Renungan

Renungan Joger, Kamis 3 Desember 2015

Barang siapa menanam dan merawat padi secara baik dan benar, dialah yang paling berhak memanen padi. Barang siapa suka menebar ketakutan maupun ketidakadilan, kemungkinan besar dia jugalah yang akan paling merasa ketakutan dan tidak nyaman jiwanya, terutama ketika harus menghadap Tuhan Yang Mahaesa di akhirat kelak. Jangan takut, tapi tetaplah waspada! Thank U!

Renungan Joger, Rabu, 2 Desember 2015

Marilah kita hilangkan keinginan untuk bikin negara berdasarkan agama maupun partai tertentu, tapi marilah kita sadari, pahami, terima, dan tumbuhkembangkan sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila saja! Bangkit dan bersatulah seluruh rakyat Indonesia! Bangkit dan bersatulah NKRI!

Renungan Joger Selasa, 1 Desember 2015

Kalau memang belum ingin jadi tukang catut, sebaiknya jangan mencatut nama presiden, wakil presiden, menteri, wakil menteri, gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, rakyat biasa, maupun wakil rakyat luar biasa! Oke?

Renungan Joger Senin, 30 November 2015

Seorang tukang parkir maupun pemulung yang baik, jujur, ramah, rajin, dan bertanggung jawab, jauh lebih berharga bagi negeri ini, dari pada seorang oknum pejabat tinggi yang berhati busuk dan sangat korup. Quo vadis Indonesia? Quo vadis Pancasila? Quo vadis para abdi masyarakat? Kemana larinya para pencinta tanah air kita???

Renungan Joger Minggu, 29 November 2015

Orang atau pengusaha yang benar2 (tidak hanya seolah-olah saja) kreatif, adalah orang atau pengusaha yang benar2 merdeka! Merdeka, bukanlah hanya sekadar bebas, tapi harus benar2 baik, jujur, ramah, rajin, konstruktif, inovatif, dan bertanggung jawab. Bertanggung jawab berarti teliti, cermat, dan hemat semenjak merencanakan apapun juga.

Renungan Joger, Sabtu, 28 November 2015.

Kalau bisa, janganlah remehkan siapa atau apapun juga, termasuk janganlah remehkan kekuatan destruktif oknum2 penguasa maupun pengusaha korup (berhati busuk), apalagi yang kelas ikan hiu atau kelas kakap yang hampir selalu bisa memanfaatkan peluang untuk memperkaya diri sambil membiarkan makin banyak sesama terpaksa miskin dan sengsara. Jangan takut, tapi tetaplah waspada! Oke?

 

Renungan Joger, Kamis, 26 November 2015.

Kalau memang benar2 mau puasa, puasalah justru ketika kita sedang makmur, dan banyak punya makanan, karena kalau kita hanya baru mau ‘puasa’ ketika kita sudah bangkrut dan sudah tidak punya makanan sama sekali, berarti itu bukan puasa namanya, melainkan kelaparanlah namanya. Kendalikanlah diri kita justru ketika kendali masih kita pegang!

Renungan Joger, Selasa 24 November 2015

Apa gunanya menyibukkan diri dengan kegiatan saling menyalahkan? Mengapa kita tidak memperbanyak kegiatan2 instropektif, untuk kemudian saling mendukung dalam mewujudkan hal-hal yang benar-benar maslahat atau lebih maslahat bagi kita bersama? jangan saling serang!

Renungan Joger, Senin 23 November 2015

Kalau saja dunia memang benar bisa berkata-kata, tentu saja ‘dunia’ akan protes melihat betapa malasnya rakyat membayar pajak, tapi pada waktu yg sama ‘dunia’ juga akan perotes melihat begitu gemuknya deposito milik para mafia pajak maupun para oknum petugas pajak korup. Apa kata dunia?

Renungan Joger minggu, 22 November 2015

Minimal atau paling tidak , marilah kita usahakan agar diri kita sendiri maupun para anggota keluarga kita tercinta tidak sampai tumbuh dan berkembang menjadi beban, penganggur, parasit, pengacau, preman, penipu, koruptor, kolutor, nepositor, maupun pelaku teror di NKRI yang indah, luas, subur, kaya, berdasarkan Pancasila, dan konon sama2 amat kita cintai ini! Oke?