Sikap Hidup BAJU2RA6BER Sebagai Bibit, Akar, Tanah, Air, Pupuk, Udara & Pohon Kebahagiaan Kita

Pada dasarnya atau pada awalnya, segala sesuatu yang ada di alam semesta ini diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Baik dan Maha Bijaksana secara baik dan memadai untuk tujuan yang baik, karena semuanya adalah memang hanya didasari oleh “itikad/niat maha baik Tuhan Yang Maha Baik” saja. Tapi kemudian, justru karena kemahabaikan serta kemahaadilan-Nya yang memberikan sepasang anugerah yang terdiri dari Hati Nurani (HaNu) dan Kehendak Bebas(KeBas) kepada setiap manusia lah dunia maupun kehidupan di dunia ini menjadi punya tiga kemungkinan, dalam arti dunia dan kehidupan manusia yang seharusnya hanya punya satu kemungkinan saja, yaitu hanya bisa baik-baik saja, malah berubah menjadi bisa punya tiga kemungkinan, yaitu mungkin baik, mungkin hambar dan juga mungkin buruk, sesuai dengan itikad/niat/keyakinan/hasrat/maksud/keinginan/tujuan/komitmen kita dalam meyikapi segala yang ada atau terasa ada dalam hidup kita.

Dalam arti, kalau itikad/niat/keyakinan/hasrat/maksud/keinginan/tujuan/komitmen/cita-cita/mimpi-mimpi kita memang hanya baik-baik saja, maka tidak ada sesuatu yang ada atau terasa ada di dunia ini yang bisa mempunyai kemungkinan yang tidak baik, bahkan hal-hal yang secara umum dianggap tidak baik dan tidak bermanfaat oleh banyak orang pun bisa menjadi anugerah atau suka cita bagi diri kita maupun sesama serta lingkungan hidup kita. Tapi sebaliknya, kalau itikad/niat/keyakinan/hasrat/maksud/keinginan/tujuan/komitmen/cita-cita/mimpi-mimpi kita memang tidak baik atau apalagi jahat, jangankan hal-hal yang secara umum dianggap tidak baik oleh banyak orang, bahkan, hal-hal yang seharusnya baik-baik, sangat bermanfaat dan dihargai banyak orang pun bisa saja berbalik menjadi malapetaka atau musibah bagi diri kita maupun sesama dan lingkungan hidup kita. Dari sebab itulah sikap hidup utama atau terpenting yang paling pantas dan paling perlu kita miliki serta mantapkan dalam berkiprah jika memang ingin hidup bahagia lahir batin dunia dan akhirat, adalah sikap benar-benar baik yang benar-benar muncul dari lubuk hati nurani kita yang terdalam, bukan hanya sekedar yang muncul dari otak atau apalagi dengkul kita yang sudah hampir selalu dipenuhi dengan hasrat-hasrat dangkal maupun nafsu-nafsu badaniah kebinatangan kita saja. Dan hasrat atau niat baik yang memang benar-benar muncul dan tumbuh dari lubuk hati nurani kita yang terdalam dan kemudian benar-benar kita amalkan atau laksanakan secara benar-benar baik itulah untuk selanjutnya layak kita sebut sebagai itikad/niat yang benar-benar baik.

Yang saya (Mr. Joger) maksud dengan sikap hidup, adalah segumpal sikap yang merupakan gabungan antara cara berpikir, berkata, berbuat, berperasaan, bernafsu (bernaluri) dan bergaul atau berkiprah kita sebagai manusia yang kita lakukan secara konsisten, konsekuen dan/atau berkseinambungan dalam keseluruhan aspek kehidupan kita sebagai manusia yang berbudaya, bukan hanya bersifat sekilas, sementara atau sesaat saja seperti trik-trik atau kiat-kiat maupun strategi-strategi yang hanya kita lakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan-tujan tertentu saja.

Jadi jelaslah sudah bahwa jika kita memang bernasib baik, sukses, kaya dan terutama hidup bahagia maka kita mutlak harus mempunyai sikap hidup yang benar-benar BAJU2RA6BER alias sikap hidup yang BAik, JUjur, RAmah, RAjin, BERtanggungjawab, BERimajinasi, BERinisiatif, BERani, BERsyukur dan/sehingga benar-benar BERmanfaat bagi diri kita sendiri secara optimal dan dalam arti seluas-luasnya, yaitu juga bermanfaat bagi para stakeholder serta lingkungan hidup kita yang konon sama-sama kita cintai maupun dambakan kelestariannya demi terjaga dan terciptanya hal-hal yang maslahat (baik&bermanfaat) atau lebih bermanfaat dalam seluruh kehadiran kita di dunia yang indah, tapi fana dan penuh misteri (pertanyaan tak terjawabkan) ini. BAJU2RA6BER adalah sikap hidup yang mutlak harus kita miliki serta amalkan jika kita memang ingin sukses, kaya dan hidup bahagia lahir batin dunia dan akhirat, tapi apakah semua kesuksesan, kekayaan serta kebahagiaan itu bisa benar-benar terwujud dalam entity (bentuk nyata bisa dicerap indera-indera kita) hanya dengan bersikap hidup BAJU2RA6BER saja? Ya, ternyata Anda benar, didunia yang makin hari makin materalistis dan juga sudah makin dikuasai oleh besarnya kekuasaan uang, kalau hanya dengan bersikap hidup BAJU2RA6BER saja memang belumlah lengkap, karena kalau belum dilengkapi dengan adanya modal-modal pembantu yang terdiri dari itikad/niat yang benar-benar baik, Ilmu-ilmu terioritis atau terutama praktis, Interes/minat, Izin dari penguasa dan/atau diri kita sendiri & Izin dari Yang Maha Kuasa (faktor X) + Keberanian, Alat-alat, Ruang, Dana/duit, Orang/subjek & Waktu, yang untuk selanjutnya akan kita sebut dalam bentuk singkatan yang berbunyi 5 ”I” + KARDOW, maka hampir semua kesuksesan, kekayaan, maupun kebahagiaan pun akan mustahil bisa kita wujudkan. Kesimpulan sementaranya (karena menurut hemat saya yang tidak pernah mau bersikap terlalu hemat ini, di dunia yang fana ini memang tidak ada sesuatu yang bisa kekal, walaupun banyak abadi): Sadari serta pahamilah modal 5 “I” + KARDOW yang sudah benar-benar kita miliki saat ini, lalu berusahalah sekuat daya dan karsa kita untuk menyikapi (5 “I” + KARDOW kita itu) dengan sikap hidup BAJU2RA6BER untuk hanya melakukan hal-hal yang kita yakini sebagai hal-hal yang panTAS, perLU, mamPU dan semPAT (untuk selanjutnya akan kita sebut sebagai TASLUPUPAT) kita lakukan sesegera mungkin saja. Jangan sia-siakan waktu, dalam arti kalau itikad/niat kita memang sudah benar-benar mantap atau memang benar-benar baik itu dengan modal pembantu 4 “I” + KARDOW yang sudah benar-benar kita miliki secara benar-benar BAJU2RA6BER, maka kesuksesan, kekayaan serta kebahagiaan lahir batin dunia dan akhirat pun akan terwujud dalam hidup kita secara berkesinambungan juga. Iman – Amal – Aman – Amin!

Filosofi GARING adalah kebijaksanaan/kewajaran/kemoderatan/kemerdekaan dalam bersyukur   yang selayaknya dimiliki oleh orang-orang yang sudah merasa mampu dan mau bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Maha Baik, Maha Tahu, Maha Bijaksana, Maha Kuasa, Maha Adil, Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Pengamat atas rezeki tiGA piRING sehari secara adil, beradab dan berkesinambungan. Dalam filosofi GARING kita tidak mau mendewa-dewakan siapa atau apa pun juga, tapi sebaliknya juga tidak mau meremehkan atau melecehkan siapa atau apa pun juga. (JG,210707.RC).