
Walaupun hanya merupakan salah satu (bukan satu2nya) cabang olahraga yang akan dipertandingkan di PON, tapi bagi para karateka, para pelatih karate, team manajer karate, para pencinta karatedo, para pendukung langsung maupun tak langsung olahraga karate diharap meningkatkan kualitas maupun kuantitas dukung fisik, mental, material, moral, maupun finansialnya masing2. Merdeka!
Jangan heran, kalau kuantitas maupun kualitas kejahatan maupun arogansi di ruang publik makin meningkat terus, kalau kejahatan maupun kesombongan dibiarkan dan/atau bahkan dibela dan didukung justru oleh oknum-oknum penegak hukum maupun atasan yang jahat, korup, dan terlanjur menerima upeti yang lebih besar jumlahnya daripada penghasilan halal dan legal. Aduh!
Kalau boleh berkata jujur, tampaknya kami (segenap anggota keluarga Joger) adalah manusia2 biasa yang di samping sering merasa kasihan dan/tapi juga sering merasa iri, tapi kalau memang benar2 masih boleh memilih, tampaknya kami lebih suka diiri orang, daripada dikasihani orang2. Kami benar-benar tidak suka dan tidak mau sampai dikasihani orang2. Terima kasih.
Kalau bisa, tetaplah sadari dan pahami perbedaan yg besar antara 'main' dengan 'main-main', sehingga kita pun tidak main-main ketika main, tapi juga tidak sampai terlalu serius kalau memang sedang main-main! makanya, tidak main-main maupun sekedar main-main, janganlah sampai mempermainkan siapa pun juga, justru agar jangan sampai ada sesama yang merasa kita permainkan apalagi secara serius alias tidak main2! Okey?
Salah satu dari sekian banyak penghalang kemajuan yang juga merupakan pupuk keterpurukan maupun kemunduran kualitas sumber daya manusia adalah kesombongan, puas diri & kekerasan kepala kita sendiri.
Dalam kenyataannya, orang-orang simpatik, biasanya pasti punya rasa humor yang bagus dan sehat. Dan orang-orang yang rasa humornya bagus dan sehat, biasanya pasti memang enak dan menyenangkan kita ajak berinteraksi, karena mereka biasanya memang simpatik-simpatik
Sportif mengaku diri kita 'egois', sambil tetap filantropis secara logis dan realistis, daripada terus menerus berlagak filantropis dan sosialis, padahal hanya selfis alias hanya mementingkan dan memperkaya diri sendiri dengan menghalalkan segala cara. OK?
Kalau bisa, janganlah kecewa, iri dan/atau apalagi marah-marah melihat atau mendengar orang lain maju, sukses dan bahagia, tapi arahkanlah rasa kecewa, rasa iri maupun amarah kita justru untuk secara konsisten mengurangi atau menjauhi sikap-sikap maupun hal-hal negatif yang cenderung membuat kita tidak maju atau apalagi mundur, sambil tetap secara berkesinambungan menumbuh kembangkan sikap-sikap maupun hal-hal positif yg bisa membuat kita maju, sukses, dan bahagia! OK?
Marilah kita dukung para pemimpin maupun para penguasa kita yang sudah dan akan tetap mau & mampu memimpin dan menguasai diri mereka sendiri secara benar-benar (tidak hanya seolah-olah saja) baik, jujur, adil, bijaksana, dan bertanggung jawa, bukan yang korup! Bersatu & bangkitlah NKRI kita yg indah, luas, subur, kaya, berdasarkan Pancasila, dan konon sama-sama kita cintai ini OK? Terima kasih!