Renungan

Renungan Joger, Rabu, 31 Juli 2019

Renungan Joger, Rabu, 31 Juli 2019.

Konon semua orang sangat mendambakan kebebasan sebagai hak asasi, tapi sayang ternyata, toh tidak banyak orang yang mau dan mampu benar-benar memiliki serta menghargai kebebasan yang benar-benar bertanggung-jawab. OK?

Renungan Joger, Selasa, 30 Juli 2019

Renungan Joger, Selasa, 30 Juli 2019.

Sebagai manusia yang ambigu, kita memang sangat amat suka mengatur, tapi sebaliknya sangat tidak suka diatur, walaupun hidup kita sendiri sudah sangat-sangat amat tidak teratur!

Renungan Joger, Senin, 29 Juli 2019

Renungan Joger, Senin, 29 Juli 2019.

Otak dan hati manusia sebenarnya sangat mirip dengan kulkas atau lemari es. Kalau pintunya tidak dibuka, lampunya tidak mau menyala. Dan kalau selalu tertutup, mana mungkin kita bisa mengambil atau menambah isinya?

Renungan Joger, Minggu, 28 Juli 2019

Renungan Joger, Minggu, 28 Juli 2019.
Di atasnya langit yang tinggi hampir selalu ada langit yang lebih tinggi lagi, tapi di bawah meja yang rendah hampir selalu tidak ada meja. Marilah kita sama-sama sadari dan pahami bahwa tidak mungkin ada manusia sempurna, kalau toh ada, itu pasti bukan kita, bukan teman kita, bukan keluarga kita, dan/atau bahkan juga pasti bukan sesama anak bangsa Indonesia yang rendah hati & tahu diri. Makanya, kalau bisa, janganlah terobsesi ingin jadi manusia sempurna! Tetaplah sadar & tahu diri! Setuju?

Renungan Joger, Sabtu, 27 Juli 2019

Renungan Joger, Sabtu, 27 Juli 2019.

Salah satu (bukan satu-satunya) penghormatan yang bisa kita berikan kepada Tuhan kita bersama Yang Mahaesa, Mahabaik, Mahabijaksana, Mahamulia, Mahakuasa, dan Mahaadil, adalah dengan menerima secara sukacita dan berterima kasih pada Beliau atas segala kejadian yang terjadi sesuai maupun tidak sesuai dengan rasa keadilan kita sebagai manusia biasa yang tidak mungkin memahami Kemahaadilan Tuhan kita bersama Yang Mahaesa, Mahatahu, dan Mahaadil.

Renungan Joger, Jumat, 26 Juli 2019

Renungan Joger, Jumat, 26 Juli 2019.

Awas 1001 awas, di era ultra-demokratis seperti sekarang ini, di mana semua orang, bukan hanya orang-orang tertentu saja punya kebebasan untuk mengemukakan pendapat, ketika kita melakukan beberapa kebaikan, selalu ada saja orang super-hebat yang dengan enteng menilainya sebagai kurang baik, tapi ketika kita khilaf melakukan kesalahan, selalu ada saja orang super-iseng yang dengan senang hati mengatakannya sebagai kurang salah. Jangan putus-asa, tetaplah istikamah!

Renungan Joger, Selasa, 23 Juli 2019

Renungan Joger, Selasa, 23 Juli 2019.

Di zaman super-edan seperti sekarang ini pada umumnya orang-orang cenderung lebih suka curiga atau berpikir negatif daripada percaya atau berpikir positif terhadap sesama, makanya, syukurilah kalau sampai ada dan/atau apalagi sampai banyak orang tidak curiga dan tidak berpikir negatif tentang kita, apalagi kalau sampai mereka bersedia menjadi teman maupun pendukung hal-hal positif yang kita lakukan untuk kebaikan kita bersama. Jangan takut, tapi tetaplah waspada! Merdeka!

Renungan Joger, Senin, 22 Juli 2019

Renungan Joger, Senin, 22 Juli 2019.

Semahal dan sebagus apapun sepatu bermerek, kalau memang ingin atau harus kita pakai di ruang publik, pakailah di kaki kita! Semurah dan sejelek apapun topi tua yang sudah lusuh, kalau memang ingin atau harus kita pakai di ruang publik, pakailah di kepala!

Renungan Joger, Sabtu, 20 Juli 2019

Renungan Joger, Sabtu, 20 Juli 2019.

Kalau saja kita semua benar-benar mau dan mampu berpikir jernih atau berpikir logis, tentu saja penipu-penipu seperti “Taat Pribadi” maupun seperti “Wayan Purwayasa” tidak akan bisa tumbuh jadi pahlawan kesiangan di NKRI yang indah, luas, subur, kaya, dan berdasarkan Pancasila ini. Jangan takut, tapi tetaplah waspada! Kita tidak boleh melarang orang berusaha menipu, tapi kita, toh bisa melarang diri kita percaya pada penipu! Jangan percaya mulut manis!

Renungan Joger, Jumat, 19 Juli 2019

Renungan Joger, Jumat, 19 Juli 2019.

Konsep wisata halal boleh saja masuk ke mana saja, termasuk ke Bali atau yang menurut Mr. Joger adalah Balinesia alias Bali yang tak terpisahkan dengan Indonesia, Asean, Asia, maupun dari Dunia kita bersama yang sama dan yang satu ini, tetapi tentu saja konsep wisata halal dan legal menurut hukum positif yang berlaku di NKRI kita yang punya lebih dari 260 juta penduduk heterogen, otonom, dan heteronom ini. Bersatulah NKRI!