Renungan

Renungan Joger, Jumat, 17 Januari 2020

Renungan Joger, Jumat, 17 Januari 2020.

Ketika rakyat sehat, maka dokter, dukun, penjual jamu, rumah sakit, dan apotek pun sepi. Ketika KPK benar-benar kuat, maka para koruptor dengan para kroni-kroninya pun lemah dan takut. Tapi saat ini, kok malah KPK kita yang kelihatannya makin sulit melakukan penangkapan koruptor dan pemberantasan korupsi? Mudah-mudahan para pemimpin kita benar-benar mau dan mampu memperbaiki kekacauan ini! OK?

Renungan Joger, Kamis, 16 Januari 2020

Renungan Joger, Kamis, 16 Januari 2020.

Apa gunanya teriak-teriak mengaku diri kita atau etnis kita sebagai suku yang paling pribumi di bumi kita yang sama dan yang satu ini, kalau ternyata kita hanya rajin dan pandai menjual tanah warisan orang tua atau nenek moyang kita kepada orang asing (nonpribumi) dan/atau apalagi kalau kita hanya rajin mengotori & merusak kelestarian lingkungan hidup kita bersama di bumi kita yang sama dan yang satu ini. Kalau bisa, hati-hatilah berpikir dan berbicara!

Renungan Joger, Rabu, 15 Januari 2020

Renungan Joger, Rabu, 15 Januari 2020.

Kalau bisa, marilah kita ramai-ramai wujudkan rasa hormat maupun rasa cinta kepada Tuhan Yang Mahaesa maupun pada NKRI kita tercinta ini, cukup dengan menjalankan secara sebaik-baiknya dan sejujur-jujurnya tugas, fungsi, maupun profesi kita masing-masing saja! Terima kasih!

Renungan Joger, Selasa, 14 Januari 2020

Renungan Joger, Selasa, 14 Januari 2020.

Memberi uang atau bantuan materi kepada pengemis yang memang benar-benar tidak mampu bekerja, memang baik dan mulia, tapi memberi uang maupun bantuan materi kepada pengemis yang sebenarnya mampu bekerja, tapi hanya karena malas bekerja maupun belajar, bisa saja membuat makin banyak orang malah membuat kemiskinan maupun penderitaan mereka sebagai barang dagangan mereka. Jangan takut membantu sesama, tapi waspadalah! Dilarang menuduh maupun menyamaratakan!

Renungan Joger, Senin, 13 Januari 2020

Renungan Joger, Senin, 13 Januari 2020.

Setinggi apapun langit, biasanya, pasti masih ada langit yang lebih tinggi di atasnya. Sedalam apa pun laut, pasti ada dasarnya. Makanya, kalau bisa, janganlah terlalu bangga ketika sedang kaya maupun sedang jaya, sehingga kita pun tidak perlu sampai terlalu berkecil hati ketika sedang miskin dan susah. Marilah kita sadari, pahami, dan syukuri kenyataan hidup kita secara wajar-wajar saja! Jauhilah sifat maupun sikap hidup yang berlebih-lebihan! Wajar itu baik, indah, adil, dan menenteramkan hidup kita bersama. Oke?

Renungan Joger, Minggu, 12 Januari 2020

Renungan Joger, Minggu, 12 Januari 2020.
Tuhan (kita bersama) Yang Mahaesa, Mahabaik, Mahaadil, Mahapemaham, dan Mahapengizin tidak mungkin tidak mengizinkan kita untuk mengeluh maupun bersyukur. Dan kalau memang sama-sama diizinkan oleh Tuhan Yang Mahapengizin, untuk apa kita malah memilih untuk mengeluh, bukan bersyukur? Padahal hanya orang-orang yang benar-benar mau, mampu, sempat, ikhlas, dan mantap bersyukurlah yang bisa dan boleh hidup bahagia.

Renungan Joger, Sabtu, 11 Januari 2020

Renungan Joger, Sabtu, 11 Januari 2020.

Uang dalam jumlah banyak dan sudah rutin kita terima, cenderung membuat kita (manusia biasa) lupa pada penderitaan kita sendiri di masa lalu maupun penderitaan orang lain saat ini, sehingga kita pun jadi lupa pada niat baik dan sederhana kita, lalu kita pun cenderung akan tidak lagi serajin dulu dalam berdoa dan bersyukur kepada Tuhan Yang Mahaesa, Mahabaik, Mahabijaksana, Mahapengasih, Mahapenyayang, dan Mahakuasa. Jangan gitu, dong!

Renungan Joger, Jumat, 10 Januari 2020

Renungan Joger, Jumat, 10 Januari 2020.

Bagaimana kalau setelah kita adakan tes atau seleksi terbaru, lalu ternyata potensi “Atlet Mandiri” yang tidak lolos tes dan seleksi sebelumnya, dan kemudian memang masih ada kesempatan maupun kesempitan untuk menyertakan mereka di PON mewakili Bali yang sama-sama kita cintai ini? Atau kalau, toh tidak bisa berangkat sebagai atlet, bagaimana kalau berangkat sebagai suporter atau sebagai penggembira saja? Silakan atur dan putuskan yang terbaik bagi Bali, bukan bagi diri atau keluarga kita sendiri saja! Setuju?

Renungan Joger, Kamis, 09 Januari 2020

Renungan Joger, Kamis, 09 Januari 2020.

Kalau menurut saya (Mr. Joger yang bodoh dan juga bukan pengurus KONI) sebaiknya tidak semua “Atlet Mandiri” kita larang dan/tapi juga tidak semuanya kita izinkan untuk ikut mewakili daerah kita, walaupun mereka berangkat ke PON atas biaya dan upaya mereka sendiri. Sebaiknyalah tetap ada seleksi dan pengecualian yang benar-benar didasari niat baik yang benar-benar baik, yang lebih baik, maupun terbaik, bukan dengan niat baik yang terlalu baik dan/atau apalagi niat baik yang terlalu tidak baik untuk daerah kita! OK?

Renungan Joger, Rabu, 08 Januari 2020

Renungan Joger, Rabu, 08 Januari 2020.

Suasana tenang, damai, tenteram, mapan, maupun nyaman memang merupakan dambaan hampir semua bangsa maupun semua manusia, makanya, kalau terus-terusan diganggu, diusik, dan didesak, tentu saja kita harus melawan untuk mempertahankan hak-hak kita. Ini bukan masalah Natuna yang kaya sumber daya alam, tapi ini adalah masalah kemerdekaan dan kedaulatan NKRI. Marilah kita hormati dan cintai NKRI secara benar-benar wajar, optimal, adil, beradab, proporsional, dan profesional!

Renungan Joger, Selasa, 07 Januari 2020

Renungan Joger, Selasa, 07 Januari 2020.

Kalau memang benar-benar punya iktikad atau niat baik yang benar-benar baik, lebih baik, maupun terbaik, bukan niat baik yang terlalu baik dan/atau apalagi niat baik yang terlalu tidak baik, jangankan banjir rezeki, bahkan banjir bandang atau banjir lumpur pun bisa saja kita jadikan alasan untuk bersatu padu saling bahu membahu menjaga kemaslahatan dan keutuhan NKRI kita yang konon sama-sama kita cintai ini. Viva NKRI!

Renungan Joger, Senin, 06 Januari 2020

Renungan Joger, Senin, 06 Januari 2020.

Lebih baik punya satu atau dua dompet kecil yang selalu penuh dengan uang besar yang halal dan legal, daripada punya banyak dompet besar yang hampir tidak pernah berisi uang halal dan legal. Wajar-wajar saja!

Renungan Joger, Minggu, 05 Januari 2020

Renungan Joger, Minggu, 05 Januari 2020.

Orang-orang yang benar-benar merdeka, adalah orang-orang yang secara benar-benar manusiawi mau, mampu, sempat, ikhlas, dan mantap mengendalikan hawa nafsu keserakahannya sendiri agar tetap berada pada tingkat yang benar-benar wajar atau optimal atau adil dan beradab atau proporsional dan profesional atau (bagi yang orang Indonesia) Pancasilais atau secara benar-benar (tidak seolah-olah saja) baik, jujur, ramah, rajin, bertanggungjawab, berimajinasi, berinisiatif, berani, bersyukur, bermanfaat, tekun, dan tahu diri. Oke? Merdeka!

Renungan Joger, Sabtu, 04 Januari 2020

Renungan Joger, Sabtu, 04 Januari 2020.

Selamat tahun baru dan ikut berduka cita kami (keluarga Joger) haturkan atas meninggalnya beberapa saudara-saudari kita yang di Jabodetabek yang mengalami banjir luar biasa. Semoga para pemangku kepentingan maupun para pemangku wewenang di Jabodetabek bisa mengatasi banjir yang sudah terjadi maupun mengantisipasi banjir susulan yang bisa saja terjadi di luar dugaan maupun harapan kita. Marilah kita tuntaskan tugas kita masing-masing secara merdeka!

Renungan Joger, Jumat, 03 Januari 2020

Renungan Joger, Jumat, 03 Januari 2020.

Minggu lalu saya (Mr. Joger) baca di koran, katanya hotel-hotel di Buleleng sepi tamu, lalu saya sekeluarga pun buat rencana untuk berlibur di Buleleng, tapi hari ini (02/1/20) saya baca di koran, katanya semua hotel di Buleleng sudah 100% penuh. Makanya kami pun cukup berlibur di Joger, Kuta saja. Selamat untuk hotel-hotel di Buleleng. Layanilah tamu secara baik dan profesional. Majulah industri pariwisata Buleleng! Oke!

Renungan Joger, Kamis, 02 Januari 2020

Renungan Joger, Kamis, 02 Januari 2020.

Menurut hemat saya, hampir semua (99%) manusia biasa (bukan manusia luar biasa) pasti lebih suka hidup enak daripada hidup tidak enak. Dan dari sebab itulah sebaiknya kita semua (tanpa kecuali) benar-benar berusaha untuk mengendalikan diri (terutama hawa nafsu keserakahan) kita masing-masing, justru agar kita pun tidak sampai hidup seenaknya secara eksesif dan destruktif. Marilah kita jaga kewajaran atau keoptimalan segala tindak tanduk kita secara benar-benar wajar atau optimal. Jangan sok seenaknya! Merdeka!

Renungan Joger, Selasa, 31 Desember 2019

Renungan Joger, Selasa, 31 Desember 2019.

Paling repot berurusan dengan orang yang baru mau, mampu, sempat, ikhlas, dan selesai membaca satu buku, apalagi kalau dia tidak mau, tidak mampu, dan tidak sempat membuka otak dan hatinya untuk buku-buku lain yang ada di kota lain maupun negeri lain. Jangan tutup otak dan hati kita untuk mempelajari, mempertimbangkan, maupun memahami jutaan buku yang mungkin saja sama baiknya maupun malah lebih baik untuk kemaslahatan, kesejahteraan, maupun kebahagiaan hidup kita bersama. Merdeka!

Renungan Joger, Senin, 30 Desember 2019

Renungan Joger, Senin, 30 Desember 2019.

Tahun Baru. Hampir semua boleh saja kita tukar dengan yang baru, kecuali: 1). Pacar/pasangan hidup yang baik, setia, dan sederhana. 2). Rumah yang masih cukup luas untuk hidup bahagia lahir batin. 3). Organ tubuh kita yang masih berfungsi secara cukup baik. 4). Alat-alat, mobil, sepeda motor yang belum lima tahun dan masih berfungsi secara cukup baik dan memuaskan. 5). Pakaian dan/atau apalagi kaus oblong Joger Jelek yang asli original (bukan palsu, bukan tiruan, bukan jiplakan, bukan hasil curian, dan masih layak pakai atau masih layak dikoleksi). Oke?

Renungan Joger, Minggu, 29 Desember 2019

Renungan Joger, Minggu, 29 Desember 2019.

3 dari sekian banyak hal negatif yang bisa menjadi penghalang, penghenti, maupun penggerus kemajuan kualitas diri semua orang (orang biasa/tidak luar biasa): 1). Kesombongan. 2). Rasa puas diri (complacency). 3). Keras kepala (stubborness). Selamat menjauhi 3 hal negatif tersebut. Semoga makin cepat dan makin benar-benar maju ke arah yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi banyak sesama manusia, kemanusiaan, maupun bagi lingkungan hidup kita bersama yang sama dan yang satu ini! Setuju? Terima kasih!

Renungan Joger, Sabtu, 28 Desember 2019

Renungan Joger, Sabtu, 28 Desember 2019.

Berhentilah makan justru sebelum kekenyangan, tapi justru minumlah secukupnya ketika kita belum kehausan. Itu adalah salah satu (bukan satu-satunya) resep hidup sehat saat ini yang saya (Mr. Joger) anjurkan kepada Anda sebagai teman Anda, karena menurut penelitian terakhir, 75% stroke terjadi adalah karena ‘dehidrasi’ (kekurangan air di tubuh).

Renungan Joger, Jumat, 27 Desember 2019

Renungan Joger, Jumat, 27 Desember 2019.
Kalau bisa tetaplah sadari dan pahami perbedaan yang besar antara ‘main’ dengan ‘main-main’, sehingga kita pun tidak main-main ketika main, tapi juga tidak sampai terlalu serius kalau memang sedang main-main! Makanya, tidak main-main maupun sekadar main-main, janganlah sampai mempermainkan siapa pun juga, justru agar jangan sampai ada sesama yang merasa kita permainkan apalagi secara serius alias tidak main-main! Oke?

Renungan Joger, Kamis, 26 Desember 2019

Renungan Joger, Kamis, 26 Desember 2019.

Salah satu dari sekian banyak penghalang kemajuan yang juga merupakan pupuk keterpurukan maupun kemunduran kualitas sumber daya manusia adalah kesombongan, puas diri dan kekerasan kepala kita sendiri.

Renungan Joger, Selasa, 24 Desember 2019

Renungan Joger, Selasa, 24 Desember 2019.

Tularkanlah kebaikan ide, konsep, filosofi, ideologi, keyakinan maupun ajaran agama kita secara baik dan benar ke seluruh dunia, dalam arti jangan sampai main paksa, atau apalagi secara sok kuasa!

Renungan Joger, Senin, 23 Desember 2019

Renungan Joger, Senin, 23 Desember 2019.

Salah satu resep sederhana untuk bisa sukses dan/atau bahagia gaya Joger: berpikir, berkata, berperasaan, bernaluri, dan berbuatlah sebaik-baiknya, lalu syukurilah kenyataan! Jangan terlalu cepat mengeluh atau protes, tapi sadari dan terimalah kenyataan dalam setiap kekinian kita untuk kita kembang-kempiskan agar menjadi baik, lebih baik atau terbaik secara konsisten, konsekuen dan tetap berkesinambungan. Okey?

Renungan Joger, Minggu, 22 Desember 2019

Renungan Joger, Minggu, 22 Desember 2019.
Banyak orang mengira atau bahkan sangat yakin bahwa kekayaan harta yang melimpah, kepopuleran maupun kekuasaan adalah jaminan untuk bisa hidup bahagia, padahal hanya kekayaan harta, kepopuleran maupun kekuasaan yang kita peroleh serta manfaatkan secara halal, legal adil, beradab dan berkesinambungan sajalah yang bisa membahagiakan hidup kita secara berkesinambungan.

Renungan Joger, Sabtu, 21 Desember 2019

Renungan Joger, Sabtu, 21 Desember 2019.

Salah satu kekuatan yang juga merupakan kelemahan kami (Joger) adalah keyakinan kami, bahwa perekonomian disusun dan dipraktikkan sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan yang benar-benar (tidak hanya seolah-olah) baik, jujur, adil, beradab, bertanggung-jawab, efisien, transparan, demokratis, wajar, optimal, dan berkesinambungan. Mohon doa restu!

Renungan Joger, Jumat, 20 Desember 2019

Renungan Joger, Jumat, 20 Desember 2019.

Walaupun selama ini kami (Joger) sudah berbelas kali sudah dituduh maupun berstatus sebagai pembayar pajak pribadi terbaik (terbanyak) untuk kawasan Nusa Tenggara, tapi dalam rangka memenuhi target pajak yang tidak pernah cukup, mungkin sebentar lagi kami (Joger) sudah harus belajar cara “baik dan benar mengelola perusahaan agar bisa survive justru dari para pengekor, penjiplak, penyelundup, maupun para pengusaha “hit & run”, he..he..he.

Renungan Joger, Kamis, 19 Desember 2019

Renungan Joger, Kamis, 19 Desember 2019.

Kalau memang tidak mau ada orang luar desa atau luar kota atau luar negeri melakukan kegiatan ekonomi (mencari untung di wilayah kita) janganlah sewakan, kontrakkan, dan/atau apalagi jual tanah kita kepada mereka, tapi kalau sudah kita sewakan, kontrakkan, dan/atau apalagi jual, janganlah ikut campur urusan manajemen mereka, kecuali kalau mereka melakukan kegiatan yang benar-benar melanggar hukum positif kita. Jangan jual tanah kita! Terima kasih!

Renungan Joger, Rabu, 18 Desember 2019

Renungan Joger, Rabu, 18 Desember 2019.

Yang jadi masalah itu bukanlah orang-orang yang benar-benar baik, jujur, dan terhormat, melainkan orang-orang yang tidak benar-benar baik, jujur, dan terhormat, tapi sangat pandai memanfaatkan uang haram dan uang ilegal mereka untuk memenangkan persepsi atau image di hati masyarakat yang belum cerdas dan kritis. Makanya, kalau bisa, hati-hatilah memilih pemimpin! Pilihlah pemimpin yang punya rekam jejak yang benar-benar baik, jujur, dan terhormat saja! OK?

Renungan Joger, Selasa, 17 Desember 2019

Renungan Joger, Selasa, 17 Desember 2019.

Jangankan bekerja sebagai pengusaha yang benar-benar mau, mampu, sempat, ikhlas, dan mantap menciptakan lapangan pekerjaan bagi beberapa tukang parkir, bahkan bekerja secara benar-benar baik, jujur, ramah, ikhlas, dan mantap sebagai tukang parkir yang benar-benar mau, mampu, sempat, ikhlas, dan mantap mengatur masalah parkir memarkir di tempat parkir di mana dia sedang bertugas sudah merupakan pahlawan. Oke?