Renungan

Renungan Joger, Senin, 02 Maret 2020

Renungan Joger, Senin, 02 Maret 2020.

Sebagai subyek yang benar-benar merdeka, sudah selayaknyalah kita punya dan menjalankan subyektivitas kita yang benar-benar baik secara benar-benar (tidak seolah-olah saja) baik, jujur, adil, beradab, sukacita, dan bertanggung-jawab alias secara benar-benar wajar, optimal, proporsional, profesional, dan/atau benar-benar merdeka! Jauhilah keinginan untuk hidup nyaman dan mewah tanpa benar-benar berkarya maupun bekerja nyata! Oke? Merdeka!

Renungan Joger, Minggu, 01 Maret 2020

Renungan Joger, Minggu, 01 Maret 2020.

Awas 1001 awas, ternyata masih banyak juga orang-orang yang merasa dan mengaku diri mereka adalah orang Indonesia yang paling pribumi atau paling asli Indonesia, tapi malah tidak atau belum benar-benar sadar dan paham arti kata Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Soempah Pemoeda, hormat, cinta, maupun arti kata merdeka yang sesungguhnya. Aduh! Quo vadis Indonesia?

Renungan Joger, Sabtu, 29 Februari 2020

Renungan Joger, Sabtu, 29 Februari 2020.

Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, itu berarti kita (seluruh bangsa atau seluruh rakyat Indonesia) ini harus benar-benar (tidak hanya seolah-olah saja) terbebas dari keinginan untuk menjajah maupun menindas siapa pun juga  dan/tapi juga benar-benar terbebas dari kesiapan kita untuk tetap dijajah atau terlalu dikendalikan oleh siapa maupun oleh apa pun juga, termasuk juga terbebas dari kesiapan untuk dijajah oleh uang, harta, maupun tahta. Oke?

Renungan Joger, Jumat, 28 Februari 2020

Renungan Joger, Jumat, 28 Februari 2020.
Awas 1001 awas! banyak orang kita masih saja mengira dan/atau bahkan yakin bahwa kemerdekaan itu adalah melulu kebebasan belaka, padahal kemerdekaan itu adalah kebebasan untuk melakukan maupun tidak melakukan apapun juga, tapi tentu saja harus didasari iktikad atau niat baik yang benar-benar baik, lebih baik, maupun terbaik, bukan “niat baik” yang terlalu baik dan/atau apalagi “niat baik” yang terlalu tidak baik. Oke? Terima kasih

Renungan Joger, Kamis, 27 Februari 2020

Renungan Joger, Kamis, 27 Februari 2020.

NKRI kita ini sebenarnya lebih membutuhkan pengusaha atau penguasa? Menurut saya (Mr/Pak Joger yang belum dan tidak pernah benar-benar mau bersikap terlalu hemat maupun terlalu tidak hemat ini) NKRI kita ini butuh kedua-duanya, tapi tentu saja harus yang benar-benar baik, jujur, adil, beradab, bertanggungjawab, dan berkesinambungan alias yang benar-benar (tidak seolah-olah saja) merdeka dan berkesinambungan. Setuju?

Renungan Joger, Rabu, 26 Februari 2020

Renungan Joger, Rabu, 26 Februari 2020.

Orang-orang yang memang benar-benar berwatak sombong, jangankan ketika sedang kaya, bahkan ketika miskin dan butuh bantuan pun tetap saja sombong, he..he. Tapi orang-orang yang memang benar-benar berwatak baik, jangankan ketika kaya raya, bahkan ketika miskin pun tetap saja bersikap wajar-wajar saja. Marilah kita sadari, pahami, sepakati, terima dengan suka cita dan berterima kasih atas kemerdekaan kita bersama secara wajar atau optimal! Jangan secara mentang-mentang atau tidak wajar!

Renungan Joger, Selasa, 25 Februari 2020

Renungan Joger, Selasa, 25 Februari 2020.

Kemerdekaan adalah hak asasi semua orang! Jangankan Anda, jangankan kalian, bahkan kami dan/atau saya (Mr/Pak Joger yg jelek) pun belum dan tidak akan pernah sudi dijajah oleh bangsa lain, oleh orang lain, maupun oleh “kalian” yang mengaku diri kalian pemilik NKRI yang paling sah dan paling berhak menjual tanah-tanah maupun merusak air-air di tanah air milik kita bersama ini. Merdekalah kita semua!

Renungan Joger, Senin, 24 Februari 2020

Renungan Joger, Senin, 24 Februari 2020.

Jika memang sudah dan ingin tetap benar-benar merdeka, yang pertama harus kita miliki serta jalankan, adalah iktikad atau niat baik yang benar-benar baik, lebih baik, maupun terbaik, bukan niat baik yang terlalu baik dan/atau apalagi niat baik yang terlalu tidak baik, justru untuk menjaga dan membuat diri sendiri agar tidak sampai punya niat jahat untuk menindas maupun niat terlalu baik untuk sudi ditindas. Janganlah menindas, dan jangan sudi ditindas. Marilah kita hidup bersama secara merdeka!

Renungan Joger, Minggu, 23 Februari 2020

Renungan Joger, Minggu, 23 Februari 2020.
Bhineka Tunggal Ika, Soempah Pemoeda, maupun Pancasila sebenarnya sudah sejak lama mengajak kita untuk inklusif secara harmonis dalam perbedaan, tapi juga sudah sejak lama mengajak kita untuk tetap ekslusif sebagai diri kita sendiri yang benar-benar baik, jujur, adil, beradab, inovatif, kreatif, konstruktif, unik, orisinal, merdeka, dan/tapi tetap merupakan bagian tak terpisahkan dari NKRI kita tercinta ini. Setuju?

Renungan Joger, Sabtu, 22 Februari 2020

Renungan Joger, Sabtu, 22 Februari 2020.

Analogi sederhana gaya Joger : Uang yang kita setorkan melalui pajak adalah ibarat darah bagi NKRI kita tercinta ini, dan dari sebab itulah marilah kita bayar pajak tidak selalu harus benar-benar sesuai dengan target yang ditentukan oleh mereka yang jauh di atas sana, tapi harus benar-benar secara benar-benar wajar, optimal, baik, jujur, adil, rajin, beradab, dan bertanggungjawab terhadap kesejahteraan yang benar-benar berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang juga benar-benar wajar.

Renungan Joger, Jumat, 21 Februari 2020

Renungan Joger, Jumat, 21 Februari 2020.

Awas, kalau terlalu bersemangat atau terlalu membabi buta dalam mengejar target pemasukan negara melalui pajak yang ditentukan oleh mereka yang di atas sana, maka konsep maupun proses pemungutan pajak di negeri kita tercinta ini bisa saja malah menjadi instrumen penghancur semangat entrepreneur yang benar-benar baik, jujur, ramah, rajin, dan bertanggungjawab, bukan menjadi alat pemerataan kesejahteraan yang benar-benar berkeadilan sosial seperti yang kita cita-citakan bersama.

Renungan Joger, Selasa, 18 Februari 2020

Renungan Joger, Selasa, 18 Februari 2020.

Turis asing maupun turis domestik, semuanya adalah tamu. Dan memang sudah merupakan budaya bangsa kitalah menerima, menghargai, dan melayani para tamu yang kita undang maupun tidak kita undang sebelumnya. Adalah tidak baik dan tidak adil kalau ada (apalagi) hotel yang menolak tamu apapun (apalagi) yang sudah diterima uangnya. Marilah kita junjung tinggi budaya bangsa kita! Jangan takut, tapi tetaplah baik, jujur, adil, beradab, dan waspada! Oke?!?

Renungan Joger, Senin, 17 Februari 2020

Renungan Joger, Senin, 17 Februari 2020.

Kalau memang benar-benar ada penjualan nomer antrean di Kantor Dinas DUKCAPIL, berarti pasti ada pihak-pihak yang masih mengidap penyakit pasca kolonial yang menganggap kedudukan abdi masyarakat atau PNS lebih tinggi daripada warga negara yang sudah bayar pajak ini dan itu di republik berbentuk negara kesatuan ini. Di Hongkong pemberantasan korupsi bisa lancar, karena segala bentuk segala ukuran pungli benar-benar diberantas habis tanpa pandang bulu maupun kumis. Oke?

Renungan Joger, Minggu, 16 Februari 2020

Renungan Joger, Minggu, 16 Februari 2020.

Beginilah jadinya, kalau sebagian besar dari rakyat Indonesia masih saja belum benar-benar mau dan (sehingga) juga belum benar-benar mampu menyadari, memahami, menerima dengan sukacita dan berterima kasih kepada Tuhan (kita bersama) Yang Mahaesa, Mahabaik, dan Mahabijaksana atas kemerdekaan atau kebebasan yang baik, jujur, wajar, adil, beradab, optimal, dan bertanggungjawab bagi kita semua.

Renungan Joger, Sabtu, 15 Februari 2020

Renungan Joger, Sabtu, 15 Februari 2020.

Bagaimana mau tidak kacau, kalau uang yang seharusnya kita jadikan alat malah kita jadikan tujuan? Bagaimana mau punya pemimpin yang baik dan jujur, ketika memilih pun kita sudah minta uang sebagai imbalan atas dukungan suara kita? Bagaimana mau punya abdi masyarakat yang baik dan jujur, kalau ketika mendaftar saja sudah harus keluar uang yang tidak sedikit? Marilah kita tingkatkan kebaikan dan kejujuran!

Renungan Joger, Jumat, 14 Februari 2020

Renungan Joger, Jumat, 14 Februari 2020.
Daging kambing hasil korupsi, hasil curian, maupun hasil pemerasan tetap saja tidak halal, baik bagi umat Islam maupun bagi orang-orang non-muslim. Daging babi, walaupun tidak dari hasil korupsi, tidak hasil curian, dan juga tidak hasil pemerasan, tetap saja haram bagi orang-orang muslim, tapi toh tidak haram untuk orang-orang non-muslim. Marilah kita saling menghormati dan saling mencintai secara benar-benar baik, jujur, wajar, adil, beradab, dan berkesinambungan. Bangkitlah NKRI!

Renungan Joger, Kamis, 13 Februari 2020

Renungan Joger, Kamis, 13 Februari 2020.

Kadang-kadang saya benar-benar bingung melihat kenyataan maraknya korupsi, kolusi, nepotisme, pungliisme, maupun money politics di NKRI yang semua rakyatnya konon benar-benar beragama. Agama apa atau agama macam apa, sih yang kira-kira mau men(t)oleransi korupsi, kolusi, nepotisme, pungliisme, maupun money politics? Quo vadis KPK? Quo vadis para penegak hukum kita? Quo vadis Pancasila? Ayo, marilah benar-benar beragama!

Renungan Joger, Rabu, 12 Februari 2020

Renungan Joger, Rabu, 12 Februari 2020.

Menurut hemat saya (Mr. Joger yang belum dan tidak akan pernah benar-benar mau bersikap terlalu hemat maupun terlalu tidak hemat) sudah terlalu lama kita jadi domba aduan yang tidak benar-benar sadar dan paham bahwa untuk membangun Indonesia secara benar-benar baik, jujur, dan bertanggungjawab dibutuhkan suasana yang benar-benar baik, adil, dan damai. Tidak dibutuhkan kekacauan, ketakutan, maupun domba-domba aduan dan juga tidak butuh orang-orang yang suka membabi buta.

Renungan Joger, Selasa, 11 Februari 2020

Renungan Joger, Selasa, 11 Februari 2020.

Menurut hemat saya (Mr. Joger) pemimpin terpilih sebaik, sejujur, dan sebertanggung-jawab Bapak Jokowi adalah sosok pemimpin NKRI yang seharusnya kita benar-benar (tidak seolah-olah saja) dukung, tapi kalau, toh kita belum mau, belum mampu, dan/atau belum sempat mendukungnya, sebaiknyalah atau minimal cukup tidak kita ganggu sajalah. Bersatu, bangkit, dan majulah Indonesia secara baik, jujur, dan akur!

Renungan Joger, Senin, 10 Februari 2020

Renungan Joger, Senin, 10 Februari 2020.

Dilema yang kita alami di NKRI kita tercinta ini, adalah orang-orang yang benar-benar baik, jujur, adil, bijaksana, dan bertanggungjawab malah tidak suka dan/atau tidak tertarik untuk ikut berebut kekuasaan, sehingga orang-orang yang jahat, licik, culas, ganas, korup, dan munafik lah yang malah berhasil merenggut posisi-posisi penting dan basah dalam menentukan kebijakan publik. Quo vadis NKRI, Pancasila, maupun UUD 1945 kita?

Renungan Joger, Minggu, 09 Februari 2020

Renungan Joger, Minggu, 09 Februari 2020.

Kalau menurut saya (Mr. Joger yang bodoh dan juga bukan pengurus KONI) sebaiknya tidak semua “Atlet Mandiri” kita larang dan/tapi juga tidak semuanya kita izinkan untuk ikut mewakili daerah kita, walaupun mereka berangkat ke PON atas biaya dan upaya mereka sendiri. Sebaiknyalah tetap ada seleksi dan pengecualian yang benar-benar didasari niat baik yang benar-benar baik, yang lebih baik, maupun terbaik, bukan dengan niat baik yang terlalu baik dan/atau apalagi niat baik yang terlalu tidak baik untuk daerah kita! OK?

Renungan Joger, Sabtu, 08 Februari 2020

Renungan Joger, Sabtu, 08 Februari 2020.

Apa gunanya bolak balik minta maaf, kalau kita sendiri belum benar-benar sadar, paham, dan menyesali kesalahan kita yang sesungguhnya? Apa gunanya berobat, kalau setelah sembuh kita tetap saja tidak mau menjalankan nasihat dokter maupun dukun yang mengobati kita? Untuk apa menyalahkan juri, wasit, dan/atau apalagi lawan tanding kita, kalau ternyata kita saja yang malas berlatih? Kurangi kecurangan, tingkatkan sportivitas!

Renungan Joger, Jumat, 07 Februari 2020

Renungan Joger, Jumat, 07 Februari 2020.

Salah satu (bukan satu-satunya) kelemahan orang-orang kita yang belum benar-benar merdeka, adalah tidak tahan menahan diri terhadap daya tarik atau seretan manisnya uang, harta, maupun tahta ketika sedang mendapat mandat untuk menjabat tinggi yang basah. Jangan takut, tapi sebaiknyalah kita tetap waspada! Oke?

Renungan Joger, Kamis, 06 Februari 2020

Renungan Joger, Kamis, 06 Februari 2020.

Apa gunanya kaya uang maupun harta, kalau ternyata kita malah miskin jiwa dan hati? Apa gunanya rebutan kekuasaan, kalau setelah benar-benar berkuasa malah hanya rajin dan pandai menyalahgunakan kekuasaan? Apa gunanya senyum manis, kalau hati dan jiwa tetap saja kotor dan pahit? Apa gunanya punya pacar setia, kalau kita sendiri malah tidak setia? Apa gunanya menuntut hak, kalau kita sendiri belum benar-benar menunaikan kewajiban maupun tugas kita? Jangan mentang-mentang! Oke?

Renungan Joger, Rabu, 05 Februari 2020

Renungan Joger, Rabu, 05 Februari 2020

Kalau memang benar-benar ingin NKRI kita ini maju, salah satu hal yang harus kita tegakkan secara benar-benar baik, jujur, adil, dan beradab adalah pelaksanaan dan pengontrolan demokrasi. Berantaslah segala bentuk “money politics”. Tangkap dan hukum berat para pelaku dan para pendukungnya, karena demokrasi adalah akar dari kewibawaan pemerintah sebuah negara berbentuk republik seperti NKRI kita tercinta ini. Ok?

Renungan Joger, Selasa, 04 Februari 2020

Renungan Joger, Selasa, 04 Februari 2020.

Di era demokrasi yang meritokratis seperti sekarang ini, salah satu (bukan satu-satunya) jalan pintas untuk diterima dan dihormati sebagai raja dan ratu, adalah dengan menjadi atau memposisikan diri kita sebagai pembeli atau pelanggan atau konsumen yang benar-benar (tidak seolah-olah saja) mau, mampu, suka, sering, dan banyak berbelanja secara wajar (tidak kurang ajar) di perusahaan yang baik, jujur, dan ramah.

Renungan Joger, Senin, 03 Februari 2020

Renungan Joger, Senin, 03 Februari 2020.

Zaman dahulu kala, posisi atau status sebagai raja maupun ratu itu memang sangat penting dalam rangka punya kesempatan untuk menguasai atau mengatur rakyat maupun para abdi kerajaan, tapi di era demokratis yang meritokratis seperti sekarang ini, di mana rakyat sudah makin cerdas dan makin bebas, tentu saja untuk dihormati dan dicintai sebagai raja maupun sebagai ratu dibutuhkan niat dan sikap yang benar-benar baik, jujur, ramah, rajin, dan bertanggungjawab.

Renungan Joger, Minggu, 02 Februari 2020

Renungan Joger, Minggu, 02 Februari 2020.
Kadang-kadang saya benar-benar merasa geli dan/bahkan agak kasihan mendengar maupun melihat orang-orang pongah yang terobsesi memposisikan dirinya sebagai raja atau ratu ini maupun itu, padahal kalau saja kita benar-benar mau dan mampu bersikap benar-benar baik, jujur, ramah, rajin, bertanggungjawab, dan suportif secara benar-benar wajar atau benar-benar merdeka, tentu saja orang-orang akan dengan senang hati menghargai dan menghormati kita sebagai sesama raja atau ratu yang demokratis. Setuju?

Renungan Joger, Sabtu, 01 Februari 2020

Renungan Joger, Sabtu, 01 Februari 2020.

Sebagai orang Indonesia yang beragama, ber-Tuhan, dan berbudaya, kita memang sangat amat percaya bahwa kematian atau ajal kita sepenuhnya ada di Tangan Tuhan Yang Mahakuasa, tapi untuk sementara ini, kalau bisa, hindarilah bepergian ke kota Wuhan (Tiongkok) dan juga hindarilah kontak langsung dengan penderita demam yang disebabkan oleh virus Corona! Setuju? Terima kasih! Matur Suksema!

Renungan Joger, Jumat, 31 Januari 2020

Renungan Joger, Jumat, 31 Januari 2020.
Menurut hemat saya (Mr. Joger yg belum dan tidak akan pernah benar-benar bersedia untuk bersikap terlalu hemat maupun terlalu tidak hemat ini) seharusnyalah gerakan reformasi 1998 tidak hanya membuat kita (segenap rakyat Indonesia dari para pengusaha maupun para penguasa di NKRI kita tercinta ini) menjadi tambah usia saja, tapi juga benar-benar menjadi makin baik, makin jujur, makin adil, makin demokratis, makin meritokratis, makin dewasa, dan makin bertanggungjawab secara berkesinambungan. Oke?