Renungan

Renungan Joger, Minggu, 21 Oktober 2018

Renungan Joger, Minggu, 21 Oktober 2018.

Kalau memang bukan domba, janganlah mau diadu domba! Kalau bukan burung beo, janganlah suka membeo! Kalau memang manusia yang baik & beradab, janganlah bersikap seperti binatang liar dan buas! Oke?

Renungan Joger, Sabtu, 20 Oktober 2018

Renungan Joger, Sabtu, 20 Oktober 2018.

Kalau memang benar-benar ingin kaya secara wajar, sering-sering dan banyak-banyak lah lembur secara wajar & kurangilah libur secara wajar, tapi kalau sudah benar-benar (tidak hanya seolah-olah saja) kaya raya, sering-sering & banyak-banyaklah berlibur secara lebih wajar juga.OK?

Renungan Joger, Jumat, 19 Oktober 2018

Renungan Joger, Jumat, 19 Oktober 2018.

Kalau bisa, marilah kita lembur maupun libur secara benar-benar baik, jujur, adil, beradab, teratur, terukur, dan bertanggungjawab, justru agar hidup kita pun bisa & boleh bahagia lahir batin di dunia yang fana dan penuh misteri ini dan jiwa kita pun bisa dan boleh tetap eksis secara tenang, damai, bahagia di akhirat yg kekal & lebih penuh dengan misteri lagi kelak.

Renungan Joger, Kamis, 18 Oktober 2018

Renungan Joger, Kamis, 18 Oktober 2018.

Salah satu ciri negatif atau kelemahan orang-orang yang belum benar-benar merdeka adalah mereka langsung merasa berhak dan/atau bahkan wajib untuk menjajah atau menindas, justru ketika mereka sedang tidak ditindas, sangat sulit kita ajak hidup bersama secara benar-benar baik, jujur, adil, beradab, tanpa tekanan atau paksaan dari luar dirinya.

Renungan Joger, Rabu, 17 Oktober 2018

Renungan Joger, Rabu, 17 Oktober 2018.

Kalau bisa, marilah kita hidup wajar-wajar saja, jangan kurang ajar, tetapi kalau, toh sampai harus kurang ajar, kurang ajarlah secara sewajar-wajarnya saja! Jangan berlebih-lebihan, tapi juga jangan sampai terlalu jauh di bawah bakat, berkat, maupun kapasitas kita yang sesungguhnya!

Renungan Joger, Selasa, 16 Oktober 2018

Renungan Joger, Selasa, 16 Oktober 2018.

Dulu (di tahun 1970-an) ketika Jerman Barat ingin membangun perekonomian Jerman, mereka pun mengundang banyak sekali tenaga murah (terutama) dari Turki tanpa menuduh mereka sebagai perebut lapangan pekerjaan, bahkan pemerintah dan masyarakat Jerman pun secara adil dan beradab memanggil mereka sebagai “Gastrarbeiter” atau “pekerja tamu”, bukan “Auslander” (bukan “orang asing”). > Itu Jerman.

Renungan Joger, Senin, 15 Oktober 2018

Renungan Joger, Senin, 15 Oktober 2018.

Jika memang bisa membiayai sendiri, untuk apa mencari dan/atau apalagi sampai mengundang investor dari luar desa, luar pulau, dan/atau apalagi dari luar negeri? Jika memang bisa membangun sendiri, untuk apa mencari dan/atau apalagi sampai mengundang pekerja dari luar desa, dari luar pulau, dan/atau apalagi dari luar negeri? Berpikirlah masak-masak terlebih dahulu, sebelum bertindak! Terima kasih!

Renungan Joger, Minggu, 14 Oktober 2018

Renungan Joger, Minggu, 14 Oktober 2018

Kalau bisa, bayarlah pajak secara wajar atau secara baik, jujur, adil, beradab, sukacita, dan/tetapi tetap bertanggung-jawab! Karena pajak adalah salah satu (bukan satu-satunya) alat maupun cara untuk menciptakan serta menyebarkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang tidak semuanya mampu memperoleh nafkah cukup. Jauhilah sifat maupun sikap mentang-mentang & mentung-mentung! Setuju?

Renungan Joger, Sabtu, 13 Oktober 2018

Renungan Joger, Sabtu, 13 Oktober 2018

Marilah kita ajak atau libatkan semua anggota masyarakat yang benar-benar (tidak hanya seolah-olah saja) baik, jujur, dan tidak korup untuk ramai-ramai ikut berperanserta aktif memberantas korupsi bersama para petugas di KPK kita yang benar-benar anti-korupsi, jangan libatkan anggota masyarakat yang jahat, curang, licik, munafik, dan korup! Janganlah menyapu dengan sapu yang kotor! Oke? Terima kasih!

Renungan Joger, Jumat, 12 Oktober 2018

Renungan Joger, Jumat, 12 Oktober 2018.

Perekonomian kita memang sangat membutuhkan banyak lapangan pekerjaan, tapi tentu saja bukan lapangan pekerjaan yang hanya membuat kita semua sibuk bekerja saja, tapi tentu saja lapangan pekerjaan yang benar-benar mau dan mampu menyejahterakan para stakeholder yang berbudaya (tanpa terlalu merusak lingkungan hidup kita bersama), secara berkesinambungan.