
Sebagai bangsa yang baik dan besar, kita butuh banyak kontribusi kebaikan maupun kebajikan dari orang-orang besar maupun orang-orang kecil yang baik dan/atau berjiwa besar.
Bicaralah sebebas-bebasnya, tetapi jangan sampai terlalu bebas, terlalu banyak, terlalu keras, dan/atau apalagi sampai meniadakan kebebasan orang/pihak lain!
Justru karena masih punya otak dan hatilah sebaiknya kita mau dan mampu berunding maupun bermusyawarah dalam membuat undang-undang maupun peraturan yang berlaku umum di NKRI kita tercinta ini!
Masalahnya tidak terletak pada besar kecilnya kekuasaan, tetapi justru pada kemauan serta kemampuan kita dalam mengolah kekuasaan secara optimal sebagai orang besar maupun sebagai orang kecil.
Banyak-banyaklah berbuat baik maupun kebajikan, tetapi janganlah sampai terlalu banyak!
Kalau memang sudah tidak mampu mendengar teriakan hati nurani rakyat, cobalah dengarkan bisikan hati nurani kita sendiri.
Kalau memang ingin tetap bersatu, marilah kita saling menghargai, saling memahami, saling mendukung, saling memaafkan, dan introspeksi, bukan malah sibuk cari masalah dengan mengobar-ngobarkan rasa antipati serta kekecewaan hidup kita.
Presiden Prabowo memang keren! Mau, mampu, dan berani memaafkan Pak Hasto maupun Pak Lembong! Viva Pak Prabowo! Bersatu dan jayalah NKRI!
Terima kasih dan selamat jalan untuk Pak Kwik Kian Gie yang sangat baik, jujur, bersih, dan berani membela rakyat kecil. Viva NKRI!
Kalau bisa, marilah kita cari, kumpulkan, hemat, tabung, manfaatkan, dan bahkan bagi-bagikan uang-uang halal, legal, dan logis kita secara benar-benar baik, jujur, wajar, adil, beradab, optimal, dan/atau merdeka. Terima kasih!