Renungan

Renungan Joger, Sabtu, 28 Maret 2015

Bunuh diri karena putus asa atau ulah pati, adalah dosa besar, tapi orang-orang terlalu serakah yang melakukan tindakan korupsi, kolusi, koncoisme, nepotisme, premanisme, maupun terorisme yang menyebabkan makin banyak sesama kita hidup susah, miskin, sengsara, dan putus asa, adalah perbuatan yg jauh lebih besar lagi dosanya. Oke?

Renungan Joger, Jumat, 27 Maret 2015

Alangkah indahnya hidup di NKRI yg indah, kaya, luas, subur, berdasarkan Pancasila, dan konon sama-sama sangat amat kita cintai ini, kalau saja Tuhan Yang Mahakuasa berkenan mengirim beberapa malaikat untuk memimpin KPK kita, POLRI, Kejaksaan kita, Kehakiman kita, Pertanian kita, Perdagangan kita, Parlemen kita, DLLLLnya.

Renungan Joger, Kamis, 26 Maret 2015

Bagaimana mau melarang saudara-saudari kita yang sudah menginvestasikan begitu banyak uang mereka pada waktu kampanye atau ber-money politics untuk mencari atau mengejar rente atau reinvesment mereka sebanyak-banyaknya dan secepat-cepatnya? Bibit yang tidak baik biasanya menghasilkan buah yg tidak baik.

Renungan Joger, Selasa, 24 Maret 2015

Kalau belum mampu membantu, minimal janganlah mengganggu! Jika sudah tidak miskin, janganlah ikut rebutan membeli beras yang khusus dijual dengan harga murah untuk sesama kita yang masih miskin! Marilah kita tingkatkan kecemburuan berbuat sosial yang positif, justru untuk mengurangi kecemburuan sosial (iri maupun dengki) yg negatif! Ingat hukum karmapala!

Renungan Joger, Senin, 23 Maret 2015

Kami (keluarga Joger) adalah orang2 biasa yg tidak mendukung hukuman mati. Kami juga memahami karena apa pemerintah yg warganya akan dieksekusi mati protes keras, tapi kami juga memahami dan menghargai niat baik pemerintah kita untuk mencegah makin rusaknya bangsa ini akibat maraknya penyalahgunaan narkoba! Bersatu, bangkit, dan jayalah NKRI!

Renungan Joger, Kamis, 19 Maret 2015

Hidup di dunia yg fana dan penuh misteri ini, adalah sederetan kesempatan maupun kesempitan untuk melakukan hal-hal yg pantas, perlu, mampu, sempat, dan mau kita lakukan, tapi juga kesempatan untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak pantas, tidak perlu, tidak mampu, tidak sempat, dan tidak mau kita lakukan. Begitulah kata Joger.

Renungan Joger, Rabu, 18 Maret 2015

Kalau saja tidak makin banyak saja orang-orang yg terlalu serakah, tentu saja kita semua bisa & boleh serakah secara baik, jujur, ramah, rajin, dan wajar. Serakah itu sebenarnya baik, asalkan jangan terlalu serakah maupun terlalu tidak serakah. Pendapat ‘aneh’ ini sudah saya (Mr.Joger) mulai sebarluaskan sejak tahun 2000. Selamat merenungkan secara baik & wajar!

Renungan Joger, Senin, 16 Maret 2015

Kalau bisa, marilah kita saling mengasihi dan menyayangi! Tapi kalau memang benar-benar (tidak hanya berpura-pura saja) belum mampu untuk saling mengasihi dan menyayangi, mungkin minimal jangankan saja terlebih dahulu. Setuju?

Renungan Joger, Minggu, 15 Maret 2015

Kalau saja seluruh rakyat kita sudah benar2 (tidak hanya se-olah2 saja) sejahtera & bahagia karena sudah dan tetap mau, mampu, sempat, ikhlas dan mantap berdoa, bekerja, berkarya, bergaul, maupun berbagi secara benar2 baik, jujur, ramah, rajin, bertanggung jawab, dan bersyukur, jangankan KPK, bahkan polisipun kita tidak perlu punya tapi sayang, ternyata kita masih perlu KPK.

Renungan Joger, Jumat, 13 Maret 2015

Daripada repot2 dan jauh2 bertransmigrasi ke luar pulau atau keluar banyak biaya untuk jadi ‘pahlawan devisa’ ke luar negri, mungkin lebih baik dan lebih dekat bergabung jadi ‘anggota keluarga’ Joger di Kuta, Badung atau di Luwus, Tabanan. Dijamin tidak dimanja maupun disiksa! Tapi janganlah percaya begitu saja!