
Bukan kekayaan, bukan kemiskinan, bukan kesenangan, dan juga bukan kesusahan, tetapi kebahagiaan hidup bersama yang wajarlah yang seharusnya kita jadikan tujuan hidup kita bersama secara berkesinambungan.
Kalau kita memang percaya bahwa Tuhan kita bersama itu adalah Tuhan yang Maha Esa, Mahabaik, Mahatahu, Maha Adil, dan Mahabijaksana, apa salahnya kalau kita berdoa, bekerja, dan berharap hasil yang terbaik, dan/tetapi kemudian syukurilah semua hasil atau buah yang terjadi sebagai keputusan Beliau yang Mahabaik!
Kalau memang masih merasa pantas dan perlu menambah isi otak dan isi hati, kerahkanlah sebagian besar dari kemauan, kemampuan maupun kesempatan kita untuk menambahkan isi otak dan hati kita dengan ilmu-ilmu maupun filosofi-filosofi terkini secara optimal!
Manfaatkanlah sebagian besar dari waktu, tenaga, maupun pikiran kita untuk berpikir positif, bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja sama, berbagi tugas maupun berbagi rezeki secara benar-benar baik, jujur, adil, beradab, rajin, hemat, bertanggungjawab, tekun, dan berkesinambungan.
Kalau bisa, janganlah buang-buang waktu, pikiran, tenaga maupun perkataan kita untuk memperdebatkan masalah perbedaan selera dan/atau apalagi perbedaan keyakinan! Oke!
Sebaik-baiknya manusia, adalah ketika manusia sudah dan akan tetap mau, mampu, sempat, ikhlas, dan mantap berpikir, berperasaan, berbicara maupun melakukan berbagai macam kebaikan serta kebajikan yang benar-benar baik dan bermanfaat bagi kehidupan kita bersama. Terima kasih!
Orang beriktikad, adalah orang yang secara realistis menyadari, bahwa dirinya hampir selalu butuh uang, sama seperti orang lain, makanya dia pun hanya mau mengha-
lalkan segala cara halal, legal, dan logis dalam mencari maupun mengumpulkan uang!
Tidak ada hari yang tidak baik bagi orang-orang yang memang benar-benar baik, jujur, ramah, bertanggung jawab, bersyukur, dan bermanfaat bagi dirinya sendiri dan
bagi kemaslahatan kita bersama.
Membeda-bedakan sesama manusia hanya berdasarkan jenis kelamin, suku, agama maupun alasan-alasan primordial lainnya, adalah tindakan yang cenderung bisa menjadi tidak adil dan menjadi tidak beradab!
Kesuksesan dan kemakmuran yang diperoleh dengan bekerja keras secara baik, jujur, cerdas, dan dewasa, biasanya tidak akan mudah membuat pemiliknya iri maupun dengki katika melihat atau mendengar orang lain sukses dan makmur!