Renungan

Renungan Joger, Kamis 05 November 2015.

Kalau memang ingin tampil cantika & menarik, tampilah secantik-cantiknya dan semenarik-menariknya hanya untuk suami Anda seorang saja. Tetapi itu, toh bukan berarti bahwa Anda harus tampak buruk & menjijikan bagi orang lain. Pakailah iktikad/niat baik dan akal sehat yg wajar dalam membina kebahagiaan rumah tangga yg sehat & wajar. Wajar! Jangan kurang ajar! Oke?!

Renungan Joger, Rabu 04 November 2015

Makin tinggi tempatnya, makin kencang anginnya. Makin penting posisinya, makin sinting gosipnya. Dalam menjawab pertanyaan di sekolah, tentu saja 1+1 selalu harus sama dengan 2. Tapi dalam urusan politik tingkat tinggi, 1+1 tidak selalu sama dengan 2. Dalam politik tingkat tinggi, banyak kejujuran dan kebohongan tingkat tinggi! Aduh!

Renungan Joger, Selasa 3 November 2015.

Sebenarnya sangat amat menyakitkan melihat kenyataan bagaiman uang atau ‘darah & keringat’ kita yg kita setorkan melalui pajak lebih banyak di-hambur2kan dan dikorupsi oleh para oknum elite politik maupun penguasa yg terhormat. Tapi mau apa lagi, inilah Indonesia kita!

Renungan Joger Senin 02 November 2015

Masalahnya bukanlah terletak pada berkuasa atau tidak berkuasa, melainkan pada kemaunan dan kemampuan kita untuk menjaga atau mengontrol diri kita ketika berkuasa, dan ketika tidak berkuasa pun kita tidak sampai mentang2 tidak berkuasa. Ok?

Renungan Joger Sabtu 31 Oktober 2015

Orang2 yg otak dan hatinya sudah dibiarkan penuh dengan hal2 atau konsep2 yg negatif (mudarat), biasanya tidak punya ruang lagi untuk hal2/konsep2 yg positif (maslahat). makanya marilah kita perluas ruang untuk hal2/konsep2 yg positif, sambil tetap menyisakan sedikit ruang untuk hal2/konsep2 yg negatif yg sudah kita jinakkan. 99% baik dan positif.

Renungan Joger Rabu, 28 Oktober 2015

Untuk bisa maju secara wajar, lakukanlah hal-hal yang bermanfaat secara wajar, walaupun tidak kita sukai, dan hindarilah melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat yang biasanya malah enak untuk dilakukan. Semoga sukses serta bahagia! Selamat memperingati hari Sumpah Pemuda!

Renungan Joger Selasa, 27 Oktober 2015

Orang digigit anjing = biasa. Orang menggigit anjing = luar biasa. Pencuri mencuri = biasa. Polisi mencuri = luar biasa. Abdi masyarakat melayani masyarakat = biasa. Abdi masyarakat minta diabdi oleh masyarakat = lebih biasa. Abdi masyarakat mempersulit masyarakat = kesempatan bagi para calo untuk mencari mangsa. Hadirnya para calo di kantor-kantor pemerintahan = tanda bahwa pelayanan publik yg buruk (sudah biasa). Sekadar pembeberan kenyataan dari Joger, Kuta.

Renungan Joger Senin, 26 Oktober 2015

Saat ini NSM Garing sedang mencari tiga orang/keluarga kurang mampu yang benar-benar ingin membangun rumah sangat sederhana dengan membuktikan keseriusannya dengan menyediakan 20% X Rp 17 juta alias Rp 3,4 juta (bisa dalam bentuk natura/bahan bangunan). Hubungi Bapak Agus Merdika di Joger, Kuta, Telpon 0361 752523 atau 0361 753059. Setiap hari dari jam 10.00 s/d 18.00 WITA. Terima kasih

Renungan Joger, Minggu, 25 Oktober 2015

Salah satu = sembilan. Salah dua = delapan. Salatiga = dekat Solo. Salah empat = enam. Salah lima = tanda bahaya. Salah enam = karena apa? Salah tujuh = kurang tidur? Salah delapan = harus diberi perhatian khusus. Salah sembilan = naga berbahaya. Salah sepuluh = salah semua. Ayo, marilah kita belajar justru agar betul semua dan bisa juara kelas.

Renungan Joger Kamis, 23 Oktober 2015

Orang digigit anjing adalah biasa, tapi orang menggigit anjing adalah luar biasa. Pencuri mencuri adalah kejahatan biasa, tapi polisi mencuri adalah kejahatan luar biasa. Abdi masyarakat meringankan beban masyarakat adalah wajar, tapi abdi masyarakat mempersulit masyarakat (menurut para calo) adalah kesempatan untuk mencari mangsa. Hadirnya para calo adalah tanda buruknya pelayanan.