
Banyak orang secara gegabah mengira bahwa “menolong sesama” selalu lebih baik dan lebih mulia daripada “ditolong oleh sesama”, padahal menolong maupun ditolong sebenarnya bisa saja sama-sama baik dan mulia, kalau benar-benar kita lakukan dengan niat dan cara yang benar-benar baik dan mulia.
Tidak ada manusia yang bisa 100% sempurna di segala bidang. Dan dari sebab itulah janganlah sampai punya keinginan atau obsesi untuk menjadi manusia sempurna 100% di segala bidang!
Apa gunanya kelihatan sangat taat beragama, kalau ternyata kita tetap saja suka dan rajin melakukan hal-hal yang tidak baik, tidak bermanfaat, tidak konstruktif, tidak menyenangkan, dan tidak menentramkan otak dan hati kita bersama?
NKRI kita ini sangat amat membutuhkan sekelompok diktaktor yang benar-benar baik, jujur, adil, beradab, dan tidak korup!
Silakan merasa maupun meyakini bahwa ajaran agama kita lah yang terbaik maupun terhebat bagi diri kita maupun kelompok kita, tapi janganlah jelek-jelekkan dan/atau apalagi remehkan ajaran agama yang diyakini oleh orang lain.
Kalau memang benar-benar serius mau bersatu, marilah kita saling menghargai dan saling menghormati secara benar-benar baik, jujur, adil, dan beradab secara konsisten dan berkesinambungan.
Apa gunanya bersatu atau teriak-teriak menggalang persatuan dan kesatuan, kalau tidak didasari iktikad atau tidak didasari niat baik yang benar-benar baik?
Marilah kita kurangi beromong kosong, justru dengan lebih banyak dan lebih sering melakukan kebaikan maupun kebajikan dalam bentuk bekerja nyata, berkarya kreatif, bekerja keras, bekerja cerdas, bekerjasama maupun bekerja bakti menjaga kelestarian serta kebersihan lingkungan hidup kita bersama.
Jika memang ingin jadi orang kaya yang bahagia lahir batin dunia maupun akhirat, kelak. Halalkanlah segala cara yang benar-benar halal, legal, dan logis. Terima kasih!
Jangankan kita yang memang benar-benar manusia berbudaya, bahkan monyet liar yang benar-benar monyet pun pasti akan tidak suka kalau kita hina, remehkan, dan/atau apalagi caci-maki setiap hari, he.,he.,he.