
Walaupun kita semua sama-sama percaya dan/atau bahkan meyakini bahwa jodoh adalah sepenuhnya ada di tangan Tuhan Yang Maha kuasa, tetapi kalau memang masih bisa dan/atau belum terlanjur, sebaiknyalah kita bergaul, mendekati, dan menyayangi pacar dalam negeri kita sendiri yang sudah jelas bibit, bebet maupun bobotnya.
Uang maupun harta yang banyak bisa saja jadi anugerah, kalau benar-benar mau, mampu, sempat, ikhlas, dan mantap kita sikapi atau kelola secara benar-benar baik, jujur, adil, beradab, bertanggungjawab, dan berkesinambungan.
Jangankan dari para guru maupun dosen, bahkan dari rumput yang sering kita injak-injak pun kita bisa dan boleh saja belajar.
Kalau memang masih bisa dan masih boleh melakukan hal-hal yang baik-baik dan bermanfaat-bermanfaat - untuk apa melakukan hal-hal yang tidak baik dan tidak bermanfaat?
Kalau bukan kita sendiri, siapa lagi yang bisa kita harapkan untuk mengubah nasib kita agar jadi lebih baik? Marilah kita perbaiki nasib kita sendiri masing-masing, justru dengan memperbaiki niat dan sikap hidup kita sendiri.
Hidup ini memang hampir selalu penuh dengan risiko, tetapi syukurlah hampir selalu juga penuh dengan cara-cara untuk menghindari maupun untuk mengatasi berbagai macam risiko - yang penting janganlah pernah benar-benar berhenti berdoa dalam bentuk berusaha.
Tahukah Anda bahwa untuk bisa dan boleh hidup bahagia secara wajar, di samping butuh berbagai kecerdasan, ternyata kita juga butuh berbagai macam kebodohan untuk mensyukuri hal-hal yang sebenarnya sangat amat sulit kita syukuri secara nalar.
Walaupun lain, orang lain itu sebenarnya sama saja seperti kita, karena kita semua, kan sama-sama manusia yang merupakan ciptaan Tuhan (kita bersama) yang Maha Esa, Mahabaik, Mahabijaksana, Maha Adil, Mahakuasa, dan Mahapencipta! Oke? Terima kasih!
Sebagai sebuah bangsa yang besar, kita butuh orang-orang yang setia kepada bangsa, bukan orang yang hanya setia kepada partai, agama, suku maupun golongannya sendiri saja!
Walaupun kita semua sama-sama percaya dan/atau bahkan meyakini bahwa jodoh adalah sepenuhnya ada di tangan Tuhan Yang Maha kuasa, tetapi kalau memang masih bisa dan/atau belum terlanjur, sebaiknyalah kita bergaul, mendekati, dan menyayangi pacar dalam negeri kita sendiri yang sudah jelas bibit, bebet maupun bobotnya.