Renungan

Renungan Joger, Minggu, 02 Desember 2018

Renungan Joger, Minggu, 02 Desember 2018.

Dalam UUD 1945, para pendiri NKRI kita tercinta ini sudah sepakat untuk bersikap adil & beradab dalam mencapai kesejahteraan sosial berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kalau saja kesepakatan yang bagus dan mulia itu benar-benar kita sadari, pahami, serta jalankan bersama secara wajar, tentu saja tidak sampai ada rakyat kita yang harus hidup miskin di NKRI kita yang indah, luas, subur, kaya, dan berdasarkan Pancasila ini. Quo vadis niat benar-benar baik kita? Ke mana?

Renungan Joger, Sabtu, 01 Desember 2018

Renungan Joger, Sabtu, 01 Desember 2018.

Kalau bukan pengecut, janganlah berkecut hati ketika dipecut! Kalau bukan domba, janganlah mau diadu domba! Kalau bukan orang dungu, janganlah percaya begitu saja ketika dijejali dengan berita bohong, dongeng, hoax, maupun fitnah yang provokatif dan destruktif! Kalau bukan orang sembarangan, janganlah buang-buang maupun bakar-bakar sampah sembarangan! Tetaplah cerdas dan kritis!

Renungan Joger, Jumat, 30 November 2018

Renungan Joger, Jumat, 30 November 2018.

Kalau memang masih benar-benar mampu, sempat, dan boleh memilih, pilihlah pekerjaan yang paling halal, paling legal, paling menyejahterakan, paling bergengsi, dan paling menyenangkan, tapi kalau sudah tidak ada lagi, sebaiknya pelajari, pahami, terima, tekuni, syukuri, dan senangilah pekerjaan yang benar-benar masih ada atau tersisa untuk kita! Begitu saja, koq repot! Begitulah kata Gus Dur! OK? Terima kasih!

Renungan Joger, Kamis, 29 November 2018

Renungan Joger, Kamis, 29 November 2018.

Pahlawan adalah orang-orang biasa yang benar-benar (tidak hanya seolah-olah saja) baik, jujur, ramah, rajin, bertanggungjawab, berimajinasi, berinisiatif, berani, bersyukur, bermanfaat, tekun, dan tahu diri dalam menjalankan fungsi maupun profesinya secara berkesinambungan. Marilah kita tetap jaga rasa hormat dan rasa cinta kita pada NKRI kita tercinta ini dengan semangat kepahlawanan yang benar-benar wajar! Jangan korupsi! Oke?

Renungan Joger, Rabu, 28 November 2018

Renungan Joger, Rabu, 28 November 2018.

Masa lalu hanya akan membuat kita besar kepala dan besar mulut, jika kita bangga-banggakan. Masa lalu hanya akan membuat kita minder dan berkecil hati, kalau hanya kita sesali maupun ratapi. Tapi kalau benar-benar mau dan mampu kita ambil hikmahnya, maka masa lalu kita pun akan dengan senang hati membantu kita untuk menciptakan masa depan yang lebih baik & lebih mantap. Makanya, marilah kita ambil hikmahnya untuk menata masa depan yang mantap!

Renungan Joger, Selasa, 27 November 2018

Renungan Joger, Selasa, 27 November 2018

Rasa-rasanya saya pernah membaca dan/atau mendengar bahwa orang-orang yang suka meng(k)afirkan sesama manusia, adalah kufur alias tidak pandai bersyukur. Makanya, kalau bisa, janganlah suka menuduh orang lain kafir hanya karena orang lain itu punya tradisi ritual menyembah “Tuhan Yang Mahaesa” yang kebetulan berbeda dengan tradisi ritual yang ada dalam agama kita! Terima kasih! Thank U! Danke! Arigato!

Renungan Joger, Senin, 26 November 2018

Renungan Joger, Senin, 26 November 2018.

Pada dasarnya tidak ada manusia biasa yang suka diatur dan/atau apalagi dipimpin oleh orang lain. Apalagi oleh orang lain yang belum terbukti mau dan mampu mengatur dan memimpin diri dan keluarganya sendiri. Bagaimana mau menertibkan rakyat, kalau petugas penertibannya sendiri malah masih suka menerima dan/atau apalagi meminta uang jalan? Quo vadis NKRI?

Renungan Joger, Minggu, 25 November 2018

Renungan Joger, Minggu, 25 November 2018.

Jangan rangkul generasi milenial kita hanya dalam rangka mendapat suara mereka saja, tapi marilah kita rangkul mereka, justru untuk tetap berniat, berpikir, dan bersikap benar-benar baik, jujur, cerdas, kritis, rajin, konstruktif, inovatif, kreatif, dan produktif dalam rangka meningkatkan kesejahteraan hidup mereka sendiri dalam kesadaran & kapasitas mereka sebagai makhluk individu dan makhluk sosial yang juga orang Indonesia.

Renungan Joger, Sabtu, 24 November 2018

Renungan Joger, Sabtu, 24 November 2018.

“Vox Populi Vax Dei”, itu artinya “Suara Rakyat (adalah) Suara Tuhan”, peribahasa atau pepatah Latin yang bombastis itu sebenarnya hanya bisa dan boleh benar-benar kita terima & dukung, jika isi otak dan isi hati rakyat atau warga atau para pemangku kepentingan di NKRI kita tercinta ini belum dikendalikan atau dikuasai oleh para setan, iblis, pencuri, penjahat, koruptor, kolutor, nepositor, provokator, maupun perancang maupun pelaku teror!

Renungan Joger, Jumat, 23 November 2018

Renungan Joger, Jumat, 23 November 2018.

Dalam pembukaan UUD 1945, secara jelas dan tegas dinyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, termasuk bangsa Indonesia dengan segenap rakyatnya yang tidak mau menjajah dan/tapi juga tidak mau dijajah. Marilah kita pelajari, pahami, terima, miliki, serta jalankan kemerdekaan lahir dan batin kita dalam kehidupan kita bersama di NKRI yang konon sama-sama kita hormati dan cintai ini!