
Jangankan dari para guru maupun dosen, bahkan dari rumput yang sering kita injak-injak pun kita bisa dan boleh saja belajar.
Sebagai orang yang benar-benar bahagia, apa salahnya kita membuat diri kita menjadi lebih bahagia, justru dengan membuat teman-teman kita bisa dan boleh benar-benar tambah bahagia.
Kalau ingin bahagia, syukurilah hal-hal positif atau maslahat yang telah terjadi pada diri kita selama ini. Tetapi jika ingin lebih bahagia, justru syukurilah semua hal, tidak perduli yang positif maupun yang negatif.
Memilih serta menjalankan secara baik dan jujur keyakinan yang baik dan jujur, adalah salah satu (bukan satu-satunya) hak asasi kita sebagai manusia yang berakal budi.
Dua arti nasihat Batara Semar yang berbunyi “Ojo Dumeh” itu sebetulnya bisa berbarti jangan mentang-mentang dan jangan mentung-mentung!
Memiliki tabungan uang dan harta duniawi yang banyak memang penting, tetapi tentu saja sebaiknya juga diimbangi dengan tabungan harta surgawi atau tabungan akhirat.
Membaca maupun menulis hal-hal yang benar-benar baik dan bermanfaat bagi kemaslahatan kita bersama memang penting, tetapi mempraktikkan serta mewujudkan apa-apa yang sudah kita baca maupun tulis ternyata lebih penting!
Kalau bisa, janganlah melakukan hal-hal yang belum pantas, belum perlu, belum mampu, belum sempat, belum ikhlas, dan belum mantap kita lakukan. Merdeka!
Tahukah Anda bahwa “investasi” yang paling murah dan paling sedikit risikonya adalah “investasi” dalam bentuk tersenyum, kalau tidak percaya - silakan “berinvestasilah” di dekat kami (keluarga Joger Kuta maupun Luwus).
Hidup ini memang hampir selalu penuh dengan risiko, tetapi syukurlah hampir selalu juga penuh dengan cara-cara untuk menghindari maupun untuk mengatasi berbagai macam risiko - yang penting janganlah pernah benar-benar berhenti berdoa dalam bentuk berusaha.