
Renungan Joger, Senin, 13 Agustus 2018.
Sadarkah Anda, bahwa niat yang benar-benar baik, lebih baik, maupun terbaik (bukan niat yang terlalu baik dan/atau apalagi yang terlalu tidak baik) adalah dasar dan/atau bibit dan/atau akar dan/atau batang tubuh dan/atau daun dan/atau buah (conditio sine qua non) yang harus kita sadari, pahami, serta miliki untuk menciptakan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia? Terima kasih!
Renungan Joger, Minggu, 12 Agustus 2018.
Kalau memang benar-benar bukan domba aduan, janganlah mau diadu domba! Dan kalau memang bukan orang sembarangan, janganlah sampai benar-benar menghambur-hamburkan atau buang-buang angin, kata-kata rayuan gombal, uang-uang haram maupun halal, surat utang yg belum lunas, maupun sampah-sampah sembarangan! Janganlah berbuat sembarangan! Oke?
Renungan Joger, Sabtu, 11 Agustus 2018
kalau bisa, marilah kita kurangi omong kosong, sambil tetap secara benar-benar baik, jujur, dan rajin berkarya kreatif, bekerja nyata, bekerja sama, maupun bekerja bakti menjaga kebersihan lingkungan hidup kita bersama dengan alat-alat, tangan-tangan, otak-otak, hati-hati, mulut-mulut, maupun kantong-kantong yang benar-benar bersih. Jangan takut, tapi tetaplah waspada!
Renungan Joger, Jumat, 10 Agustus 2018.
Kami (segenap anggota keluarga Joger & segenap pendukung NSM GARING) sejak 1981 sudah secara sederhana, tahu diri, dan istikamah berusaha melakukan beraneka ragam kegiatan yang benar-benar baik, lebih baik, maupun terbaik, bukan yang terlalu baik dan/atau apalagi yang terlalu tidak baik bagi diri kami sendiri dalam kesadaran & kapasitas kami sebagai warga NKRI kita tercinta ini. Oke?
Renungan Joger, Kamis, 09 Agustus 2018.
Tampaknya kapten kapal yang paling hebat atau yang paling banyak memberi komentar kritis yg hebat-hebat, justru adalah kapten-kapten kapal yg sedang berada di daratan karena sedang tidak punya kapal untuk dikapteni, he..he. Begitu pula di lapangan sepakbola, yang paling banyak memberi komentar kritis yg hebat-hebat, adalah para penonton yang bukan pemain sepakbola.
Renungan Joger, Selasa, 07 Agustus 2018.
Keadaan yang sudah kacau biasanya bisa jadi tambah kacau, kalau para pemalas dan para penganggur sudah kita berikan kesempatan memberi pendapat, karena tentu saja mereka akan secara penuh semangat menuntut agar semua pemalas dan penganggur dibantu atau diberi tunjangan yang lebih banyak agar mereka bisa tetap jadi pemalas dan penganggur yang terhormat dan sejahtera, he..he..he.
Renungan Joger, Senin, 06 Agustus 2018.
Kalau bisa, janganlah hina, remehkan, dan rendahkan diri kita dengan mencari-cari, meremehkan, dan/atau menjelek-jelekkan kinerja orang-orang kita yang sudah secara bersungguh-sungguh berkarya kreatif, bekerja nyata maupun bekerja bakti secara baik dan jujur demi kemajuan NKRI kita tercinta selama bertahun-tahun selama 16 jam setiap hari. Minimal jangan remehkan niat baik sesama! OK?
Renungan Joger, Minggu, 05 Agustus 2018.
Untuk bisa "beribadah ritual secara baik" maupun untuk bisa sering-sering melakukan kerja bakti menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup kita bersama, sudah selayaknyalah kita mau, mampu, dan rajin berkarya kreatif, bekerja nyata, maupun bekerja sama secara benar-benar baik, jujur, adil, beradab, dan bertanggung-jawab agar makin banyak orang suka berurusan dengan kita! Kurangilah omong kosong!> Terima kasih!
Renungan Joger, Sabtu, 04 Agustus 2018.
Awas 1001 awas! Janganlah terlalu berlebih-lebihan dalam memberi saran, kritik, maupun keluhan! Janganlah terlalu bersemangat menertibkan pihak-pihak yang relatif sudah lebih tertib daripada pihak-pihak yang memang suka mengeluh maupun protes! Marilah kita tingkatkan kewajaran dalam berpikir, bertindak, maupun mengeluh! Janganlah mentang-mentang belum kena pajak, lalu kita mengeluh sebanyak-banyaknya dan seenaknya!
Renungan Joger, Jumat, 03 Agustus 2018.
Belakangan di Singapura pun sering terjadi kemacetan lalu lintas, tapi anehnya mereka tetap saja melakukan berbagai upaya untuk merangsang lebih banyak turis datang berkunjung ke negara kota ini. Apakah kita sudah merasa pantas, perlu, dan berani mengurangi jumlah turis yang datang ke Bali yang sudah sering macet ini? Jangan takut, tapi tetaplah waspada dan bijaksana dalam memberi saran maupun mengeluh!