Renungan

Renungan Joger, Jumat, 21 Agustus 2020

Renungan Joger, Jumat, 21 Agustus 2020.

Pada dasarnya semua manusia adalah baik, walaupun selalu ada saja manusia yang belum sadar dan belum paham bahwa ketidakbaikan dan/atau apalagi kejahatan bisa sangat berakibat buruk bagi pelakunya. Bersabarlah dan jelaskan lah secara baik-baik akibat buruk yang bisa menimpa orang tidak baik dan/atau apalagi orang jahat. Janganlah langsung marah atau ngamuk-ngamuk, karena langsung marah-marah atau ngamuk-ngamuk itu, kan tidak baik. Sabaarrrr!

Renungan Joger, Rabu, 19 Agustus 2020

Renungan Joger, Rabu, 19 Agustus 2020.

Kalau bisa, marilah kita ramai-ramai wujudkan rasa hormat maupun rasa cinta kepada Tuhan Yang Mahaesa maupun pada NKRI kita tercinta ini, cukup dengan menjalankan secara sebaik-baiknya dan sejujur-jujurnya tugas, fungsi, maupun profesi kita masing-masing saja! Terima kasih!

Renungan Joger, Sabtu, 15 Agustus 2020

Kalau memang masih boleh mengemukakan pendapat, kami (segenap anggota keluarga Joger maupun pendukung setia filosofi GARING) sangat ingin agar saudara kita Jerinx tidak dihukum secara maksimal tetapi cukup optimal alias jangan sampai “over dosis”, apalagi kalau dia sudah sadar dan minta maaf atas kekhilafannya. Hidup IDI! Hidup Seniman! Hidup NKRI! Lawan Corona! Dan marilah kita jauhi konspirasi yang memperberat penderitaan rakyat kecil, rakyat besar, maupun rakyat kelas menengah! OK? Terima Kasih!

Renungan Joger, Jumat, 14 Agustus 2020

Renungan Joger, Jumat, 14 Agustus 2020.

Manusia yang benar-benar beradab, adalah manusia yang secara sadar dan paham mempelajari hal-hal yang benar-benar baik dan bermanfaat untuk benar-benar (tidak seolah-olah saja) menghormati, menghargai, dan mencintai Tuhan (kita bersama) Yang Maha Esa, Mahabaik, dan Mahabijaksana sambil menghormati, menghargai, dan mencintai semua ciptaan-Nya secara benar-benar baik, jujur, wajar, adil, beradab, dan masuk akal, bukan untuk membenci maupun menghina.

Renungan Joger, Kamis, 13 Agustus 2020

Renungan Joger, Kamis, 13 Agustus 2020.

Sadar dan paham kah Anda, bahwa apapun yang sudah kita pikirkan, katakan, rencanakan, maupun lakukan di masa lalu, semuanya akan memberikan buah atau pala yang manis maupun racun atau hukuman yang menyakitkan kita saat ini maupun di masa depan. Kalau tidak di sini atau di dunia fana, ya di sana atau di akhirat yang kekal, kelak. Jangan takut, tapi tetaplah baik, jujur, adil, beradab, bermoral, beragama, ber-Tuhan, berperikemanusiaan, dan bertanggungjawab. Terima kasih!

Renungan Joger, Rabu, 12 Agustus 2020

Renungan Joger, Rabu, 12 Agustus 2020.

Alangkah indahnya hidup di NKRI tercinta ini, kalau saja pemerintah benar-benar mau dan mampu mempublikasikan atau menyadarkan masyarakat luas bahwa pajak yang dibayar oleh para wajib pajak di negeri ini adalah salah satu sumber untuk membiayai berbagai macam pembangunan termasuk “dana desa”, sehingga investor maupun pekerja migran kita di desa-desa pun tidak “diganggu” dengan berbagai macam retribusi ilegal alias “pungli” yang bersembunyi di balik wadah yang seharusnya baik, suci, dan legal. Terima kasih!

Renungan Joger, Selasa, 11 Agustus 2020

Renungan Joger, Selasa, 11 Agustus 2020.

Bulan madu itu memang hanya beberapa hari atau hanya beberapa bulan, tetapi kehidupan dan pernikahan itu berlangsung sangat lama dan menyenangkan, asalkan kita benar-benar beruntung punya pasangan hidup yang benar-benar (tidak hanya seolah-olah saja) baik, jujur, romantis, humoris, kreatif, supportif, bertanggungjawab, dan menyenangkan. Banyak-banyaklah berdoa dan berusaha agar kita bisa tetap kreatif! Oke?

Renungan Joger, Senin, 10 Agustus 2020

Renungan Joger, Senin, 10 Agustus 2020.

Pasangan hidup kita bisa panjang umur secara sehat jiwa, raga, maupun pikirannya, asalkan kita sebagai pasangannya benar-benar mau, mampu, sempat, ikhlas, dan mantap mendampinginya secara benar-benar baik, jujur, ramah, rajin, adil, beradab, bertanggungjawab, supportif, humoris, dan menyenangkan. Silakan coba, mumpung masih belum terlambat. Ketidakbahagiaan adalah hal yang lebih baik dicegah daripada diobati. Setuju?

Renungan Joger, Sabtu, 08 Agustus 2020

Renungan Joger, Sabtu, 08 Agustus 2020.

Siapa bilang pengusaha tidak bisa menjadi penghormat dan pencinta tanah air? Makanya, kalau memang mampu, marilah kita sikapi para karyawan dan karyawati kita secara benar-benar wajar, optimal, adil, beradab, bermoral, beretika, kekeluargaan, Pancasilais, berperikemanusiaan, berwawasan lingkungan, merdeka, dan/atau secara benar-benar baik, jujur, ramah, rajin, bertanggungjawab, berimajinasi, berinisiatif, berani, dan bersyukur! Oke?

Renungan Joger, Jumat, 07 Agustus 2020

Renungan Joger, Jumat, 07 Agustus 2020.

Sebaik apapun cara hidup kita, filosofi kita, adat-istiadat kita, keyakinan kita, niat kita, selera kita, maupun ajaran agama kita, jalankanlah secara sebaik mungkin saja, jangan paksakan kepada orang, dalam arti kepada orang lain maupun kepada diri kita sendiri yang walaupun bagaimana, kan juga orang, bukan orang-aring, bukan orong-orong, dan juga bukan orang-orangan. Karena memaksakan kehendak dan/atau apalagi dengan memakai kekerasan, adalah hal yang pasti tidak baik dan kemungkinan besar dilarang Tuhan. Setuju?

Renungan Joger, Kamis, 06 Agustus 2020

Renungan Joger, Kamis, 06 Agustus 2020.

Bagaimana caranya menghormati, menghargai, mencintai, merawat, dan membangun NKRI ini, kalau “mereka” yang suka menghina, meremehkan, membenci, merusak dan mengharcurkan NKRI malah lebih bebas dan lebih lantang berbicara, berteriak, maupun berdemontrasi? Quo vadis pencinta NKRI? Quo vadis pengamal Pancasila? Quo vadis kebaikan? Quo vadis kejujuran? Quo vadis keadilan?

Reungan Joger, Rabu, 05 Agustus 2020

Reungan Joger, Rabu, 05 Agustus 2020.

Awas 1001 awas, ajaran-ajaran bertentangan dengan semangat Pancasila seperti komunisme, ekstrem kiri, ekstrem kanan, radikal jahat, maupun fanatisme mengandung kebencian yang destruktif bisa sangat diterima oleh orang-orang kecewa yang sedang tidak bersyukur, tidak happy, sakit hati, jengkel, maupun yang sudah frustrasi atau putus asa. Jangan takut, tetapi tetaplah sadar, paham, adil, beradab, bijaksana, dan/atau waspada! Terima kasih!

Renungan Joger, Selasa, 04 Agustus 2020

Renungan Joger, Selasa, 04 Agustus 2020.

Kalau bisa, marilah kita kurangi atau jinakkan “kecemburuan sosial”, justru dengan secara benar-benar baik dan jujur meningkatkan dan/atau menggalakkan “kecemburuan berbuat sosial” membantu sesama yang benar-benar pantas, perlu, dan mau menerima bantuan kita yang wajar secara benar-benar wajar (bukan pemalas, pemabuk, maupun yang hanya pandai dan rajin bikin onar). Marilah kita hidup secara baik dan jujur saja!

Renungan Joger, Senin, 03 Agustus 2020.

Kalau saja semua orang (tanpa kecuali) benar-benar mau, mampu, sempat, ikhlas, dan mantap mengendalikan keserakahannya sendiri secara benar-benar (tidak seolah-olah saja) wajar (tidak kurang ajar), optimal (tidak sampai serba maksimal dan/tapi juga tidak sampai serba minimal), dan/atau merdeka (baik, jujur, adil, beradab, beragama, ber-Tuhan, berperikemanusiaan, dan berwawasan lingkungan) tentu saja tidak perlu sampai ada orang yang harus hidup miskin maupun sampai harus hidup benar-benar sengsara. Terima kasih!

Renungan Joger, Sabtu, 01 Agustus 2020

Renungan Joger, Sabtu, 01 Agustus 2020.

Apa gunanya hidup sebagai orang kaya uang dan harta di atas, di samping, maupun di antara orang-orang miskin? Dan/tapi mungkin lebih tidak berguna lagi kalau kita harus hidup miskin dan sengsara di atas, di samping, di antara, maupun di bawah orang-orang kaya utang uang maupun kaya utang budi? Makanya, marilah kita syukuri hidup kita justru dengan positif berpikir, khusyuk berdoa, kreatif berkarya, dan produktif bekerja! OK?

Renungan Joger, Kamis, 30 Juli 2020

Renungan Joger, Kamis, 30 Juli 2020.

Menurut hemat saya (Mr. Joger yang belum dan tidak akan pernah benar-benar mau bersikap terlalu hemat maupun terlalu tidak hemat) untuk apa, sih kita beragama, kalau hanya untuk merasa diri kita saja yang ber-Tuhan sambil menuduh orang lain tidak ber-Tuhan? Saya (Mr. Joger) juga tidak percaya kalau ada orang yang mengaku bahwa Tuhan (kita bersama) Yang Maha Esa dan Mahaada sebagai tidak “Ada”. Orang itu hanya masih belum sadar dan paham siapa, apa, dan ciptaan siapa dirinya. Doakan saja agar dia cepat sadar dan paham! Oke?

Renungan Joger, Rabu, 29 Juli 2020

Renungan Joger, Rabu, 29 Juli 2020.

Kesuksesan yang paling sukses itu sebenarnya adalah ketika kita sudah benar-benar (bukan hanya seolah-olah saja) mau dan mampu mensyukuri segala kenyataan yang terjadi maupun tidak terjadi dalam hidup kita di dunia yang fana dan penuh misteri ini secara wajar alias secara baik, jujur, adil, etis, logis, filantropis, tidak eksesif, dan berkesinambungan.

Renungan Joger, Selasa, 28 Juli 2020

Pada dasarnya hampir semua orang biasa pasti suka memiliki ‘kebebasan’ dan ‘kekuatan’, tapi apakah kita sudah benar-benar (tidak seolah-olah saja) siap untuk memahami, memiliki, dan mengelola ‘kebebasan’ maupun ‘kekuatan’ (terutama yang besar) secara benar-benar wajar alias secara merdeka!!

Renungan Joger, Senin, 27 Juli 2020

Renungan Joger, Senin, 27 Juli 2020.

Daripada repot-repot menyebarkan keluhan, rasa jengkel, rasa iri, maupun rasa benci, tampaknya kami (segenap anggota keluarga Joger) memilih untuk secara wajar atau optimal berusaha menyebarkan rasa dan sikap bersyukur. Justru di saat-saat kurang baik seperti sekarang inilah kita sebaiknya bukan hanya menerima, tapi malah tetap bersukacita dan berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala bentuk kenyataan hidup kita di dunia fana yang hampir selalu penuh misteri ini. Setuju?

Renungan Joger, Sabtu, 25 Juli 2020

Renungan Joger, Sabtu, 25 Juli 2020.

Orang-orang yang benar-benar beragama, ber-Tuhan, berperikemanusiaan, berbudaya, berakal-sehat, dan/atau yang benar-benar (tidak seolah-olah saja) merdeka, biasanya sangat amat tidak mau menyinggung dan/atau apalagi sampai menyakiti perasaan siapa pun, dan dari sebab itu juga lah sangat amat tidak mau untuk mudah merasa disinggung maupun tersinggung. Marilah kita ramai-ramai benar-benar beragama, ber-Tuhan, dan berperikemanusiaan dengan akal-sehat!

Renungan Joger, Jumat, 24 Juli 2020

Renungan Joger, Jumat, 24 Juli 2020.

Kalau saja semua penguasa di NKRI ini benar-benar (tidak seolah-olah saja) mau dan mampu bekerja secara benar-benar baik, jujur, adil, beradab, bertanggungjawab, dan tidak korup, tentu saja kekayaan alam maupun setoran pajak dari banyak pengusaha maupun pekerja kita akan sangat amat cukup untuk menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia yang juga benar-benar baik, jujur, ramah, rajin, dan bertanggungjawab. Marilah kita bangun NKRI secara merdeka!

Renungan Joger, Kamis, 23 Juli 2020

Renungan Joger, Kamis, 23 Juli 2020.

Salah satu cara termudah untuk mencari koruptor, adalah dengan melihat gaya hidup dan jumlah harta seseorang, kalau jumlah hartanya dan gaya hidupnya tingkat tinggi, sedangkan sumber penghasilannya tidak jelas, berarti sudah harus mulai diwaspadai. Ayo, marilah kita cegah korupsi sejak dini! Karena koruptor itu mirip tikus yang ketika masih kecil menanti jatah makanan dari induknya, tapi setelah besar harus cari obyek beramai-ramai. Marilah kita cintai NKRI secara benar-benar baik, jujur, adil, beradab, dan bertanggungjawab! Oke?

Renungan Joger, Rabu, 22 Juli 2020.

Rupa-rupanya pandemi corona ini sangat banyak memberikan pelajaran kepada kita yg selama ini merasa diri kita adalah penguasa dunia yang gagah perkasa dalam menghadapi maupun mengatasi berbagai macam masalah, tapi ternyata untuk menghadapi dan mengatasi masalah pandemi corona saja sudah kewalahan, buktinya jangankan kita yang ada di Indonesia, bahkan mereka yg di Amerika, di Tiongkok, di Jepang, di Eropa, di Australia, dan di Singapura pun belum mampu mengatasinya. Taatilah anjuran pemerintah kita!

Renungan Joger, Selasa, 21 Juli 2020

Renungan Joger, Selasa, 21 Juli 2020.
Paling repot hidup berbangsa dan bernegara dengan orang yang belum benar-benar punya wawasan berbangsa dan bernegara yang benar-benar demokratis dan merdeka, apalagi kalau dia masih saja mengira bahwa dalam sebuah negara berbentuk republik masih saja ada kemungkinan untuk mendiskreditkan maupun mendiskriminasikan sesama warga negara berdasarkan rasialisme, sukuisme, jenis kelamin, feodalisme, maupun fanatisme berkebencian yang destruktif. Merdeka!

Renungan Joger, Senin, 20 Juli 2020

Kalau memang ingin kucing kita rajin menangkap tikus, janganlah manjakan kucing kita dan jangan pasangi bel di lehernya, karena kucing manja bisa lamban, dan kalau dipasangi bel di lehernya, tentu saja para tikus akan lari sebelum kucing kita berhasil mendekat. Makanya, kalau memang ingin KPK (Kucing Pemberantas Korupsi) menangkap “tikus”, jangan manjakan tapi juga jangan pasang bel di lehernya. Marilah kita dukung KPK, jangan dilemahkan! Oke?

Renungan Joger, Sabtu, 18 Juli 2020

Renungan Joger, Sabtu, 18 Juli 2020.

Pancasila yang benar-benar baik dan bermanfaat, adalah Pancasila yang benar-benar (tidak seolah-olah saja) dilandasi niat baik benar-benar baik yang juga disadari, dipahami, disepakati, diterima, dimiliki, dan dijalankan secara benar-benar baik, jujur, ramah, rajin, bertanggungjawab, berimajinasi, berinisiatif, berani, bersyukur, bermanfaat, tekun, dan tahu diri oleh seluruh rakyat Indonesia yang benar-benar merdeka. Setuju?

Renungan Joger, Kamis, 17 Juli 2020

Renungan Joger, Kamis, 17 Juli 2020.

Perdamaian yang benar-benar baik, adalah perdamaian yang benar-benar berkeadilan. Apa gunanya bersatu atau teriak-teriak menggalang persatuan dan kesatuan, kalau tanpa didasari iktikad atau tanpa niat baik yang benar-benar baik? Apa gunanya bersatu, kalau hanya untuk menjadi budak “kalian”? Berikanlah kami kesempatan bekerja maupun berkarya secara wajar dan optimal, maka kami pun akan bekerja dan berkarya secara wajar dan optimal dengan penghasilan yang optimal juga! Janganlah bicara tentang perdamaian tanpa keadilan! Oke? Terima kasih!

Renungan Joger, Kamis, 16 Juli 2020

Renungan Joger, Kamis, 16 Juli 2020.

Pancasila yang benar-benar sakti, adalah Pancasila yang benar-benar berke-Tuhan-an, yang benar-benar berperikemanusiaan dan benar-benar mempersatukan seluruh rakyat Indonesia secara benar-benar berkerakyatan yang bisa dan boleh benar-benar kita terima serta manfaatkan bersama untuk menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia secara benar-benar baik, jujur, adil, beradab, ramah, rajin, bertanggungjawab, merdeka, dan berkesinambungan. Oke? Terima kasih!

Renungan Joger, Rabu, 15 Juli 2020

Renungan Joger, Rabu, 15 Juli 2020.

Bersatu maupun persatuan bukanlah tujuan, melainkan suasana damai yang kita butuhkan untuk bisa dan boleh melakukan berbagai macam kegiatan kehidupan positif (positive vita activa) sejak mulai dari bernapas, berdoa, berpikir, berolahraga, berolahbatin, berolahrasa-seni, berolahrasa-sosial, berolahrasa-humor, berolahilmu, berolahkata-kata, berolahdana, makan, minum, beristirahat, berkarya, rajin bekerja nyata, bekera keras, bekerja cerdas, bekerja sama, berbagi tugas, berbagi rezeki, bayar pajak, maupun bekerja bakti menjaga kelestarian alam, dan lain-lainnya. Setuju?

Renungan Joger, Selasa, 14 Juli 2020

Renungan Joger, Selasa, 14 Juli 2020.

Pancasila yang benar-benar baik, adalah Pancasila yang berke-Tuhan-an yang tidak dicemari oleh komunisme, ateisme, kapitalisme, liberalisme, korupsi-isme, kolusi-isme, nepotisme, terorisme, fasisme, fanatisme agama yang berkebencian, aroganisme, premanisme, kolonialisme, imperialisme, maupun mentang-mentang-isme dalam bentuk dan cara apapun juga. Pancasila yang benar-benar baik, adalah Pancasila yang mendamaikan dan mempersatukan, bukan yang memecah-belah. Setuju?