Renungan

Renungan Joger, Minggu, 22 Oktober 2017

Renungan Joger, Minggu, 22 Oktober 2017

Maaf 1001 maaf, sampai saat ini (2017) NSM/Niat Swadaya Masyarakat GARING hanya mau, mampu, dan menyempatkan diri kami untuk membantu pihak – pihak yang kami yakini sebagai memang benar – benar pantas, perlu, dan mau menerima bantuan kami yang wajar secara wajar saja! Maaf 1001 maaf! Oke?

Renungan Joger, Sabtu, 21 Oktober 2017

Renungan Joger, Sabtu, 21 Oktober 2017.

Mungkin sudah saatnyalah kita samar-samar sadar dan paham bahwa hidup bersama dengan buaya yang berani jujur tampil dengan bentuk buaya, bisa jauh lebih tidak membingungkan daripada hidup bersama dengan buaya berbulu dan berbentuk ayam yang curang, licik, dan munafik. Mudah-mudahan para pemimpin rakyat, para pembela rakyat, maupun para wakil rakyat kita tidak ada yang mau punya sifat seperti buaya berbentuk/berbulu ayam.

Renungan Joger, Jumat, 20 Oktober 2017

Renungan Joger, Jumat, 20 Oktober 2017.

Marilah kita kurangi omong kosong, sambil secara ber-sungguh2 berdoa dan beribadah dalam bentuk ritual keagamaan maupun dalam bentuk bekerja nyata, berkarya nyata, belajar, belajar, berhemat, bayar pajak, berbagi, maupun bekerja bakti menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup kita bersama secara optimal dan profesional di NKRI yang konon sama-sama sangat amat kita cintai ini! Kurangi OMKOS!

Renungan Joger, Kamis, 19 Oktober 2017

Renungan Joger, Kamis, 19 Oktober 2017.

Bagaimana kalau makin banyak pejabat publik di republik ini yang tertangkap tangan dalam operasi yang dilakukan oleh KPK, apakah pejabatnya berhenti korupsi atau KPKnya kita wajibkan melapor ke berbagai pihak jauh sebelum melakukan Operasi Tangkap Tangan maupun sebelum melakukan penyadapan telpon? Silakan pilih jalan keluar terbaik agar tidak makin banyak pejabat publik kita yang tertangkap tangan. Oke? Terima kasih!

Renungan Joger, Selasa, 17 Oktober 2017

Renungan Joger, Selasa, 17 Oktober 2017.

Silakan berkuasa, tapi tetaplah jangan sampai sok kuasa, karena walaupun bagaimana, selayaknyalah kita ingat bahwa hanya Tuhan Yang Mahaesa sajalah Yang Mahakuasa! OK?

Renungan Joger, Senin, 16 Oktober 2017

Renungan Joger, Senin, 16 Oktober 2017.

Justru ketika keadaan sedang sangat amat membesarkan hati, pakailah pesimisme kita untuk menjaga agar diri kita tidak sampai jadi arogan atau takabur. Tapi sebaliknya ketika keadaan sedang sangat amat terpuruk, pakailah optimisme kita justru untuk menjaga agar diri kita tidak sampai terlalu berkecil hati atau/apalagi putus asa!

Renungan Joger, Minggu, 15 Oktober 2017

Renungan Joger, Minggu, 15 Oktober 2017.

Pada dasarnya tidak ada sifat/sikap 100% bagus atau 100% jelek! Begitu pula sifat/sikap pesimis maupun optimis, dalam arti, pesimisme yang oleh banyak orang dianggap negatif maupun optimis yang oleh banyak orang dianggap positif, ke-dua2-nya sama-sama bisa menciptakan kebaikan maupun keburukan, karena sangat tergantung pada iktikad/niat serta cara kita mengontrol serta menjalankannya. OK?

Renungan Joger, Sabtu, 14 Oktober 2017

Renungan Joger, Sabtu, 14 Oktober 2017.

Kesuksesan lahiriah yang tidak ditunjang dengan kepuasan serta kedamaian batin, adalah musibah atau kegagalan. Tapi sebaliknya, kebahagiaan jiwa/batin, kalau tidak ditunjang dengan adanya kemerdekaan finansial yang memadai dan berkesinambungan, adalah sangat mustahil terwujud di dalam kehidupan normal di muka bumi yang sudah serba uang ini.

Renungan Joger, Jumat, 13 Oktober 2017

Renungan Joger, Jumat, 13 Oktober 2017.

Cinta buta punya hubungan yang tidak terpisahkan dengan cemburu buta. Makanya, kalau bisa marilah kita saling mencintai secara agak lebih sadar dan/atau lebih memakai hati dan nalar kita sehingga ketika kita sampai perlu cemburu, cemburu kita pun tidak sampai seperti babi yang gila dan buta!

Renungan Joger, Kamis, 12 Oktober 2017

Renungan Joger, Kamis, 12 Oktober 2017.

Kita tidak perlu sampai terlalu memaksakan diri untuk menjadi manusia sempurna di segala bidang, tapi minimal janganlah biarkan diri kita secara pongah mengulang-ulang, apalagi kalau sampai membangga-banggakan kelemahan-kelemahan atau sifat-sifat atau sikap-sikap kita yang mudarat atau destruktif. Merdeka!