Renungan

Renungan Joger Rabu, 2 September 2015

Kalau memang benar-benar ingin membangun negeri secara benar-benar baik, jujur, rajin, bertanggung jawab, dan/atau tidak ngawur, marilah kita galakkan atau tingkatkan kecemburuan berbuat sosial yang positif dan konstruktif, justru untuk mengurangi kecemburuan sosial yang negatif dan destruktif. Kurangilah kebiasaan buruk mengumbar rasa iri dan/atau apalagi dengki!

Renungan Joger, Selasa, 01 September 2015

Batam sulit menyamai/ menyaingi Singapura, karena banyak “investor yang ingin mendirikan usaha”, melainkan “investor-investor spekulan tanah” memborong tanah dengan harga rendah untuk dijual kembali dengan harga selangit Dan juga banyak ” ruli” alias” rumah liar” yang sengaja dibangun di tanah- tanah milik para spekulan itu. Quo vadis NKRI?

Renungan Joger, Senin, 31 Agustus 2015.

Membangun rumah di atas tanah yang bukan miliknya, adalah perbuatan melanggar hukum, tapi ketika si pemilik sah tanah di Batam ingin menjual atau memanfaatkan tanahnya, ternyata mereka harus memberi uang “ganti rugi” kepada pembangun “ruli alias rumah liar”, apakah kebiasaan buruk seperti ini akan kita biarkan berkembang jadi tradisi/adat istiadat kita?

Renungan Joger Kamis, 27 Agustus 2015

Sebenarnya kami juga punya uang cukup untuk membeli kekuasaan, tapi kami tidak mau punya kekuasaan yang terlalu besar, karena ketika punya kekuasaan kecil saja, kami sudah sering tergoda untuk bersikap sok kuasa alias menyalahgunakan kekuasaan kecil kami. Semoga saja kami tidak sampai punya kekuasaan yg terlalu besar maupun terlalu kecil! Wajar-wajar sajalah.

Renungan Joger Rabu, 26 Agustus 2015

Pendidikan yang paling efektif adalah dengan memberi contoh. Pendidikan yang disajikan dengan kekerasan cenderung membuat anak didiknya akan tumbuh menjadi manusia yang keras dan bengis tapi rendah diri. Makanya, justru karena sudah banyak contoh negatif, marilah kita hapuskan kekerasan dalam pendidikan! Wajar2 sajalah!

Renungan Joger Selasa, 25 Agustus 2015

Awas 1001 awas! Waspadailah bahaya laten penyakit malas yang sering kali malah menyerang orang-orang ‘cerdas yang buas’. ‘Orang cerdas yang buas’ adalah orang yang cenderung hanya memanfaatkan kecerdasan otaknya secara licik untuk bisa memperoleh banyak uang tanpa perlu bekerja maupun berkarya nyata/produktif. Waspadailah bahaya laten manusia buas!

Renungan Joger, Sabtu, 22 Agustus 2015.

Salah satu (bukan satu2nya) musuh NKRI yang berdasarkan Pancasila ini, adalah ‘binatang buas berwujud manusia’ yang sangat licik, munafik, dan sangat pandai memakai Pancasila maupun agama sebagai tameng/benteng pelindung dalam memperkaya diri tanpa mau bekerja maupun berkarya nyata secara baik, jujur, rajin, dan bertanggungjawab. Waspada!

Renungan Joger Kamis, 20 Agustus 2015

Jika rasa dengki atau rasa iri yang didasari kebencian, sudah kita terima sebagai satu-satunya cara menyikapi keberhasilan sesama kita dalam meraih cita-cita mereka untuk lepas dari kemiskinan, janganlah heran, kalau makin sedikit sesama kita yang bersedia bekerja keras untuk meraih cita -cita mereka untuk jadi kaya maupun jadi sejahtera secara terbuka. Oke?

Renungan Rabu, 19 Agustus 2015

Sungguh sangat amat berat tugas pemerintahan Jokowi & JK yg walaupun sudah terpilih secara demokratis, tapi di hampir semua aspek kehidupan di NKRI tercinta ini sudah dikendalikan oleh kartel atau para mafia profit oriented yg siap menghalalkan segala cara untuk mengeruk profit se-banyak2nya tanpa perduli nasib sesama. Astaga!

Renungan Joger Selasa, 18 Agustus 2015

Terima kasih kami ucapkan atas partisipasi semua pihak (sekitar 3000-an sukarelawan/sukarelawati) yang sudah ikut bekerja bakti (tanpa dibayar sama sekali) dalam kegiatan membersihkan kurang lebih 70 Km dari Bali terutama dari sampah-sampah plastik (nonorganik). Terima kasih! Semoga makin banyak orang yang ikut menjaga kelestarian lingkungan.