Renungan

Renungan Joger, Jumat 12 Juni 2020.

Kalau tidak salah, tampaknya pajak adalah salah satu (bukan satu-satunya) instrumen untuk melakukan pemerataan agar kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia bisa terwujud secara benar-benar baik, jujur, adil, beradab, bertanggungjawab, dan berkesinambungan, bukan instrumen untuk membunuh maupun membangkrutkan pengusaha kelas atas maupun kelas menengah. Bayarlah pajak secara optimal! Setuju?

Renungan Joger, Kamis, 11 Juni 2020

Renungan Joger, Kamis, 11 Juni 2020.

Kalau bisa, marilah kita ramai-ramai hormati, hargai, cintai, dan dukung diri kita sendiri secara baik dan jujur tanpa meremehkan, menghina, membenci, dan membebani sesama, “atasan”, maupun “bawahan” kita, apalagi mereka yang sudah pernah dan/atau apalagi yang akan tetap menghormati, menghargai, mencintai, dan mendukung kita secara benar-benar baik, jujur, wajar, optimal, adil, beradab, dan/atau masuk akal-sehat (bukan akal bulus). Oke? Terima kasih!

Renungan Joger, Rabu, 10 Juni 2020

Renungan Joger, Rabu, 10 Juni 2020.

Banyak orang tidak percaya bahwa saya (Mr/Pak Joger) tidak ingin kaya, dan/tapi juga tidak ingin miskin, tapi saya (terutama sejak 1987) malah hanya ingin “happy” atau “bahagia” saja. Argumentasinya, “apa gunanya kaya, kalau tidak bahagia?”, walaupun mungkin akan bisa lebih tidak berguna lagi, kalau sesudah miskin pun ternyata kita tidak bahagia juga, he..he. Terberkatilah kita yang BERSYUKUR kepada TUHAN YANG MAHAESA!

Renungan Joger, Selasa, 09 Juni 2020.

Renungan Joger, Selasa, 09 Juni 2020.
Orang yang benar-benar baik, jujur, adil, beradab, bijaksana, dan merdeka, adalah orang yang berusaha untuk mengumpulkan berbagai macam informasi dari berbagai pihak dan kemudian berintrospeksi secara baik dan jujur terlebih dahulu sebelum mengeluh maupun sebelum mencari kambing hitam yang benar-benar kambing dan benar-benar hitam. Semoga saja kita (NKRI) ini bisa dan boleh punya lebih banyak orang-orang yang benar-benar baik, jujur, adil, beradab, bijaksana, dan merdeka. Kurangilah mengeluh! Setuju?

Renungan Joger, Senin, 08 Juni 2020

Kalau memang masih boleh memilih, tampaknya lebih baik kita hidup bersama dengan “ayam berbulu musang” daripada dengan “musang berbulu ayam”. Tetapi mumpung kita semua ini masih manusia, tentu saja lebih baik maupun terbaik untuk kita semua adalah bagaimana kita hidup sebagai manusia yang benar-benar manusiawi sambil tetap mau dan mampu menyikapi semua manusia lainnya secara benar-benar manusiawi juga. Terima Kasih!

Renungan Joger, Minggu, 07 Juni 2020

Renungan Joger, Minggu, 07 Juni 2020.

Don’t forget dan janganlah lupa, bahwa bahan dasar kemerdekaan itu sebenarnya bukanlah kebebasan, melainkan “iktikad” atau “niat baik yang benar-benar baik, lebih baik, maupun terbaik, bukan niat baik yang terlalu baik dan/atau apalagi niat baik yang terlalu tidak baik” yang dikelola atau disikapi secara benar-benar baik, jujur, adil, beradab, bermoral, beretika, bertanggungjawab, dan berkesinambungan. OK? Merdeka! Terima kasih!

Renungan Joger, Sabtu, 06 Juni 2020

Renungan Joger, Sabtu, 06 Juni 2020.
Awas 1001 awas, hampir semua penguasa, pengusaha, penguasa yang juga pengusaha, maupun pengusaha yang juga penguasa (kapitalis birokrat atau oligarki) di semua negara di dunia yang fana ini sebenarnya sangat pandai mencatut nama rakyat maupun Nama Tuhan untuk memenangkan kepentingan, kebutuhan, maupun keinginan mereka atau kelompok mereka sendiri saja. Jangan takut, tapi tetaplah baik,jujur, adil, beradab, kritis, dan waspada! Merdeka!

Renungan Joger, Jumat, 05 Juni 2020.

Sebagai orang merdeka yang percaya diri, sebaiknya kita tidak melarang orang-orang untuk menyebarkan berita hoax, tapi kita sajalah yang seharusnya melarang diri kita untuk tidak percaya begitu saja pada berita-berita yang bertebaran dimana-mana. Kalau memang bukan domba, janganlah mau diadu domba! Kalau memang butuh kambing hitam, carilah kambing yang benar-benar kambing dan juga benar-benar hitam! Merdeka! Terima Kasih!

Renungan Joger, Kamis, 04 Juni 2020

Renungan Joger, Kamis, 04 Juni 2020.

Salah satu (bukan satu-satunya) tujuan hidup manusia berbudaya merdeka, adalah secara benar-benar baik, jujur, adil, beradab, dan bertanggungjawab benar-benar berusaha untuk mengurangi sifat kebinatangan kita yang suka mengaku dan ingin diakui sebagai manusia atau sebagai makhluk hidup termulia di antara semua makhluk hidup ciptaan Tuhan Yang Mahaesa, Mahabaik, Mahabijaksana, Mahapencipta, dan Mahamulia. Ayo, sama-sama berusaha!

Renungan Joger, Rabu, 3 Juni 2020

Renungan Joger, Rabu, 3 Juni 2020.
Semua agama yg ada di dunia fana ini sebenarnya semuanya sama saja, karena semuanya, kan sama-sama agama atau sama-sama wadah persekutuan untuk melampiaskan rasa syukur, rasa hormat, dan rasa cinta kepada Tuhan (kita bersama) Yang Mahaesa, Mahabaik, dan Mahabijaksana, walaupun ternyata masing-masing agama merasa berhak dan/atau bahkan wajib punya dogma maupun tradisi yg berbeda dan unik. Bersatu kita teguh, bercerai kita rapuh! Ayo, mau teguh atau rapuh?

Renungan Joger, Selasa 02 Juni 2020

Sebagai manusia Indonesia yang benar-benar beragama, ber-Tuhan, berperikemanusiaan, beradab, berbudaya, dan berpendidikan tinggi, sudah selayaknya lah kita percaya bahwa keberadaan KPK adalah tanda atau bukti bahwa korupsi memang masih layak diberantas, tetapi janganlah percaya pada saran gila yang ingin meniadakan KPK untuk membuktikan bahwa korupsi sudah tidak ada di NKRI. Selama korupsi masih ada, KPK harus diperkuat! Terima Kasih!

Renungan Joger, Minggu, 31 Mei 2020

Renungan Joger, Minggu, 31 Mei 2020.
Kalau bisa, janganlah sebarkan maupun tularkan ketakutan, tapi sebarkanlah optimisme dan keberanian untuk hidup secara benar-benar wajar, optimal, bermoral, beretika, Pancasilais, berperikemanusiaan, kekeluargaan, gotong royong, proporsional, berwawasan kebangsaan, berwawasan lingkungan, berakal-budi, berakal sehat, beragama, ber-Tuhan! Marilah kita hormati, hargai dan cintai Tuhan (kita bersama) Yang Mahaesa, Mahabaik, dan Mahabijaksana!

Renungan Joger, Sabtu 30 Mei 2020

Kalau saja seluruh rakyat Indonesia benar-benar mau, mampu, sempat, ikhlas, dan mantap mengendalikan otak, hati, maupun tangannya untuk tidak mengambil apapun yang bukan maupun belum merupakan miliknya, tentu saja di NKRI ini tidak perlu sampai ada sesama anak bangsa kita yang harus hidup miskin maupun susah, bahkan di saat adanya pandemi corona seperti sekarang ini. Setuju?

Renungan Joger, Jumat, 29 Mei 2020

Renungan Joger, Jumat, 29 Mei 2020.

Kalau kami (keluarga Joger) saja sudah merasa resah menunggu berhentinya penyebaran virus corona, apalagi sesama anak bangsa kita yang secara tiba-tiba harus tetap hidup tanpa pemasukan sama sekali, sedangkan pengeluaran untuk makan dan minum secara wajar setiap hari harus tetap ditanggung. Makanya, kami secara sadar dan tahu diri selama mungkin menolak untuk ikut menerima bantuan dalam bentuk apapun dari pemerintah maupun dari pihak lain, Viva NKRI! Oke?

Renungan Joger, Kamis, 28 Mei 2020

Renungan Joger, Kamis, 28 Mei 2020.
Dalam rangka ikut mengurangi beban keuangan pemerintah kita saat ini (Mei 2020) saya (Mr/Pak Joger) dengan rendah hati, tapi tidak rendah diri, bagi segenap anggota keluarga Joger maupun pendukung filosofi (ajakan) GARING, kalau bisa, janganlah sampai ikut-ikutan berebut bantuan uang maupun sembako, biarkanlah mereka yang lebih membutuhkan memperoleh lebih banyak bantuan secara lebih damai. Terima kasih! Matur Suksema! Thank you!

Renungan Joger, Rabu, 27 Mei 2020

Renungan Joger, Rabu, 27 Mei 2020.

Sejak Tgl 23 Maret 2020, Joger, Kuta maupun Joger, Luwus sudah mulai memasuki suasana tiarap sambil tetap menjaga agar 305 sesama anak bangsa Indonesia yang bergabung sebagai anggota keluarga Joger maupun sebagai pendukung NSM/Niat Swadaya Masyarakat GARING, minimal bisa tetap hidup layak maupun bisa tetap merasa tetap hidup layak, dalam arti minimal bisa tetap makan dan minum tiga piring setiap hari secara layak dan berkesinambungan, tanpa pemasukan sama sekali.

Renungan Joger, Selasa, 26 Mei 2020

Renungan Joger, Selasa, 26 Mei 2020.

Apa gunanya kelihatan sangat taat beragama, kalau ternyata kita tetap saja suka dan rajin melakukan hal-hal yang tidak baik, tidak bermanfaat, tidak konstruktif, tidak menyenangkan, tidak mendamaikan, dan/atau tidak kondusif (tidak memberi peluang/tidak mendukung) upaya kita bersama untuk mewujudkan kemaslahatan, kesehatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang juga benar-benar (tidak seolah-olah saja) taat beragama (tidak fanatik). Oke?

Renungan Joger, Sabtu, 23 Mei 2020

Renungan Joger, Sabtu, 23 Mei 2020.

Sebagai manusia biasa yang berakal-budi, saya (Mr. Joger dalam kesadaran dan kapasitas saya sebagai makhluk individu yang juga makhluk sosial) sangat berharap semua umat manusia mau dan mampu menyadari serta memahami bahwa yang namanya ibadah atau upaya untuk menghormati, menghargai, dan mencintai Tuhan (kita bersama) Yang Mahaesa itu adalah hak dan kewajiban asasi semua individu, yang tidak harus selalu sesuai dengan ajaran agama tertentu saja.

Renungan Joger, Jumat, 22 Mei 2020

Renungan Joger, Jumat, 22 Mei 2020.

Selama niat & sikap baik kita benar-benar baik, lebih baik, maupun terbaik, tetapi tidak sampai terlalu baik dan/atau apalagi sampai terlalu tidak baik, jangankan ramai-ramai berdoa secara ritual, bahkan berdoa dalam bentuk berkarya kreatif, bekerja sama, berbagi rezeki, bayar pajak, maupun bekerja bakti menjaga keberihan dan kelestarian lingkungan secara benar-benar wajar pun bisa kita jadikan sebagai wujud rasa hormat dan rasa cinta kita kepada TUHAN. Oke?

Renungan Joger, Rabu, 20 Mei 2020

Renungan Joger, Rabu, 20 Mei 2020.

Ketika “niat baik kita memang benar-benar baik, lebih baik, dan/atau apalagi terbaik, dan/tetapi benar-benar tidak terlalu baik dan juga tidak terlalu tidak baik”, jangankan berkarya kreatif dan bekerja cerdas, bahkan berlibur secara wajar pun bisa saja kita jadikan “kegiatan ibadah” atau “kegiatan untuk menghormati dan mencintai Tuhan kita bersama Yang Mahaesa, Mahabaik, dan Mahabijaksana. Terima kasih!

Renungan Joger, Selasa, 19 Mei 2020

Renungan Joger, Selasa, 19 Mei 2020.

Salah satu ajakan maupun nasihat luhur para leluhur kita yang sangat sering dan/atau bahkan hampir selalu dilanggar oleh para penguasa maupun oleh para pengusaha di NKRI ini, adalah untuk tidak bersifat dan bersikap mentang-mentang! Ayo, marilah kita larang diri kita sendiri masing-masing untuk punya sifat dan sikap suka mentang-mentang! Bagi yang kaya jangan mentang-mentang kaya, dan bagi yang miskin, jangan mentang-mentang miskin! Bagi yang menang, jangan mentang-mentang menang! Oke? Terima kasih!

Renungan Joger, Senin, 18 Mei 2020

Renungan Joger, Senin, 18 Mei 2020.

Salah satu kebaikan dan kejujuran yang sangat pantas dan perlu dilakukan oleh pemerintah adalah mengakui bahwa “dana pembangunan”, “dana desa”, maupun “dana sosial yg sekarang digelontor untuk membantu pihak-pihak yang benar-benar memerlukan bantuan”, sebenarnya juga bersumber dari pajak yang disetorkan oleh para pengusaha, investor, pedagang, petani, dan para pekerja yang benar-benar baik, jujur, adil, rajin,dan bertanggungjawab. Bukan jatuh dari langit!

Renungan Joger, Minggu, 17 Mei 2020

Renungan Joger, Minggu, 17 Mei 2020.

Awas 1001 awas! Justru di saat-saat seperti sekarang inilah para penegak hukum benar-benar harus lebih waspada dalam mengawasi para musang berbulu ayam yang sangat amat pandai dan rajin memanfaatkan buruknya keadaan justru untuk mengeruk sebanyak-banyaknya keuntungan materi untuk diri maupun kelompoknya sendiri. Tidak perlu takut, tapi tetaplah baik, jujur, adil, bijaksana, dan waspada! Setuju? Terima kasih! Thank You!

Renungan Joger, Sabtu, 16 Mei 2020

Renungan Joger, Sabtu, 16 Mei 2020.

Tahukah Anda, bahwa untuk hidup sebagai seorang yang benar-benar baik dan jujur di antara banyak orang yang tidak baik dan tidak jujur, bisa jauh lebih berbahaya daripada untuk hidup sebagai seorang yang tidak baik dan tidak jujur di antara orang-orang yang benar-benar baik dan jujur, karena kalau kita khilaf melakukan kesalahan, mereka yang benar-benar baik dan jujur pun akan secara benar-benar baik dan jujur memaafkan kita. Jangan takut, tetaplah baik, jujur, adil, bijaksana, dan waspada! Jangan tiru yang tidak baik!

Renungan Joger, Jumat, 15 Mei 2020

Renungan Joger, Jumat, 15 Mei 2020.

Anjuran atau ajakan dari Pabrik Kata-Kata Joger, Kuta, Balinesia, (Bali yang tak terpisahkan dari Indonesia, Asean, Asia, Dunia, maupun dari alam semesta kita yang sama dan yang satu ini) Ayo, marilah kita tunjukkan rasa hormat dan rasa cinta kita kepada NKRI kita tercinta ini, minimal dengan tidak mendorong maupun tidak membiarkan diri kita sampai ikut-ikutan berebut dan/atau apalagi sampai mencuri bantuan sosial yang disediakan oleh pemerintah yang merupakan hak “mereka” yang benar-benar (lebih) membutuhkannya. Terima kasih!

Renungan Joger, Kamis, 14 Mei 2020

Renungan Joger, Kamis, 14 Mei 2020.

Salah satu (bukan satu-satunya) cara paling sederhana untuk menunjukkan rasa cinta kita pada NKRI kita tercinta ini, adalah dengan tidak jadi parasit, beban, pengacau, pencuri, pemalas, pemalak, pemeras, penipu, preman, bajingan, pemadat, koruptor, kolutor (pelaku/pendukung kolusi), nepotisator (pelaku/pendukung nepotisme), maupun dengan tidak ikut menuntut, mengambil, maupun menikmati bantuan sosial yang seharusnya diberikan kepada mereka yang benar-benar miskin. Oke? Terima kasih!

Renungan Joger, Rabu, 13 Mei 2020

Renungan Joger, Rabu, 13 Mei 2020.

Menurut hemat saya (Mr/Pak Joger yang belum dan tidak akan pernah benar-benar secara sukarela mau bersikap terlalu hemat maupun terlalu tidak hemat ini) semua orang yang benar-benar (tidak seolah-olah saja) beragama, seharusnyalah juga benar-benar ber-Tuhan, berperikemanusiaan, berwawasan lingkungan, bermoral, beretika, berakal-budi, berakal-sehat, dan juga benar-benar memang tidak mau menjajah maupun dijajah. Merdeka atau merdeka? Merdeka!

Renungan Joger, Selasa, 12 Mei 2020

Renungan Joger, Selasa, 12 Mei 2020.

Sesuai dengan catatan sejarah, justru di saat-saat kritis atau banyak orang susah seperti sekarang inilah akan bermunculan banyak orang baik yang benar-benar punya kepedulian sosial, tapi juga akan muncul banyak orang yang hanya pandai dan rajin menjadi “pengetuk rasa kepedulian sosial” maupun yang malah sangat pandai dan rajin menjadi “pengetuk kepala orang-orang agar melakukan berbagai kegiatan sosial”. Kita mau jadi yang mana?

Renungan Joger, Senin, 11 Mei 2020

Renungan Joger, Senin, 11 Mei 2020.

Konon pemerintah kita sudah mulai menyediakan berbagai macam program maupun berbagai paket bantuan kepada sesama anak bangsa kita yang terdampak akibat negatif pandemi corona, tapi kami (segenap anggota keluarga Joger secara sadar dan tahu diri) tidak merasa pantas menerima bantuan materi dari pihak luar, termasuk dari pemerintah. Biarlah bantuan diberikan kepada orang/pihak yang lebih membutuhkan. Marilah kita hormati dan cintai NKRI secara baik dan jujur! Setuju.

Renungan Joger, Minggu, 10 Mei 2020

Renungan Joger, Minggu, 10 Mei 2020.

Dalam menanggapi pandemi corona untuk tiga bulan pertama sejak Januari 2020 ini, ada 3 hal positif yang kami lakukan di Joger: 1). Uang saku anggota keluarga Joger untuk bulan Januari s/d Maret 2020 dibayar 100% penuh. 2). Untuk “uang saku” tiga bulan berikutnya akan diberikan 50% saja. 3). Segenap anggota keluarga Joger tidak merasa pantas menerima bantuan materi dari pihak luar, termasuk dari pemerintah. Terima kasih! Matur Suksema! Matur Nuhun! Thank you!