
Sadar dan paham kah Anda, bahwa bekerja bakti menjaga kebersihan maupun kelestarian lingkungan hidup kita bersama secara benar-benar baik, jujur, ramah, rajin, wajar, adil, dan beradab, juga termasuk ibadah yang kemungkinan besar diterima oleh Tuhan (kita bersama) Yang Maha Esa, Mahabaik, Mahatahu, Mahaadil, Mahakuasa. Stop Buang/bakar sampah sembarangan! Selamat beribadah secara baik dan wajar!
Kami (segenap anggota keluarga Joger beserta semua pendukung filosofi GARING yang sudah mampu dan mau mensyukuri rezeki ti-GA pi-RING kami setiap hari) merasa berhak untuk tidak ikut-ikutan rebutan bantuan dari pemerintah kita yang saat ini sedang sangat amat susah dan sibuk mengatasi efek negatif pandemi covid19 yang berkepanjangan ini maupun efek negatif banyaknya bencana alam. Bagi "kalian" yang punya wewenang maupun kekuasaan, tolong janganlah malah rajin ber-KKN-ria. Merdeka!
Setoran duit boleh saja lebih, tapi setoran kasih sayang tidak boleh kurang! Apa gunanya peningkatan setoran duit, kalau ternyata diikuti dengan menurunnya setoran kasih sayang? Marilah kita jaga agar setoran duit dan setoran kasih sayang sama-sama meningkat!!!
Tahukah Anda, bahwa "Happy Ending" hanya sering terjadi di film-film saja. Makanya, bagi Anda yang suka pada "Happy Ending", sering-seringlah nonton film-film yang "Endingnya happy"! Setuju? Setuju, tidak setuju, tetap happy!
Tahukah anda, bahwa "Happy Ending" hanya sering terjadi di film-film saja. Makanya, bagi anda yang suka pada "Happy Ending", sering-seringlah nonton film-film yang "endingnya happy"! Setuju?
Setuju, tidak setuju, tetap happy!
Orang layak disebut terpelajar, bukanlah hanya karena sudah bertitel S1, S2, maupun S3. Orang terpelajar adalah orang yang masih membuka otak, hati, maupun iktikadnya untuk menerima, mengelola, dan benar-benar memanfaatkan berbagai macam data, informasi, teori, konsep, dogma, ide, filosofi, maupun ilmu untuk menciptakan kemaslahatan, keselamatan, kesehatan, kegembiraan, kebahagiaan, maupun kesejahteraan hidup bersama yang benar-benar berkeadilan dan berkesinambungan. Oke? Terima kasih!
Kalau bisa, marilah kita ciptakan lapangan kerja yang menyejahterakan diri kita sendiri maupun menyejahterakan makin banyak sesama anak bangsa kita yang baik dan rajin, justru agar tidak makin banyak sesama anak bangsa kita terpaksa jadi preman atau ikut demo yang tidak jelas asal-usul maupun tujuannya yang positif, konstruktif, maupun produktif. Bagi "kalian" yang kebetulan sedang punya wewenang, janganlah sewenang-wenang! Bagi "kalian" yang sedang punya kuasa, janganlah sok kuasa! Kurangilah ber-KKN-ria, sebelum benar-benar menghentikannya! Marilah kita bantu mereka yang pantas dan perlu kita bantu secara wajar! Oke?
Kalau bisa, janganlah sampai benar-benar menjelek-jelekkan orang benar-benar jelek karena dosanya bisa diperhitungkan dobel atau dua kali lipat daripada kalau kita sampai benar-benar menjelek-jelekkan orang yang tidak benar-benar jelek! Inilah salah satu (bukan satu-satunya) ajakan (bukan ajaran) versi Joger, Kuta, Balinesia (Bali yang tak terpisahkan dari Indonesia, Asean, Asia, Dunia, maupun dari alam semesta kita ini). Setuju?
Marilah kita tingkatkan rasa cinta kita pada produk-produk maupun jasa-jasa dalam negeri, justru dengan semangat berintrospeksi maupun tekad untuk meningkatkan kualitas produk-produk maupun jasa-jasa dalam negeri sambil melakukan efisiensi berkeadilan agar tidak sampai terjadi peningkatan biaya produksi yang terlalu tinggi. Kurangilah kepongahan untuk melakukan korupsi maupun pemungutan liar terhadap siapapun. Marilah kita cintai produk maupun jasa dalam negeri secara merdeka!
Kekayaan tanpa kebijaksanaan saja sudah berbahaya maupun merepotkan, apalagi kemiskinan tanpa kebijaksanaan! Kebijaksanaan adalah saringan atau filter yang menyaring hal-hal yang ekstrim, eksesif, maupun destruktif! Makanya, kalau bisa, tetaplah buka otak maupun hati kita lebar-lebar, justru agar keputusan-keputusan kita tetap benar-benar baik, jujur, adil, beradab, bermoral, beretika, dan/atau bijaksana! Terima kasih!