Renungan

Renungan Joger, Minggu, 15 November 2020.

Kalau kita pikir kita ini susah, cobalah lihat ke kiri, ke kanan, maupun ke bawah, ternyata banyak sekali sesama kita yang (jauh) lebih susah, tetapi kalau kita pikir kita ini senang, bersyukurlah dan janganlah malah hanya menyibukkan diri kita untuk melihat ke atas saja, karena di atas sana banyak sesama kita yg kelihatannya (jauh) lebih enak, walaupun belum tentu mereka benar-benar lebih bahagia daripada kita yg benar-benar bersyukur secara benar-benar wajar. Kalimat kuncinya: Syukurilah kenyataan hidup kita sendiri secara benar-benar wajar! Oke? Terima kasih!

Renungan Joger, Sabtu, 14 November 2020

Salah satu (bukan satu-satunya) kelemahan kita sebagai sebuah bangsa besar yg punya lebih dari 265 juta rakyat yg heterogen, adalah hampir selalu terlalu lambat bermusyawarah dalam menyepakati hal-hal yg benar-benar baik dan bermanfaat untuk mewujudkan kesejahteraan yg benar-benar berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Mudah-mudahan tidak terlalu berlarut-larut terus. Merdeka!

Renungan Joger, Jumat, 13 November 2020

Renungan Joger, Jumat, 13 November 2020.

Awas 1001 awas! Kalau bisa, janganlah percaya begitu saja dan/tetapi juga janganlah tidak percaya begitu saja pada apapun yang kita dengar, baca, maupun lihat! Marilah kita jaga kebaikan, kejujuran, kesehatan, kewaspadaan, maupun kekritisan kita dalam menanggapi apapun juga! Tetapi itu bukan berarti kita boleh terus-terusan menunda-nunda pelaksanaan iktikad atau niat baik kita yang sudah benar-benar (tidak seolah-olah saja) baik.

Renungan Joger, Kamis, 12 November 2020

Renungan Joger, Kamis, 12 November 2020

Menurut hemat saya (Mr/Pak Joger yang belum dan tidak akan pernah benar-benar mau bersikap terlalu hemat maupun terlalu tidak hemat ini) semua umat agama pasti berkeyakinan bahwa Tuhan (kita bersama) di samping Maha Esa pasti juga Mahabaik, Mahaadil, Mahakuasa, Mahabijaksana, Mahapemaham, Mahapemaaf, Mahapengasih, Mahapenyayang, Mahapengampun, Mahapengizin, dan Mahadamai. Semoga saja Tuhan tidak bosan mengampuni kita yang sering mohon ampun dari Beliau.

Renungan Joger, Rabu, 11 November 2020

Renungan Joger, Rabu, 11 November 2020

Di negeri yang benar-benar beradab, jangankan sesama manusia, bahkan binatang peliharaan pun diperlakukan secara baik, beradab, dan penuh kasih sayang layaknya mengasihi sesama manusia, tapi di negeri yang belum benar-benar beradab, jangankan binatang, bahkan sesama manusia pun diperlakukan secara biadab. Marilah kita bangun NKRI yang benar-benar baik, adil, dan beradab! Oke? Terima kasih! Matur Suks’ma!

Renungan Joger, Selasa, 10 November 2020

Renungan Joger, Selasa, 10 November 2020.

Seharusnya “masalah-masalah” kita yang terjadi di dalam negeri kita sendiri lah yang kita sadari, pelajari, evaluasi, pahami, dan ramai-ramai kompak atasi bersama, bukan malah repot-repot mencari-cari atau mengadopsi, mengundang, dan/atau mengimpor masalah dari luar negeri. Suhu udara boleh saja kotor dan panas maupun dingin, tetapi kepala dan hati kita seharusnyalah tetap bersih dan sejuk. Oke? Terima kasih! Matur Suksema!

Renungan Joger, Senin, 09 November 2020

Renungan Joger, Senin, 09 November 2020.

Kadang-kadang, saya benar-benar heran dan bingung melihat makin banyak saja rakyat atau warga negara Indonesia yang tidak jelas apa sebenarnya pekerjaan mereka, sehingga mereka bisa setiap saat ikut hadir melakukan berbagai protes maupun menghujat pemerintah kita yang sah? Atau mungkin mereka memang sudah benar-benar berprofesi sebagai pengunjuk berbagai rasa sesuai dengan pesanan orang-orang berduit yang sudah, sedang, dan akan tetap saja mau kecewa terhadap keadaan?

Renungan Joger, Sabtu, 07 November 2020.

Kalau bisa, didik dan dewasakan lah anak atau anak-anak kita, justru dengan tidak memberikan semua yang mereka minta atau inginkan, tetapi siapkan dan berikan lah apa-apa yang benar-benar mereka butuhkan secara benar-benar wajar, optimal, dan/atau bijaksana. Teladanilah mereka hidup secara benar-benar baik, jujur, dan bersahaja, justru agar dia atau mereka tidak hanya kaya raya harta dunia saja, tetapi juga kaya raya harta akhirat. Setuju? Terima kasih! Matur Suksema!

Renungan Joger, Jumat, 06 November 2020

Renungan Joger, Jumat, 06 November 2020.

Kalau bisa, janganlah sampai benar-benar menyakiti jiwa, raga, pikiran, perasaan, maupun kantong sesama tanpa alasan yang benar-benar adil, beradab, dan/atau benar-benar masuk akal sehat kita bersama! Alasan adil, beradab, dan/atau masuk akal sehat yang bagaimana, sih yang bisa dan boleh kita pakai sebagai landasan untuk “menyakiti” jiwa, raga, pikiran, perasaan, maupun kantong sesama? Jawabannya: Alasan nagih utang sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati bersama.

Renungan Joger, Kamis, 05 November 2020

Renungan Joger, Kamis, 05 November 2020.

Ketika sedang senang, minimal ajaklah orang lain di sekitar kita untuk ikut senang! Ketika sedang susah, minimal janganlah ajak orang lain di sekitar kita ikut susah! Sebaik apapun ajaran agama kita, janganlah paksa orang lain untuk ikut ajaran agama kita, karena ketika kita sendiri tidak suka dipaksa, janganlah memaksa orang lain! Tidak ada agama yang benar-benar agama yang mengajar umatnya untuk memaksakan kehendak! Terima kasih!

Renungan Joger, Rabu, 04 November 2020

Renungan Joger, Rabu, 04 November 2020.

Jangan takut, tetapi tetaplah baik, jujur, adil, beradab, kritis, cerdas, bijaksana, dan waspada pada bahaya nyata maupun bahaya laten segala bentuk arogansi atau kementang-mentangan yang merongrong maupun menggerus semangat kerja kita untuk membangun, merawat, maupun menumbuhkembangkan kemaslahatan, kesehatan, kebahagiaan, maupun kesejahteraan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang heterogen, otonom, maupun heteronomi ini. Jangan takut, tapi tetaplah waspada!

Renungan Joger, Selasa, 03 November 2020

Renungan Joger, Selasa, 03 November 2020.

Jangan takut, tetapi tetaplah baik, jujur, adil, beradab, kritis, cerdas, bijaksana, dan waspada pada bahaya nyata maupun bahaya laten segala bentuk pembohongan publik maupun pembodohan publik yang dilakukan oleh para maling yang sangat amat rajin teriak maling maupun yang dilakukan oleh para ayam berbulu musang dan/atau apalagi oleh para musang berbulu ayam. Waspada!

Renungan Joger, Senin, 02 November 2020

Renungan Joger, Senin, 02 November 2020.

Orang yang benar-benar merdeka adalah orang yang benar-benar beriktikad dalam arti benar-benar punya dan benar-benar menjalankan niat baiknya yang benar-benar baik, lebih baik, maupun terbaik, tetapi tidak punya dan tidak mau menjalankan niat baiknya yang terlalu baik dan/atau apalagi yang terlalu tidak baik dalam rangka mewujudkan, merawat, maupun menumbuhkembangkan kesejahteraan bersama yang benar-benar baik dan berkeadilan. Salam benar2 merdeka dari Joger, Kuta, Balinesia.

Renungan Joger, Minggu, 01 November 2020

Apa gunanya kaya harta dunia, banyak kuasa dunia, dan hidup bermewah-mewah, kalau ternyata hidup kita tidak bahagia? Tetapi mungkin lebih tidak berguna lagi, kalau sudah miskin, tidak berkuasa, dan hidup sangat amat sederhana, tetapi ternyata hidup kita tidak bahagia juga? Makanya, dengan berbekal iktikad marilah kita hidup secara benar-benar (tidak seolah-olah saja) baik, jujur, adil, beradab, dan/atau secara wajar-wajar saja! Wajar itu optimal. Optimal itu cara kerja Joger, Kuta, Bali.

Renungan Joger, Sabtu, 31 Oktober 2020

Apa gunanya berniat benar-benar baik, kalau tidak benar-benar mau, mampu, sempat, ikhlas, dan mantap kita wujudkan atau implementasikan dalam bentuk positif dalam berpikir, positif dalam bertindak, positif dalam bersikap, positif dalam bicara, khusyuk dalam berdoa, rajin dalam bekerja nyata, bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja kreatif, bijaksana dalam bekerja sama, berbagi peran, berbagi rezeki, bayar pajak, maupun dalam berkarya bakti menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup kita bersama yang sama dan yang satu ini? Salam merdeka dari Joger, Kuta, Balinesia.

Renungan Joger, Jumat, 30 Oktober 2020

Renungan Joger, Jumat, 30 Oktober 2020.

Apa gunanya kaya, kalau ternyata tidak bahagia? Tetapi mungkin akan lebih tidak berguna lagi kalau sudah miskin pun ternyata tidak bahagia juga! Apa gunanya cepat, kalau ternyata tidak berhasil mencapai garis finish? Tetapi mungkin lebih tidak berguna lagi kalau sudah hati-hati dan sudah sangat lambat pun ternyata tidak berhasil mencapai garis finish! Apa gunanya diam, kalau ternyata tidak dimengerti? Tetapi mungkin lebih tidak berguna lagi kalau sudah banyak bicara ternyata tidak dimengerti juga! Salam bahagia dari Joger, Kuta, Bali.

Renungan Joger, Rabu, 28 Oktober 2020

Renungan Joger, Rabu, 28 Oktober 2020.

Jokowi dan Ma’ruf Amin sudah secara demokratis kita pilih sebagai pasangan pemimpin tertinggi bangsa ini, begitu pula para legislator kita juga sudah kita pilih secara demokratis untuk membuat undang-undang. Kalau memang ingin protes pemerintah, pakailah cara yang konstruktif, kreatif, dan demokratis! Jangan pakai cara yang destruktif dan vandalis! Marilah kita ramai-ramai kurangi beromong kosong dengan memperbanyak dan mempersering khusyuk berdoa, positif berpikir, rajin bekerja nyata, bekerja keras, dan bekerja cerdas!

Renungan Joger, Selasa, 27 Oktober 2020

Renungan Joger, Selasa, 27 Oktober 2020.

Selama hampir 7 bulan “tiarap” sejak Maret 2020 yang lalu, pada Tgl 1 Oktober 2020 Joger sudah mulai membuka diri terutama dalam rangka memberikan peluang kepada 60 pramuwisata (pemegang saham PKK Joger yang sudah 7 bulan sama sekali tidak berpenghasilan dan juga belum menerima bantuan) untuk memperoleh nafkah halal dan legal. Dan sejak Tgl 1 Oktober 2020 Joger juga sudah buka penjualan online yang cukup banyak peminatnya. Mohon doa restu dan dukungan Anda! Terima kasih! Matur Suksema! Thank you!

Renungan Joger, Senin, 26 Oktober 2020

Renungan Joger, Senin, 26 Oktober 2020.

Bagaimana tidak heran dan tidak prihatin, kalau terus-terusan harus melihat maupun mendengar bahwa di NKRI kita yang semua rakyatnya mengaku sangat beragama, tetapi korupsi, kolusi, nepotisme, premanisme, terorisme, ateisme, maupun ajaran komunisme yang bertentangan dengan semua agama, koq masih saja ada dan bahkan konon masih saja dianggap bahaya laten yang sangat berpotensi memecah belah dan menghancurkan NKRI kita yang indah, subur, luas, kaya, dan berdasarkan Pancasila ini? Quo vadis Pancasila?

Renungan Joger, Minggu, 25 Oktober 2020

Kalau memang benar-benar (tidak hanya seolah-olah saja) beragama, ber-tuhan, berperikemanusiaan, berakal-budi, berakal-sehat, berbudaya, berwawasan lingkungan, marilah kita tegakkan akhlak atau moral kita secara serius dan istikamah, karena kalau akhlak atau moral kita sudah benar-benar tegak, maka yang lainnya dan/atau terutama penegak hukum pasti tidak sulit. Marilah kurangi kemunafikan kita! Terima kasih!

Renungan Joger, Sabtu, 24 Oktober 2020.

Kalau memang sudah jelas merupakan kesalahan atau kecerobohan kita sendiri, janganlah putar-putar atau menghindar untuk mengakuinya, apalagi kalau sampai mulai mencari kambing hitam untuk kita fitnah. Biasakanlah untuk bersikap baik, jujur, dan sportif. Janganlah pelihara sifat maupun sikap hidup yg tidak baik dan cenderung bisa merugikan diri kita sendiri dan/atau apalagi orang lain. Janganlah pikir kita bisa menipu Tuhan (kita bersama) Yang Maha Esa dan Mahatahu! Oke?

Renungan Joger, Jumat, 23 Oktober 2020

Renungan Joger, Jumat, 23 Oktober 2020.

Kalau memang mau mewaspadai, marilah kita waspadai bahaya laten maupun bahaya nyata komunisme, ateisme, korupsi-isme, kolusi-isme, nepot-isme, fanatisme destruktif, terorisme, vandalisme, maupun persekusi-isme, yang setiap saat bisa merusak perdamaian, keadilan, kesejahteraan, maupun keutuhan NKRI kita tercinta yang berdasarkan Pancasila ini? Bersatu kita teguh, bercerai kita rapuh.

Renungan Joger, Kamis, 22 Oktober 2020

Renungan Joger, Kamis, 22 Oktober 2020.

Awas 1001 awas! Dalam sebuah cerita dan/atau apalagi sejarah, biasanya pasti ada beberapa versi, karena cerita dan/atau apalagi sejarah, biasanya pasti diluruskan secara berbelok-belok sesuai dengan kepentingan, kebutuhan, maupun selera para pemenang dan/atau penguasa yang sedang berkuasa. Makanya, kalau bisa, janganlah percaya maupun tidak percaya begitu saja pada apapun yang kita dengar maupun lihat di dunia fana yang hampir selalu penuh misteri ini.

Renungan Joger, Rabu, 21 Oktober 2020

Renungan Joger, Rabu, 21 Oktober 2020.

Kalau bisa, hati-hatilah memilih dan/atau apalagi dalam menentukan cita-cita, janganlah sampai memilih cita-cita yang terlalu tinggi maupun yang terlalu rendah, dan terutama janganlah sampai memilih cita-cita yang liar dan yang suka lari-lari, karena kalau kita sampai punya cita-cita yang liar dan yang suka lari-lari, nantinya kita akan repot dan lelah mengejar-ngejarnya ke sana ke mari, he..he..he. Terima kasih!

Renungan Joger, Selasa, 20 Oktober 2020

Renungan Joger, Selasa, 20 Oktober 2020.

Kalau memang mau membangun NKRI, marilah kita kurangi beromong-kosong sambil meningkatkan produktivitas maupun kreativitas kita dengan rajin bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja sama, berbagi rezeki, bayar pajak, maupun dengan bekerja bakti menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup kita bersama. Jangan ribut terus! Oke?

Renungan Joger, Senin, 19 Oktober 2020

Renungan Joger, Senin, 19 Oktober 2020.

Kalau bisa, janganlah hanya pandai dan rajin menjadi tukang protes, tukang mencari-cari kesalahan sesama, maupun menjadi pengacau, tetapi marilah kita ramai-ramai kerahkan dan arahkan seluruh tenaga, pikiran, perasaan, perkataan, dana, waktu, maupun perbuatan kita untuk menghormati, menghargai, maupun mencintai NKRI ini secara benar-benar wajar, optimal, adil, beradab, beragama, ber-Tuhan, dan berbudaya!

Renungan Joger, Minggu, 18 Oktober 2020.

Marilah kita berikan kesempatan maupun dukungan kita kepada para ahli kesehatan untuk menemukan vaksin pencegah maupun obat penyembuh inveksi yang disebabkan oleh virus corona sambil tetap menjaga kesehatan jiwa, raga, pikiran, perasaan, perkataan, pergaulan, komunikasi, maupun kesehatan kantong kita dengan tetap mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak ketika beraktivitas di ruang publik. Terima Kasih!

Renungan Joger, Sabtu, 17 Oktober 2020

Renungan Joger, Sabtu, 17 Oktober 2020.

Pernahkah Anda bayangkan, apa kira-kira yang terjadi kalau seluruh rakyat kita yang Pancasilais ini benar-benar sepakat untuk menuntut lebih banyak libur, cuti, dan demo daripada berkarya, bekerja, maupun lembur? Apakah kita bisa cukup menarik investor daripada negara-negara tetangga kita yang lebih sadar dan lebih paham bagaimana caranya menarik hati, otak, maupun uang para investor yang pada dasarnya, kan juga manusia yang punya hati dan punya logika? Waspadalah!

Renungan Joger, Jumat, 16 Oktober 2020

Renungan Joger, Jumat, 16 Oktober 2020.

Dalam dunia industri, investor adalah raja atau ratu. Makanya, sebagai manusia merdeka yang menghargai semangat kesetaraan, sebagai manusia merdeka di negeri kita sendiri, marilah kita sikapi para investor dalam maupun luar negeri secara benar-benar baik, jujur, wajar, adil, beradab dan masuk akal, dan janganlah lupa bahwa bukan kita saja yang ingin menarik investor, negara-negara tetangga kita juga! Jangan takut, tetapi tetaplah waspada!

Renungan Joger, Kamis, 15 Oktober 2020

Renungan Joger, Kamis, 15 Oktober 2020.

Jangan obral murah-murah tenaga kerja kita yang benar-benar baik, jujur, rajin, terampil, dan produktif, tapi juga janganlah tawarkan tenaga kerja kita yang belum benar-benar baik, jujur, rajin, terampil, dan produktif kepada investor dalam negeri dan/atau apalagi investor luar negeri yang punya kebebasan yang sangat luas untuk memilih tempat berinvestasi. Kita memang bebas bikin berbagai macam aturan, tetapi bagaimana kalau tidak menarik bagi investor luar negeri maupun dalam negeri??