Renungan

Renungan Joger, Kamis, 26 Februari 2015

Sebagai orang Bali karena lahir di Bali, saya sering merasa sedih melihat maupun mendengar adanya warga Bali yang (pasti karena terpaksa) ikut transmigrasi maupun pergi ke luar negeri untuk jadi (istilah kerennya) ‘pahlawan devisa’, dan dari sebab itulah saya melalui Joger mengajak (terutama) warga Bali untuk bergabung menjadi anggota keluarga Joger. Hubungi Joger, Tlp 0361-752523

Renungan Selasa 24 Februari 2015

Walaupun sangat amat sulit, tapi janganlah pernah benar2 putus asa untuk memberantas korupsi, kolusi, nepotisme, premanisme, temanisme, maupun terorisme dalam bentuk atau wadah apapun juga. Marilah kita benar2 (tidak hanya seolah-olah atau hanya di mulut saja) belajar untuk jadi orang baik dan tertib sampai benar2 bisa & sampai benar2 terbiasa. Sadar & jayalah NKRI!

Renungan Joger, Sabtu 21 Februari 2015

Menurut perhitungan Astrologi Tiongkok Kuno, 354 hari terhitung mulai tanggal 19/02/2015 s/d 07/02/2016 adalah termasuk dalam perhitungan tahun ‘kambing kayu’, bukan tahun sate kambing, bukan tahun kambing congek, bukan tahun kambing hitam, bukan tahun kandang kambing, dan juga bukan tahun kambing kandang.

Renungan Joger, Minggu, 15 Februari 2015

Kami adalah kumpulan orang-orang yang sudah pernah miskin dan sudah pernah kaya, tapi setelah kami bandingkan, ternyata kaya memang lebih enak dan lebih tenang. Darisebab itulah marilah kita rajin bekerja supaya kaya, tapi tentu saja tanpa membiarkan/membuat orang lain tetap miskin.

Renungan Joger, Sabtu, 14 Februari 2015

Yang membuat kita sukses dan bahagia bukanlah harta atau kedudukan atau kepandaian, melainkan sikap yang baik dan benar yang kita pakai untuk mensyukuri segala sesuatu yang ada maupun terasa ada dalam kehidupan kita. Okey??

Renungan Joger, Jumat, 13 Februari 2015

Kalau soal kemiskinan, jangankan orang yang terlanjur kaya, orang yang terbiasa miskin pun sebenarnya sangat tidak suka miskin. Benar, kan?!?

Renungan Joger, Kamis, 12 Februari 2015

Orang-orang bernasib baik adalah orang-orang yang sudah mau dan mampu mensyukuri keberadaannya atau hidupnya secara apa adanya, tanpa perlu menunggu terjadinya keajaiban-keajaiban atau mukjizat-mukjizat yang luar biasa dari Tuhan Yang Mahakuasa, Mahapengasih, dan Mahapenyayang.

Renungan Joger, Kamis, 29 Januari 2015

Sebagai bangsa yang besar dan baik, kita butuh orang-orang baik, berjiwa besar, jujur, ramah, rajin , merdeka, dan setia kepada nusa dan bangsa, bukan orang-orang korup, munafik, berjiwa kerdil, suka mentang-mentang, dan hanya setia kepada partai atau golongannya sendiri saja.

Renungan Joger, Rabu, 28 Januari 2015

Walaupun membangun di tanah (hak) milik kita sendiri, kita toh tidak boleh membangun bangunan yg terlalu aneh2 secara ngawur dan/atau seenaknya, tapi juga janganlah secara sengaja membangun yg tidak enak ditempati. Tanyalah syarat2nya, lalu ajukanlah IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) yg wajar (tidak kurang ajar dan tidak melanggar aturan).

Renungan joger, Selasa, 27 Januari 2015

Kami (para pendukung filosofi dan NSM/ Niat Swadaya Masyarakat Garing) sebenarnya tidak pernah merasa wajib untuk membantu sesama, tapi kami hampir selalu merasa berhak & sangat suka membantu sesama yang memang benar-benar pantas, perlu, dan mau menerima bantuan yang wajar dari kami secara wajar (tidak kurang ajar). Sampai jumpa Tgl 1/2/2015.