Renungan

Renungan Joger, Kamis, 17 Oktober 2019

Renungan Joger, Kamis, 17 Oktober 2019.

Hidup di dunia yang fana dan penuh misteri ini sebenarnya bisa sangat amat indah sekali, tapi kalau sekiranya kita tidak atau belum mampu melihat dan merasakan keindahannya, cobalah pakai kaca mata humor kita untuk melihat dan menertawai kelucuannya. Selamat mencoba! Semoga berhasil! Setuju? Terima kasih!

Renungan Joger, Rabu, 16 Oktober 2019

Renungan Joger, Rabu, 16 Oktober 2019.

Pemerintah yang benar-benar (tidak hanya seolah-olah saja) baik dan sehat butuh sebanyak-banyaknya teman untuk berkoalisi (bekerja sama) membangun negeri dan menyejahterakan seluruh rakyatnya secara adil dan beradab, bukan untuk berkolusi (bersekongkol) dalam rangka membela maupun memperkaya segelintir pengusaha maupun penguasa yang rakus dan korup. Setuju? Terima kasih!

Renungan Joger, Selasa, 15 Oktober 2019

Renungan Joger, Selasa, 15 Oktober 2019.

Kalau saja para penguasa, para pengusaha, para pekerja, para pendidik, para pelajar, para mahasiswa, para petani, para pensiunan, maupun para penganggur di NKRI yang berdasarkan Pancasila ini benar-benar (tidak hanya seolah-olah saja) mau, mampu, sempat, ikhlas, dan mantap menjalankan kelima sila dalam Pancasila secara benar-benar wajar atau benar-benar optimal, tentu saja tidak perlu sampai ada orang miskin maupun terpaksa hidup susah di NKRI kita yang indah, subur, luas, dan kaya ini. Terima kasih!

Renungan Joger, Senin, 14 Oktober 2019

Renungan Joger, Senin, 14 Oktober 2019.

Alangkah indahnya hidup di NKRI yang berdasarkan Pancasila ini, kalau saja semua pemangku kepentingan yang hidup di wilayah NKRI ini benar-benar (tidak hanya seolah-olah saja) mau, mampu, sempat, ikhlas, dan mantap mengendalikan dirinya dan/atau terutama keserakahannya agar tetap berada dalam tingkat yang benar-benar wajar atau benar-benar optimal atau benar-benar baik, jujur, adil, beradab, kekeluargaan, bergotong-royong, dan bertanggungjawab atau benar-benar Pancasilais.

Renungan Joger, Sabtu, 12 Oktober 2019

Renungan Joger, Sabtu, 12 Oktober 2019.

Beginilah jadinya kalau orang-orang yang terlanjur kecewa malah hanya pandai memanfaatkan kebebasan berbicara tanpa berbekal iktikad atau niat baik yang benar-benar baik bagi kemaslahatan, keutuhan, maupun kesejahteraan kita bersama sebagai segumpal bangsa Indonesia yang heterogen, otonom, dependent, independent, maupun yang sebagian besar malah masih heteronomi ini. > Stop vandalisme!

Renungan Joger, Jumat, 11 Oktober 2019

Renungan Joger, Jumat, 11 Oktober 2019.

Silakan larang dan/atau bahkan hukum lah kami ketika kami benar-benar menghina maupun ketika kami sudah benar-benar bersikap destruktif, tapi tolong jangan larang kami untuk mengemukakan pendapat maupun meng(k)ritisi kalian yang suka mentang-mentang, sok kuasa, maupun suka bersikap seenaknya! Merdeka! Terima kasih!

Renungan Joger, Kamis, 10 Oktober 2019

Renungan Joger, Kamis, 10 Oktober 2019.

Tidak semua nasihat orang tua kita harus kita ikuti begitu saja tanpa berpikir, tapi juga tidak semua nasihat orang tua kita harus kita tolak mentah-mentah. Banyak hal positif maupun negatif yang bisa kita jumpai dalam nasihat orang tua kita, yang penting kita tetap mau membuka mata, telinga, otak, hati, maupun dompet kita untuk menerima maupun memberi secara benar-benar wajar atau benar-benar merdeka atau secara benar-benar baik, jujur, adil, beradab, dan bertanggung-jawab. Tetaplah bijaksana dan waspada!

Renungan Joger, Rabu, 09 Oktober 2019

Renungan Joger, Rabu, 09 Oktober 2019.

Dulu ketika saya masih belum pernah merasakan panasnya alat seterika yang baru beberapa menit selesai dipakai oleh ibu saya, saya sangat heran dan sangat tidak setuju dilarang untuk menyentuh seterika itu, tapi setelah merasakan sendiri betapa panasnya seterika yang masih panas, saya pun secara bebas dan bertanggung-jawab tidak pernah lagi mau menyentuh seterika yang masih panas. Pengalaman adalah guru yang terbaik dan paling layak untuk kita jadikan panutan. Setuju?

Renungan Joger, Selasa, 08 Oktober 2019

Renungan Joger, Selasa, 08 Oktober 2019.

Saya (Mr/Pak Joger) sebagai bapak, pendiri, pemilik, pembimbing, maupun pembombong semangat bersyukur dalam keluarga kecil (bukan keluarga besar) Joger sejak semula (1981) sudah memutuskan bahwa semua orang yang mau menjadi anggota keluarga Joger untuk tidak merokok, tapi kami, toh tidak merasa berhak dan/atau apalagi wajib memaksa orang lain yang bukan anggota keluarga Joger untuk tidak merokok dan kami juga tidak ingin semua pabrik rokok ada di NKRI ini ditutup. Hindarilah berdebat soal selera!

Renungan Joger, Senin, 07 Oktober 2019

Renungan Joger, Senin, 07 Oktober 2019.

Kami sekeluarga (keluarga kecil Joger) adalah orang-orang biasa yang secara subyektif dengan berbekal iktikad atau niat baik yang benar-benar baik, lebih baik, maupun terbaik, tidak dengan bekal niat baik yang terlalu baik maupun terlalu tidak baik memutuskan untuk tidak merokok, tapi kami, toh tidak mau memaksakan kehendak agar semua orang lain tidak merokok dan juga tidak menuntut semua pabrik rokok yang ada di NKRI kita tercinta ini ditutup. Merdeka!