Penelitian Ilmiah di Joger yang tidak Ilmiah

Oleh: Drs. I Wayan Gara

Joger suka humor, penulis suka humor, dan setiap orang yang menikmati humornya Joger tentunya ia suka humor. Humor itu adalah sesuatu yang lucu, kelucuan, atau kejenakaan, yang dapat menghibur dan membahagiakan penikmatnya. Sehubungan dengan hal itu, penulis sangat tertarik mengangkat dan mengadakan penelitian yaitu untuk menyusun sebuah tesis yang berjudul “Wacana Humor pabrik Kata-kata Joger”.

Sungguh suatu anugrah atau mungkin ini yang dinamakan jodoh ketika penulis dengan optimis menjatuhkan pilihan untuk penelitian ini yang serta merta disambut dengan baik oleh para dosen pembimbing yang terhormat Bapak Prof. Dr. I Gusti Ngurah Bagus dan Bapak Dr. Aron Meko Mbete. Setelah melalui proses persiapan dan pelaksanaan penelitian yang relatif cukup panjang, akhirnya kini penggarapan tesis itu sudah sampai pada tahap-tahap analisis dan deskripsi yang terakhir.

Kesan yang mendalam, mengagumkan, dan menyenangkan sekali yaitu ketika penulis secara langsung dapat berbaur dan bersama-sama menikmati suasana yang membahagiakan dalam keseharian mengikuti aktifitas di Pabrik Kata-kata Joger (PKJ) Kuta, Bali. Ada dua aktifitas yang sangat penting dan berharga yang

TAK ADA DUDA
JAKAPUN JADI

Tak ada akar, rotanpun jadi!
Tak ada akar, rotanpun jadi!
Tak ada akar, rotanpun jadi!

TAK ADA LAKI-LAKI
PRIAPUN BOLEH

patut diteladani yaitu adanya gerakan PMDN (Penahaman Modal Dunia) dan PMA (Penanaman Modal Akhirat). Kedua gerakan itu adalah untuk mencapai kebahagiaan yang seimbang antara yang bersifat lahiriah dan rohaniah.

Gerakan PMDN bagi Joger dan staf karyawannya (yang dikatakannya sebagai anak-anak Joger), yaitu gerakan yang sudah diwujudkannya yang beruapa lahiriah di dunia ini ialah PKJ itu sendiri. Sungguh, bisnis PKJ itu sudah dilaksanakan dengan manajemen modern (giat, disiplin, dan maju) yang dilandasi dengan rasa kasih sayang dan hati nurani. Untuk kegiatan PMA, yang menyasar pada tercapainya kebahagiaan yang bersifat rohaniah yaitu dilakukan melalui kegiatan GARING. Kegiatan itu bersifat social dan sukarela, yang didukung oleh orang-orang atau kelompok orang yang bersyukur, mampu, dan mau menolong orang-orang miskin (kesusahan). Kategori orang-orang yang dibantu adalah bagi mereka yang perlu, pantas dan mau untuk itu.

Masyarakat penggemar yang datang dan berjuang mencari atau untuk memproleh kenikmatan sesuatu yang humoristis di PKJ, setidaknya mereka akan dapat menemukan pilihan dalam bentuk produk-produk yang berwacana humor. Bagi mereka yang iseng atau sekedar lewat (jalan-jalan), sampai yang mau berbelanja banyak, yaitu bisa dilakukan atau didapatkan di PKJ, ada yang gratis. Ada yang murah, dan ada pula yang mahal, yang penting berbahagia. Kalau tidak percaya, datang dan tanyakan sendiri ke PKJ Kuta, Bali.

Menurut pengalaman penulis, yaitu banyak sekali yang di dapatkan di PKJ. Diantaranya yang terpenting dan sangat berharga, yang belum tentu ada di tempat lain: disamping materi humor untuk bahan menyusun tesis, juga segala sesuatu tentang humor, baik berupa produk-produk yang mengandung wacana humor maupun segala sesuatu yang berhubungan dengan humorisnya. Bagi penulis sendiri, adalah sangat beruntung bagi seseorang yang datang dan untuk mencari atau untuk menikmati sesuatu yang humoristis di PKJ, jika dapat bertemu, berbincang-bincang, dan mengambil hati yang simpatik dari MR. Joger. Penulis katakana begitu, mengingat begitu, mengingat di dalam diri Mr. Joger itu terkandung potensi yang sangat besar dan luar biasa. Setidaknya, penulis melihat ia sebagai sosok pribadi (individu) yang humoris, wiraswastawan, dan dermawanyang bersifat social. Bahkan, sebelum penulis terjun ke lapangan dan bertemu dengan Mr. Joger bahwa dari dosen pembimbing penulis sendiri pernah memberi tahu tentang keberadaan Mr. Joger dan keluarganya sebagai orang-orang yang jenius. Ternyata benar adanya, ketika penulis di lapangan dan dapat bergabung sedemikian rupa di PKJ dan GARING. Walupun penulis baru bisa bertemu dan bergaul dengan sebagian kecil dari keluarga Mr. Joger, bahwa suasana dan keberadaan

PROBLEM BESAR KITA
KECILKAN. PROBLEM
KECIL KITA LUPAKAN.

Mr. Joger dan keluarganya sehubungan dengan potensinya itu adalah betul-betul bisa dirasakan. Tidak ada yang terasa sukar, susah, dan sebagainya; semuanya biasa-biasa saja, menyenangkan atau membahagiakan, dan merdeka . Merdeka bagi Mr. Joger artinya “bebas” tapi terbatas, bahwa kita hidup di dunia ini tidak ditindas dan tidak menindas. Namun, agar didahulukan bebas, yang tidak menindas.

Demikian sekilas pengalaman penulis selama mengadakan penelitian di PKJ Kuta, Bali. Ternyata penulis beruntung, yang dicari ada dan sudah didapatkan di Joger.