Renungan

Renungan Joger, Minggu, 11 November 2018

Renungan Joger, Minggu, 11 November 2018.

Kejujuran memang sangat penting kita miliki serta amalkan dalam meniti karier yang sukses, tapi kalau bisa, biasakanlah untuk berniat benar-benar baik dulu sebelum bersikap jujur, karena kalau kita sudah bersikap jujur sebelum berniat benar-benar baik, tentu saja niat kita yang belum benar-benar baik akan diketahui oleh orang maupun oleh orang-orang, he..he..he. Niat benar-benar baik adalah yang terpenting!

Renungan Joger, Sabtu, 10 November 2018

Renungan Joger, Sabtu, 10 November 2018

Apa gunanya kaya, kalau ternyata kita tidak bahagia? Tapi mungkin bisa lebih tidak berguna lagi, ketika sudah miskin & banyak utang, ternyata hidup kita tidak bahagia juga, he..he. Makanya, kalau bisa, marilah kita berdoa dan bekerja secara benar-benar wajar saja, justru agar kita tidak sampai jatuh miskin, dan/tapi tidak sampai terlalu kaya, justru agar hidup kita pun bisa benar-benar bahagia! Oke?

Renungan Joger, Kamis, 9 November 2018

Renungan Joger, Kamis, 9 November 2018

Misteri adalah hal atau hal-hal yang sudah benar-benar tidak lagi bisa kita pahami, tapi marilah kita tetap berusaha untuk meningkatkan kemampuan otak maupun hati kita untuk setiap hari berusaha memikirkan, mengungkap, dan memahami berbagai misteri yang ada maupun terasa ada dalam keseharian kita secara benar-benar wajar, jangan kurang ajar, demi kemaslahatan kita bersama yang berkeadilan. OK?

Renungan Joger, Kamis, 08 November 2018

Renungan Joger, Kamis, 08 November 2018.

Tiga “Niat Mahabaik Dasar” Tuhan membiarkan kita (manusia biasa) tidak 100% sempurna di segala bidang kehidupan kita bersama di dunia yang fana dan hampir selalu penuh misteri ini? 1). Agar kita tetap tahu diri bahwa kita bukan Tuhan. 2). Agar kita tetap mau saling menghargai dan saling mendukung. 3). Agar kita tetap mau belajar dan benar-benar memperbaiki diri. Oke?

Renungan Joger, Selasa, 06 November 2018

Renungan Joger, Selasa, 06 November 2018.

Awas 1001 awas! Banyak bandar maupun pengedar NARKOBA berpenampilan luar menarik, sopan-sopan, dan murah hati, tapi dibalik semua kebaikan, kesopanan, dan kemurahhatian itu tersembunyi tagihan yang sangat menyakitkan & bahkan menghancurkan seluruh kehidupan kita maupun keluarga kita. Awas musang berbulu ayam berkeliaran mencari mangsa! Waspada!

Renungan Joger, Senin, 05 November 2018

Renungan Joger, Senin, 05 November 2018.

Silakan suka maupun cinta pada siapa atau apa pun juga, tetapi tetaplah jaga diri dan/atau jiwa & raga kita, agar tidak sampai ketagihan. Karena ketika kita sudah mulai ketagihan pada seseorang atau apalagi kepada “narkoba”, maka jiwa dan raga kita pun sudah kehilangan kemerdekaannya alias menjadi budak orang maupun benda yang membuat kita ketagihan. Tidak perlu takut/panik, tapi tetaplah waspada!

Renungan Joger, Minggu, 04 November 2018

Renungan Joger, Minggu, 04 November 2018.

Kalau memang ingin “bahagia” lahir batin di dunia ini & di akhirat kelak, marilah kita hapuskan hukuman mati! Dan tapi marilah kita perberat hukuman bagi para koruptor, kolutor (pelaku kolusi), nepositor (pelaku nepotisme), provokotor (pengacau dan pengadu domba yang kotor), maupun para pelaku dan penyebar teror. Bersatulah & jayalah NKRI.

Renungan Joger, Sabtu, 03 November 2018

Renungan Joger, Sabtu, 03 November 2018.

Sudah terlalu banyak contoh bangsa hancur karena korupsi. Marilah kita belajar dari negara-negara yang sedang maju, belum maju, sudah bangkrut, maupun hampir bangkrut! OK?

Renungan Joger, Jumat, 02 November 2018

Renungan Joger, Jumat, 02 November 2018.

Selama uang sudah kita angkat jadi raja atau ratu, maka membeberkan aib maupun dosa-dosa korupsi kelas kakap pun bisa jauh lebih berbahaya daripada mencemarkan nama baik maupun memfitnah orang-orang baik, jujur, dan miskin!

Renungan Joger, Kamis, 01 November 2018

Renungan Joger, Kamis, 01 November 2018

Saya sangat amat bersyukur lahir di Bali yang termasuk NKRI yang indah, subur, luas, kaya, punya Bhinneka Tunggal Ika, punya Soempah Pemoeda, punya UUD 1945, maupun sudah dan akan tetap berdasarkan Pancasila, karena di NKRI ini tidak ada orang yang boleh dipaksa oleh siapa pun untuk beribadah alias menghormati dan mencintai Tuhan Yang Mahaesa dengan berpikir, berbicara, berperasaan, berniat, bekerja nyata, dan berkarya secara baik, jujur, ramah, rajin, kreatif, dan bertanggung jawab. OK?