
Kalau sudah selalu sama2 diizinkan oleh Tuhan Yang Mahabaik & Maha kuasa, mengapa tidak kita pilih saja untuk hanya beritikad atau berniat baik serta melaksanakan hal-hal yg maslahat2 saja, daripada repot2 beritikad atau berniat tidak baik serta melaksanakan hal2 yang mudarat.
Uang haram yang licin, rutin, & berlimpah, cenderung membuat kita mampu berpura-pura atau bahkan benar-benar lupa pada idealisme atau tujuan mulia kita semua! OK?
Lebih baik punya satu atau dua dompet kecil yang selalu penuh dengan uang besar yang halal dan legal, daripada punya banyak dompet besar yang hampir tidak pernah berisi uang halal dan legal. Wajar-wajar saja!
Kalau orang Bali hanya mau & boleh bergaul dan berurusan dengan orang Bali saja, orang jawa hanya mau & boleh bergaul & berurusan dengan orang jawa saja, orang Sulawesi juga hanya mau & boleh bergaul dan berurusan dengan orang sulawesi saja, dan orang Flores hanya mau & boleh bergaul dan berurusan dengan orang Flores saja, lalu untuk apa kita punya Soempah Pemoeda dan bikin NKRI??
Dalam filosofi maupun gerakan moral Garing Joger, kami hampir selalu menganggap berbuat baik tidak sebagai kewajiban, tapi kami justru hampir selalu menganggap berbuat baik membantu sesama sebagai hak dan kebutuhan kami. Dan dari sebab itulah kami suka melakukan kebaikan tidak secara gembar gembor dan/tapi toh juga tidak secara sembunyi-sembunyi. Wajar itu indah dan tidak kurang ajar! OK?
Marilah kita cintai NKRI ini, cukup sesuai dengan talenta atau berkat,bakat, interes, kemampuan, profesi, kondisi, keyakinan, maupun kelebihan kita masing-masing yang terbatas dan unik saja! Hindarilah kemungkinan untuk menyusahkan orang, dalam arti orang lain maupun diri kita sendiri yang walaupun bagaimana, kan juga orang, bukan orang-aring, bukan orong-orong, dan juga bukan orang-orangan! Oke? Mantap!
Sebagai warga negara Indonesia, kita semua punya hak yang setara untuk mencintai NKRI, tapi tentu saja secara baik, jujur, ramah, rajin, bertanggung jawab, berimajinasi, berinisiatif, berani, besyukur, dan bermanfaat, bukan hanya bagi diri kita sendiri saja, tapi juga bagi banyak umat manusia, kemanusiaan ,maupun bagi lingkungan hidup kita bersama secara wajar alias secara baik, jujur, merdeka, dan tahu diri saja. Jangan berlebih-lebihan!
Marilah kita rangsang dan undang para investor maupun kreator dalam maupun luar negeri untuk berinvestasi maupun berkreasi ke/di kota-kota maupun desa-desa kita, tapi tentu saja bukan untuk kita sikapi/perlakukan sebagai kelinci percobaan, kambing hitam, kambing congek, domba aduan, maupun sapi perahan. Don't forget jangan lupa, bahwa investor dan kreator juga manusia, sama saja seperti kita, he..he..he. Merdeka!
Kebaikan paling dasar yang selayaknya kita miliki serta jalankan dalam hidup kita di dunia yang fana dan penuh misteri ini, adalah menjaga dan menghalangi diri kita untuk sampai benar-benar memikirkan, merencanakan, memimpikan, mengatakan, maupun melakukan kegiatan yang tidak baik, tidak jujur, tidak ramah, tidak adil, dan tidak bermanfaat bagi kemaslahatan kita bersama. oke?