
Mungkin karena ingin manusia mau dan suka bekerja sama, saling tolong menolong, saling menghargai maupun saling melengkapilah Tuhan (kita bersama) Yang Mahatahu, Mahabijaksana, dan Mahapencipta menciptakan manusia tidak benar-benar 100% sempurna di segala bidang. Terima kasih!
Kritikan maupun cercaan itu sebenarnya sangat mirip dengan kolesterol, dalam arti selalu harus ada, tapi harus dikontrol terutama agar jangan sampai terlalu banyak, tapi juga jangan sampai terlalu sedikit. Merdeka!
Orang bodoh yang sok tahu, cenderung mengira dirinya sudah tahu segalanya, sehingga tidak lagi merasa perlu belajar. Sedangkan orang pintar yang tahu diri, cenderung sadar bahwa dirinya masih pantas dan perlu lebih banyak belajar.
Kalau bisa, biasakanlah untuk bersikap teliti, cermat, dan hemat sejak merencanakan apapun! Terima kasih!
NKRI kita ini sangat amat membutuhkan sekelompok diktator yang benar-benar baik, jujur, adil, beradab, dan tidak korup!
Janganlah terlalu mudah terkecoh atau terbuai pada tampang maupun penampilan luar yang cantik, bagus maupun rapi, dan/tapi juga janganlah terlalu cepat menilai negatif atau berprasangka buruk pada orang-orang yang berpenampilan jelek, dan tidak rapi!
Memilih serta menjalankan secara baik dan jujur keyakinan yang baik dan jujur, adalah salah satu (bukan satu-satunya) hak asasi kita sebagai manusia yang berakal budi.
Taat beragama memang indah, tetapi terlalu taat atau fanatik beragama bisa saja jadi musibah!
Zaman boleh edan, tetapi kita sebaiknya tetap bersikap waras yang beriktikad secara berkesinambungan.
Dari sekian banyak suara yang sangat amat pantas dan perlu kita dengar, adalah suara hati nurani kita yang terdalam! Terima kasih!