsep, “Mama minta pulsa!” dan/atau apalagi “Papa minta saham!”. Mudah-mudahan saja oknum2 pemimpin rakyat, pembela rakyat, maupun oknum2 wakil rakyat yang selama ini korup makin sadar, makin baik, makin jujur, makin profesional, dan makin tahu diri! Semoga!

Renungan Joger, Sabtu 5 Desember 2015

Apa gunanya menyandang nama melambangkan kebaikan, kesalehan, kesucian, kebersihan, keadilan, kedermawanan, maupun kebesaran jiwa kalau niat dan sikap hidup kita se-hari2 ternyata sangat jahat, kotor, busuk, korup, selfis, bajingan, dan destruktif???? Hati2lah menyandang nama yang bermakna baik, suci, bersih, dan
mulia!!!!

Renungan Joger, Jumat 4 Desember 2015.

Ada siang, ada matahari. Ada malam, ada bulan. Ada masalah, ada pemecahannya. Ada penyakit, ada obatnya. Ada karma, ada pala. Ada sebab, ada akibat. makanya, kalau memang ingin bahagia lahir batin di dunia maupun akhirat kelak, marilah kita jalankan semua aktivitas kehidupan secara wajar alias secara baik, jujur, tahu diri, dan bertanggungjawab!!!

Renungan Joger, Kamis 3 Desember 2015

Barang siapa menanam dan merawat padi secara baik dan benar, dialah yang paling berhak memanen padi. Barang siapa suka menebar ketakutan maupun ketidakadilan, kemungkinan besar dia jugalah yang akan paling merasa ketakutan dan tidak nyaman jiwanya, terutama ketika harus menghadap Tuhan Yang Mahaesa di akhirat kelak. Jangan takut, tapi tetaplah waspada! Thank U!

Renungan Joger, Rabu, 2 Desember 2015

Marilah kita hilangkan keinginan untuk bikin negara berdasarkan agama maupun partai tertentu, tapi marilah kita sadari, pahami, terima, dan tumbuhkembangkan sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila saja! Bangkit dan bersatulah seluruh rakyat Indonesia! Bangkit dan bersatulah NKRI!

Renungan Joger Selasa, 1 Desember 2015

Kalau memang belum ingin jadi tukang catut, sebaiknya jangan mencatut nama presiden, wakil presiden, menteri, wakil menteri, gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, rakyat biasa, maupun wakil rakyat luar biasa! Oke?

Renungan Joger Senin, 30 November 2015

Seorang tukang parkir maupun pemulung yang baik, jujur, ramah, rajin, dan bertanggung jawab, jauh lebih berharga bagi negeri ini, dari pada seorang oknum pejabat tinggi yang berhati busuk dan sangat korup. Quo vadis Indonesia? Quo vadis Pancasila? Quo vadis para abdi masyarakat? Kemana larinya para pencinta tanah air kita???

Renungan Joger Minggu, 29 November 2015

Orang atau pengusaha yang benar2 (tidak hanya seolah-olah saja) kreatif, adalah orang atau pengusaha yang benar2 merdeka! Merdeka, bukanlah hanya sekadar bebas, tapi harus benar2 baik, jujur, ramah, rajin, konstruktif, inovatif, dan bertanggung jawab. Bertanggung jawab berarti teliti, cermat, dan hemat semenjak merencanakan apapun juga.

Renungan Joger, Sabtu, 28 November 2015.

Kalau bisa, janganlah remehkan siapa atau apapun juga, termasuk janganlah remehkan kekuatan destruktif oknum2 penguasa maupun pengusaha korup (berhati busuk), apalagi yang kelas ikan hiu atau kelas kakap yang hampir selalu bisa memanfaatkan peluang untuk memperkaya diri sambil membiarkan makin banyak sesama terpaksa miskin dan sengsara. Jangan takut, tapi tetaplah waspada! Oke?

 

Renungan Joger, Kamis, 26 November 2015.

Kalau memang benar2 mau puasa, puasalah justru ketika kita sedang makmur, dan banyak punya makanan, karena kalau kita hanya baru mau ‘puasa’ ketika kita sudah bangkrut dan sudah tidak punya makanan sama sekali, berarti itu bukan puasa namanya, melainkan kelaparanlah namanya. Kendalikanlah diri kita justru ketika kendali masih kita pegang!

Renungan Joger, Selasa 24 November 2015

Apa gunanya menyibukkan diri dengan kegiatan saling menyalahkan? Mengapa kita tidak memperbanyak kegiatan2 instropektif, untuk kemudian saling mendukung dalam mewujudkan hal-hal yang benar-benar maslahat atau lebih maslahat bagi kita bersama? jangan saling serang!

Renungan Joger, Senin 23 November 2015

Kalau saja dunia memang benar bisa berkata-kata, tentu saja ‘dunia’ akan protes melihat betapa malasnya rakyat membayar pajak, tapi pada waktu yg sama ‘dunia’ juga akan perotes melihat begitu gemuknya deposito milik para mafia pajak maupun para oknum petugas pajak korup. Apa kata dunia?

Renungan Joger minggu, 22 November 2015

Minimal atau paling tidak , marilah kita usahakan agar diri kita sendiri maupun para anggota keluarga kita tercinta tidak sampai tumbuh dan berkembang menjadi beban, penganggur, parasit, pengacau, preman, penipu, koruptor, kolutor, nepositor, maupun pelaku teror di NKRI yang indah, luas, subur, kaya, berdasarkan Pancasila, dan konon sama2 amat kita cintai ini! Oke?

Renungan Joger Rabu, 18 November 2015

Dicari beberapa sesama anak bangsa ber-KTP Bali untuk diajak menjadi anggota keluarga Joger, terutama yang punya ijazah SMK pertanian, SMK house keeping, SMK tata boga, maupun SMK tekhnik. Datanglah langsung sebelum tanggal 27 November 2015 ke Pabrik Kata-Kata Joger, Kuta, Bali. Telepon 0361-752523 atau 0361-753059. Merdeka!

Renungan Joger Selasa, 17 November 2015

Kalau memang ingin mengundang tourist lebih banyak lagi, berarti kita semua harus siap memberikan pelayanan yang lebih baik sejak dari pesawat udara, airport, imigrasi, bea cukai, penyambutan, birokrasi, di jalan umum, bus umum, toko-toko, art shop, hotel, restaurant, taxi, money changer, obyek wisata, tempat parkir dan lain-lainnya.

Renungan Joger, Senin, 16 November 2015

Awas 1001 awas, kejahatan maupun kementang-mentangan bisa masuk malalui kelompok, media, ‘isme-isme’ maupun agama apa pun juga, sama seperti masuknya kebaikan maupun keadlian yang adil dan beradab. Tapi semuanya, kan tergantung pada niat dan sikap kita masing2 saja. Hati2lah!