Riwayat hidup Mr. JOGER

Nama jelek : Joseph Theodorus Wulianadi
Nama lebih jelek : Pak Joger atau Mr. Joger
Alamat bisnis : Pabrik Kata-kata Joger, Kuta, Bali
Tempat & Tgl lahir : Di atas sebuah ranjang di kota Denpasar, malam, tanggal 9 September 1951

mr-joger-joseph-theodorus-wulianadiPendidikan dari SR (SD), SMP, SMA, di Denpasar. Lulus SMA Katolik St. Joseph (swatiastu), Denpasar 1970, sempat kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mandala, Surabaya, tapi pada tahun 1973 ’membuang diri’ ke Jerman Barat, sekolah perhotelan Hotelfachshule (D Speiser, Bad Wiesse) sambil praktek kerja (nguli) di bidang Food & Beverage Hotel Schwanen – Bernhausen (dekat Stuttgart), tahun 19976 pulang kampung, sempat menjadi pemandu wisata freelance bagi tamu-tamu berbahasa Jerman.

19/01/1976 menikahi ex pacar (Rr. Ery Koesdarjati), dianugerahi dua (bukan dua puluh) putra, yaitu Dero Caksono & Armand Setiawan. Sekitar bulan Agustus 1980 dengan bekal modal uang Rp.500.000,- memulai usaha di bidang batik & kerajinan yang mengkhususkan diri untuk menggarap pasar domestic dengan system pemasaran ‘door to door’ (gedor-gedor rumah orang karena memang belum punya gedung/toko.

Mulai tanggal 19 januari 1981, berkat dukungan dari berbagai pihak dan pinjaman gedung/toko dari Ibu saya (Anna Maria Kanginadi), kami pun berhasil membuka toko kami yang pertama, di jl. Sulawesi 37, Denpasar, dengan nama ‘Art & Batik Shop Joger’. Nama ‘Joger’ adalah singkatan/atau gabungan dari nama depan saya Joseph dengan nama depan teman sekolah saya di Hotel Fachscule, Jerman dulu, GERhard Seeger yang menghadiahi kami dengan uang sebesar US $ 20.000.

Atas dukungan para stakeholders, pada tahun 1986 kami berhasil membuka Art & Batik Shop Joger kedua, di. Jln. Sulawesi 41 Denpasar. Lalu pada tahun 1986, dengan hibah sebidang tanah dari dari Ibu saya (Anna Maria Kanginadi), kami pun berhasil membangun dan membuka ‘Joger ketiga’ yang kami beri nama ‘Joger Handicraft Centre’. Jl. Raya Kuta, Kuta, tapi pada akhir tahun 1989, kami malah ‘bertobat’ dan membatalkan niat kami untuk menjadi konglomerat, dan secara sadar dan ikhlas malah menutup 2 dari 3 toko Joger yang waktu ini sebenarnya sangat menguntungkan secara materi (profitable). Dan sejak itu pulalah kami mengubah orientasi bisnis kami dari ‘profit oriented’ menjadi ‘happiness oriented’ dalam arti, kami menaruh pengejaran kebahagiaan (happiness) di atas pengejaran keuntungan (profit), di mana kami pun untuk bersikap lebih BAJU2RA6BER alias lebih BAik, JUjur, RAmah, RAjin, BERtanggung jawab, BERimajinasi, BERinisiatif, BERani, BERsyukur dan/sehingga benar-benar bias BERmanfaat bagi diri sendiri dalam arti optimal dan se-luas2nya, yaiti juga bermanfaat bagi para stakeholders & lingkungan hidup. Dan dengan satu toko/gerai, kami tidak lagi mengejar, tapi justru bias lebih focus untuk meningkatkan ke BAJU2RA6BER an kami sehingga kami pun dikejar oleh uang (profit).

Sejak tahun 1989 itu jugalah kami mulai secara lebih terbuka dan percaya diri menyebar luaskan konsep berpikir (filosofi) Garing, melalui gerakan moral atau NSM (Niat Swadaya Masyarakat) Garing Joger, untuk menyeimbangkan PMDN & PMA kami (PMDN adalah Penanaman Modal Dunia Nyata). (sedangkan PMA adalah Penanaman Modal Akhirat), dan sejak 1989 itu jugalah kami memutuskan untuk lebih suka punya sedikit yang cukup, daripada punya banyak (uang) tapi kurang (waktu). Lalu pada tahun 1990 atau 3 tahun sebelum adanya pelarangan resmi pemakaian nama-nama ‘berbau’ asing (Barat), atas inisiatif kami sendiri, kami pun mengganti nama toko kami menjadi ‘Pabrik Kata-kata Joger’.

Sejak tahun 1990-an itulah kami (Joger) dengan konsep ‘happiness oriented’ kami mulai banyak diundang untuk ‘menyesatkan orang ke jalan yang benar’ dalam berbagai forum resmi maupun setengah resmi di perguruan-perguruan tinggi maupun tidak tinggi. Banyak penghargaan resmi maupun setengah resmi yang sudah kami peroleh, tapi juga ada beberapa kritikan maupun teguran konyol serta setengah konyol yang telah terpaksa kami tanggapi secara positif dan optimis. Sejak tahun 1998 atas desakan banyak pihak, kami mulai membuka sebuah wadah PMA non-formal untuk umum, berupa NSM Garing Transparan yang segala pemasukan, pengeluaran, maupun kegiatan kami cata, kelola, dan pertanggung jawabkan secara sangat otonom dan transparan. Atas izin Tuhan Yang Maha Kuasa & Maha Tahu, sudah banyak kemashalatan yang sempat kami lakukan untuk banyak orang maupun lingkungan hidup, tapi banyak juga yang belum, dalam arti atas Izin Tuhan Yang Maha Kuasa & Maha Pengizin+dukungan para stakeholders akan tetap kami lakukan sesuai dengan asas TASLUPUPAT (kepanTASan, keperLUan, kemamPUan, dan kesemPATan) kami saja. Hobby : Memperdangkal ilmu serta menyesatkan orang-orang ke jalan yang benar, Warna kesukaan : Putih dan pelangi. Alergi : Bikin susah orang (dalam arti, tidak mau bikin susah orang lain, tapi juga tidak mau bikin susah diri sendiri yang juga orang, bukan orong-orong, he..he). ‘Titel’ rekayasa sendiri : BAA & BSS (Bukan Apa Apa & Bukan Siapa Siapa). (Joger, 290605.RH)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *